oleh

Buku “Konsep Hidup Menuju Fiddunyaa Hasanah Wafil Aakhirati Hasanah” Ibrahim Tawarys Naik Cetak Kedua

 

Aceh Tengah, Baranews |Buku “Konsep Hidup Menuju Fiddunyaa Hasanah Wafil Aakhirati Hasanah” naik cetak kedua. “Alhamdulillah, sudah siap cetak. Tadi malam sudah diantar pihak penerbit ke rumah. Momentumnya sangat istimewa, naik cetak kedua pas ulang tahun ke-80, hari ini,” kata Ibrahim Tawarys, penulis buku “Konsep Hidup Menuju Fiddunyaa Hasanah Wafil Aakhirati Hasanah,” Rabu (5/10/2022)

Pemberian judul buku “Konsep Hidup Menuju Fiddunyaa Hasanah Wafil Aakhirati Hasanah” yang dieditori Yusradi Usman al-Gayoni itu, ungkap Ibrahim Tawarys, bertujuan untuk mencapai kebahagiaan hakiki yang menjadi harapan setiap kaum muslimin. Selama ini, sambungnya, terjadi suatu “stereotipe,” bahwa rukun Iman dan rukun Islam seolah-olah hanya untuk keperluan akhirat saja, bukan untuk keperluan dunia, dan tidak dimaknai secara mendalam.

“Ada lima bab semuanya. Cetak kedua, jumlah halamannya lebih banyak dibandingkan cetak pertama. Cetak pertama 150-an halaman. Sekarang, 317 halaman. Dari sisi isi, juga lebih lengkap,” sebut Ibrahim Tawarys.

Dijelaskannya, bagian pertama buku “Konsep Hidup Menuju Fiddunyaa Hasanah Wafil Aakhirati Hasanah,” “Mukadimah.” Bagian Kedua dan Ketiga mengenai “Hijrah dan “Tobat.” Bagian Keempat, “Istikamah” dan bahasan tentang esensi rukun Iman dan rukun Islam. Bagian Kelima, “Muhasabah,” menguraikan langkah-langkah apa yang harus dilakukan agar kehidupan fiddunyaa hasanah, wafil aakhirati hasanah bisa kita capai.

Ibrahim Tawarys terbilang penulis yang produktif. Sejauh ini, sudah menulis sebelas judul buku, di antaranya Ingin Kaya Lahir dan Kaya Batin, Miliki Duit Sajuta: Doa, Usaha, Iman, Takwa, Sabar, Jujur, dan Tawakal (Mahara Publishing, 2016), Fakta Ilmiah yang Terungkap dalam Al-Qur’an (Mahara Publishing, 2016), Konsep Hidup Menuju Fiddunyaa Hasanah Wafil Aakhirati Hasanah (Mahara Publishing, 2017), dan Fuel Dispensing Pump (Pompa Ukur BBM) (Mahara Publishing, 2021). Saat ini, sedang menulis buku “Identitas Masyarakat Gayo dari Kaca Mata Budaya dan Adat Istiadat.”

H. Ibrahim Tawarys dilahirkan pada tanggal 5 Oktober 1942 di Takengon, Aceh Tengah. Setelah tamat dari SMA, Ia mendapat kesempatan kuliah dengan status pegawai negeri, ditugaskan belajar pada pada Akademi Metrologi (ilmu pengukuran) di bawah kedinasan Kementerian Perdagangan RI di Bandung. Begitu lulus dari Akademi Metrologi pada tahun 1967, ia diberi tugas menjalankan profesi kemetrologian, yaitu tugas kewenangan mengawasi kebenaran alatalat ukur berdasarkan Ordonansi Tera Tahun 1949, yang diperbaharui dengan Undang-Undang RI No. 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal.

Ia pernah mengenyam pendidikan di Jepang pada National Research Laboratory of Metrology (NRLM) dalam bidang Metrology and Measurement Standard. Dalam penugasan kemetrologian yang diembannya, ia pernah lama bertugas sebagai “penera” di Surabaya (1967-1981); Kepala Seksi Meter Air dan Cairan Minum pada Subdit Ukuran Arus Direktorat Metrologi di Bandung (1981-1988); Kepala Bidang Metrologi pada Kanwil Departemen Perdagangan Provinsi Kalimantan Timur Samarinda (1988-1995); Kepala Subdit Pengawasan dan Penyuluhan pada Direktorat Metrologi di Bandung (1995-1998).

Dalam rangka tugas melaksanakan kalibrasi alat ukur minyak di luar negeri, ia pun pernah berkali-kali ditugaskan ke Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura. Di akhir pengabdiannya sebagai pegawai negeri sipil (setelah melewati testing yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara LAN), ia diangkat menjadi Widyaiswara pada Balai Pendidikan dan Pelatihan Metrologi di Bandung, mengajar mata kuliah alat Ukur Massa (Timbangan) dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2007. Atas kesetiaan dan ketekunan selama menjadi PNS, ia dianugerahi tanda penghargaan dari Presiden RI berupa Satya Lencana Karya 25 Tahun dan Satya Lencana Karya 30 Tahun, yang diterimanya masingmasing pada tahun 1991 dan 1998.  (RED)

Jangan Lewatkan