oleh

BUMDes Berjaya Masyarakat Sejahtera

 

Salah satu tridharma perguruan tinggi adalah melakukan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai mahasiswa semester akhir, saya sedang melakukan pengabdian di Desa Dalam, Aceh Tamiang. Hari kedua kedatangan saya dan teman-teman KPM ke desa ini, kami diajak untuk mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan dan manjemen pemasaran paving block. Sejak saat itu, kami mengetahui bahwa di Desa Dalam ada sebuah usaha paving block di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Desa merupakan salah satu unit terkecil dalam suatu negara. Perekonomian negara akan maju jika desanya juga maju. Kerena kemajuan desa akan mempengaruhi kemajuan suatu negara. Salah satu usaha yang dapat dilakukan oleh desa untuk mensejahterakan masyarakatnya yaitu melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau ada juga yang menyebutnya dengan sebutan BUMK/BUMG.

 

BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) merupakan badan usaha yang dikelola oleh desa yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. BUMDes didirikan dengan melihat potensi yang ada di masyarakat kemudian dikembangkan dan dijadikan sebuah badan usaha. Dana yang digunakan untuk mendirikan usaha ini berasal dari desa, yaitu menggunakan dana desa. Kemudian keutungannya juga sebagian akan dikembalikan kepada desa. Usaha paving block ini sudah berdiri sejak awal tahun 2019 atas ide dari kepala desa. Adapun tujuan dari didirikannya usaha paving block ini yaitu untuk memberi lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang menganggur dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, BUMDes ini juga dapat menjadi sumber pendapatan desa.

 

Usaha paving block ini sudah cukup berkembang. Namun, sempat terkendala selama masa covid-19 yang mengakibatkan penghasilan menurun. Oleh sebab itu, kami sebagai mahasiswa yang sedang mengabdi di desa ini, diminta untuk membantu memperkenalkan dan mempromosikan usaha paving block ini kepada masyarakat luas, agar banyak orang yang tahu bahwa di Desa Dalam ada sebuah usaha pembuatan paving block. Pada tahap awal, proses pencetakan paving block masih menggunakan alat manual yang dalam sekali cetak hanya bisa menghasilkan satu buah paving block. Namun, seiring perkembangannya, saat ini sudah memiliki satu unit mesin pencetak paving block yang dapat menghasilkan lima buah paving block dalam sakali cetak. Hal ini tentu akan membuat proses cetak yang lebih efektif dan efisien.

 

Ada dua bentuk paving block yang dibuat, yaitu segi enam dan persegi panjang. Bahan-bahan yang digunakan yaitu semen, semen merah, pasir dan air. Proses pembuatannya yaitu dengan cara mencampurkan semen, pasir dan air yang diaduk hingga merata kemudian dicetak dengan pencetak paving block. Cara pemasarannya sudah dilakukan baik secara offline maupun online, yaitu melalui media sosial seperti whatsapp, facebook dan instagram. Penghasilan karyawan perhari disesuaikan dengan jumlah paving block yang dihasilkan, artinya semakin banyak paving block yang dibuat maka semakin besar pula penghasilannya. Dari hasil wawancara dengan sekretaris BUMDes, T. Abdul Halim, beliau mengatakan bahwa sejauh ini usaha paving block sudah dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar 40%. Ke depannya terus diusahakan agar semakin maju dan mampu mensejahterakan masyarakat hingga 90%.

 

Kemajuan usaha ini tidak terlepas dari semangat para pengurus dan karyawan, serta ide-ide untuk terus berinovasi dan semakin gencar dalam memasarkan paving block ini, bukan hanya di daerah Aceh tamiang, tetapi juga merambah ke kabupaten lain. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk menjadikan usaha paving block yang berjaya agar masyarakat lebih sejahtera. Sebagai masyarakat, terutama yang berada di wilayah Aceh Tamiang dapat juga turut berkontribusi untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Dalam yaitu dengan cara menjadi konsumen atau membeli paving block di BUMDes Desa Dalam ini. Selain itu, dapat juga membantu mempromosikan usaha ini agar lebih dikenal oleh masyarakat luas sehingga nantinya diharapkan permintaan pasar akan semakin besar. Permintaan pasar yang besar, akan menaikkan omset dari usaha ini, sehingga pekerjanya akan lebih sejahtera. Bagi teman-teman sekalian yang ingin melihat lebih jauh mengenai usaha paving block ini, silakan mampir ke link youtube https://youtu.be/KjLioRUZFO8.

 

Penulis: Osta Arsella prodi PGMI, Elly Dayana prodi Perbankan Syari’ah dan Mitha Ristianti Putri prodi Ekonomi Syari’ah. Mahasiswa IAIN Langsa.

News Feed