oleh

BUMDes Diminta Kembangkan Tanaman Porang

 

Gayo Lues, Baranewsaceh.co  – BUMDes Gayo Lues diminta Kembangkan Tanaman Porang, tanaman ini memiliki nilai ekonomi yang baik. Dibanding tanaman lain seperti kopi , sere wangi dan kakao.  Tanaman porang dapat dijadikan  pengganti beras. Disampaikan Sekda Gayo Lues Ir. H. Rasidin Porang dalam pembukaan Pembinaan pemberdayaan BUM desa dan Lembaga kerja sama antar desa Oleh DPMK ( Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung ) Gayo Lues di Aula Hotel Nusa Indah Kota Blangkejeren pada Senin 12/07/2021.

Rasidin mengatakan di Gayo Lues sangat strategis sebagai tempat pengembangan tanaman porang, mengingat  banyak lahan terlantar yang belum termamfaatkan dapat di mamfaatkan sebagai lahan tanaman porang. Hampir setiap kecamatan memilki lahan kosong yang terbentang, untuk itu sangat baik bila di kembangkan tanamaan porang, tanaman porang memilki nilai ekonomi yang sangat baik sebagai tanaman pengganti beras. Tanaman ini merupakan tanaman eksport.

Selama ini dalam mengembangkan tanaman unggulan kita tidak pernah melihat pemasaranya. Akibatnya yang menguasai pasar orang dari luar daerah.   Dalam waktu dekat akan berdiri Dewan UKM yang akan membeli hasil tanaman porang. diharapkan tanaman porang ini bisa di kembangkan oleh masayarakat Gayo Lues.

Baru-baru ini seorang pengusaha mengatakan pada dirinya, Tanaman porang  sebagai pengganti beras  makanan  pokok masyarakat. Dibanding tanaman lain seperti kopi orang tidak akan mati bila tidak minum kopi, jahe merah juga hanya digunakan sebagai minyak khusuk begitu juga dengan minyak Atsiri hanya di gunakan sebagai campur minyak wangi,

Diharapkan BUM Desa sebagai usaha milik desa harus bisa menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Denga adanya BUM Des pereknomian masyarakat bisa lebih baik, pendapatan petani juga bisa mengalami peningkatan.

Kepala DPMK Gayo Lues Sartika Mayasari SSTP mengatakan efekltifitas BUM des selama ini belum maksimal sehingga perlu dilakukan pelatihan bagi para pengurus BUM Des dan kepala Desa. pelatihan tentang adimintrasi dan pelatihan kemapuan bagaimana BUM Des dapat menggali potensi desanya serta .  bagaimana mencarikan pemasaran produk-produk di desanya .

Pelatihan diikuiti oleh 136 desa Devinitife dengan  nara sumber yang sudah bergelut di bidang marketing. Diharapkan kpada para BUM Des in bisa menjadi mandiri yang memafaatkan dana alokasi desa sebesar 20 persen untuk BUM Desa hingga mereka menjadi orang-orang yang tidak menunggu tetapi mampu bergerak sebagai “Agent Of Change” ( Agen Perubahan ) penggerak ekonomi desa yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Khusunya bagi para pemuda yang saat ini sudah banyak yang belum memilki pekerjaan BUM Des lah tempatnya. ( Yud)

News Feed