oleh

Bukit Awan Bengkelang Timbulkan Keindahan Kabut Putih di Ujung Tamiang

         Bengkelang, Bandar Pusaka , Aceh Tamiang, Minggu ( 30/10/2022)

Kabupaten Aceh tamiang Kecamatan Bandar Pusaka terdapat sebuah Desa yang di sebut Desa Bengkelang Desa tersebut merupakan pemekaran dari kecamatan Taming Hulu dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 223 . Letaknya yang berada pada ketinggian sekitar 600 mdpl, kawasan ini memiliki daya tarik, karena salah satu titik lokasinya diselimuti awan yang kemudian disebut sebagai Bukit Awan.

Di lihat dari letak geografisnya Desa Bengkelang ini memiliki potensi untuk di jadikan destinasi wisata, pemandangan pegunungan yang di suguh kan sungguh memikat mata siapapun yang memandang, suasana sejuk serta kicauan merdu  burung yang masih sangat asri menambah daya tarik wisatawan. Selain pemandangan  yang indah, lokasi ini juga memiliki potensi untuk dijadikan sebagai destinasi Agrowisata, udaranya yang sejuk, dingin serta subur sangat cocok untuk ditanami sayur-sayuran, Sekitar 80% mata pencarian penduduk desa berpusat pada perkebunan sekitar 70 persen merupakan perkebunan sawit sementara sisanya merupakan perkebunan palawija.

Jika di gunung luhur ( Banten), Dataran tinggi (Dieng) serta gunung Bromo di Jawa Timur di kenal dengan negeri di atas awan, maka di Kabupaten Aceh tamiang Khusunya Desa Bengkelang juga memiliki pegunungan dan bukit yang menjadi negeri diawan yaitu “ Bukit Awan” yang sudah banyak di kunjungi masyarakat daerah maupun luar daerah. Bukit Awan, nama yang di sematkan untuk bukit yang terletak di kampung Belakang, Kecamatan Bandar Pusaka Aceh Tamiang  yang kini mulai banyak di kunjungi warga. Terutama yang ingin melihat dan menikmati Sunres ( matahari terbit ) dengan udara sejuk pegunungan dengan bentangan alam yang menakjubkan bak sebuah negeri di atas awan dengan kabut yang menutupi puncak bukit tersebut.

Untuk bisa sampai ke lokasi tersebut harus menempuh sekitar 14 KM atau 14 menit perjalanan menggunakan kendaraan roda dua atau sekitar 1 jam dengan berjalan kaki dari kantor camat Bandar Pusaka. Namun lain halnya jika dari Kualasimpang harus menempuh jarak 2,5 jam atau 63 KM. untuk dapat  menikmati pemandangan dengan awan yang sejajar diatas bukit maka kita harus berada dilokasi tersebut pada pukul 06.00-09.00 WIB karena gumapalan awan adanya pada pukul tersebut. Biasanya para pengunjung mendatangi bukit awan tersebut sore sampa dengan malam hari dan menginap di puncak bukit dengan menggunakan tenda yang mereka dirikan untuk bermalam, dan menunggu waktu pagi untuk menikmati pemandangan sunrise (matahari terbit ) di atas awan putih yang menabah eksotis pemandangan. Di momen tertentu dari Bukit Awan ini bisa terlihat Kota Kualasimpang hingga, Sumatera utara, yang Cukup cantik jika di lihat dari atas bukit, dan tak kalah menarik jika dimalam hari, gemerlap lampu-lampu di bawah bisa terlihat.

Daya Tarik yang di tawarkan Bukit Awan Desa Bengkalang tidak hanya sampai di situ. Seperti kebanyakan objek wisata yang berlokasi di pegunungan, aliran mata air yang membentuk sungai berbatu juga menjadi daya tarik yang tak kalah indahnya. Sejak jalur pendakian wisata dibuka, hanya berjalan kaki sejauh satu jam atau berkendara selama 40 menit saja akan membawa kita ke Tamsar 27, yaitu tempat pemandian yang menyuguhkan pemandangan air terjun bertikat.

Dalam acara camping ground yang di lakukan pada Minggu (23/2/2020), Bupati Aceh tamiang menyampaikan di hadapan ratusan peserta camping ground di Bukit Awan, Bengkelang, Bandar Pusaka, Minggu (23/2/2020), Bupati Mursil juga mengajak seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) keroyokan menyulap kawasan Bengkelang sebagai pusat pariwisata unggulan. “Tempat ini menyimpan potensi yang luar biasa. Saya tidak bisa kerja sendirian untuk mengembangkannya, butuh bantuan semua masyarakat dan seluruh SKPK, ” kata Mursil.  Secara khusus Mursil berterima kasih kepada Datok Penghulu Kampung Bengkelang, Ardan yang sudah berjuang membuka jalur ke Bukit Awan dan Tamsar 27. Namun untuk menjadikan Bengkelang sebagai pusat pariwisata Aceh Tamiang masih dibutuhkan kerja keras.

Saat ini akses ke dua objek wisata itu masih sangat bergantung dengan alam. Bila hujan, pengunjung dipastikan tidak bisa mencapai Bukit Awan maupun Tamsar 27 karena jalan licin dan berlumpur. Kita harus kerja keras untuk mengatasi situasi ini. Bagaimana caranya lokasi ini menjadi nyaman dikunjungi harus kerja keroyokan. “Seluruh SKPK sudah saya instruksikan mengeroyok pengerjaan ini,” jelasnya.

Dengan adanya objek wisata Bukit Awan dan Tamsar 27 memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi warga setempat. Pengunjung yang datang kerap berbelanja kebutuhan wisata seperti aneka jajanan, makanan, arang dan alat kebutuhan camping pada masyarakat sekitar. Sebagian masyarakat juga dibayar untuk menjadi pemandu wisata. Pemberdayaan masyarakat untuk menunjang pariwisata ini juga didukung oleh perangkat desa setempat dengan mewadahinya sebagai salah satu bentuk BUMK (Badan Usaha Milik Kampung).  Dengan daya tarik yang di tawarkan  Desa Bangkelang seharusnya bisa bangkitkan perekonomian dengan mengembangan pariwisata yang ada, namun dengan berjalanya waktu wisata ini tidak berljalan dengan sesuai rencana, masih butuh bantuan dari semua pihak serta kerja sama antar warga agar tempat wisata ini dapat di kembangkan dan membangkitkan perekonomian kampong. Terlebih pada tahun 2020 terjadi penyebaran virus corona-19 sehingga menyebabkan tertutupnya tempat- tempat wisata. Hal ini menyebabkan terhentinya aktivitas di tempat wisata bukit awan maupun tamsar.

Sebagai Pencegahan dan Penyebaran Covid-19, Bupati Aceh Tamiang menerbitkan Surat Edaran Nomor: 1857 Tahun 2020 tentang Penutupan Sementara Tempat Wisata Bukit Awan dan Tamsar27 di Kecamatan Bandar Pusaka, namun tetap saja dikunjungi oleh masyarakat. Menyikapi hal itu Manejer Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Sangka Pane Kampung Bengkelang, Ela Sukmawati menegaskan jika pengunjung masih membandel, pengelola tidak bertanggungjawab jika terjadi halnhal yang tidak diinginkan,” tegas Ela.

Penyataann itu disampaikannya kepada beritamerdeka.net, di Bengkelang, Sabtu (30/5/20).

Untuk saat ini lokasi wisata bukit awan di desa Bengkelang masih di upayakan dan di perbaiki dalam segi akses maupun pelayanan agar segera terbuka kembali untuk umum dan dapat di lalu dengan akses jalan yang mudah, agar para penikmat pesona alam dapat merasakan kembali indahnya tempat wisata yang ada di Desa bengkelang. Pemerintah desa selama ini mengandalkan 20 persen dana desa untuk pembangunan objek wisata Bukit Awan dan Tamsar 27. Sejauh ini, dana desa tersebut hanya cukup untuk pembangunan jalan menuju objek wisata. Oleh karenanya, pemerintah desa sangat mengharapkan bantuan pemerintah khususnya Dinas Pariwisata untuk ikut membantu desa bersama-sama mengembangkan wisata Bukit Awan dan Tamsar 27.

– Bagas Krisnovanza Mahasiswa IAIN Langsa

-Esti Mey Utari Mahasiswa IAIN Langsa

-Intan Anggraini Mahasiswa IAIN Langsa

-Yuan Ansari Mahasiswa IAIN Langsa

– Farid Fajari Mahyus Mahasiswa IAIN Langsa

 

Jangan Lewatkan