oleh

Budidaya Padi Sistem “Jarwo” Bukan Hal Baru Di Kutapanjang

banner 1155x168

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO  – Untuk meningkatkan hasil pertanian tentu bermacam upaya akan dilakukun oleh para petani, seperti halnya meningkatkan hasil produksi tanaman padi, di kecamatan Kutapanjang Kabupaten Gayo Lues budidaya padi dengan sistem Jajar Legowo (Jarwo) sudah tidak asing lagi, sebab Jarwo sudah lama dikenalkan kepada para petani.

Kendati demikian, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di kecamatan setempat juga terus berupaya memberikan percontohan kepada para petani tentang sistem tanam Jarwo yang baik dan benar sesuai spesifikasi wilayah kecamatan Kutapanjang.

Budidaya padi dengan sistem jajar legowo merupakan cara tanam dengan mengatur jarak tanam antar rumpun dan antar barisan, dimana setiap barisan tanaman padi akan diselingi oleh satu barisan kosong.

Sistem ini merupakan terobosan dari sistem tanam tegel (Tanam biasa) yang biasa digunakan sebelumnya yang dinilai masih belum optimal dalam meningkatkan hasil pertanian.

Dengan sistem jajar legowo, bisa menghasilkan produksi padi lebih meningkat per hektar karena bulir padi yang dihasilkan lebih banyak dan berisi.

Sistem tanam padi jajar legowo merupakan inovasi teknik produksi yang dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian serta memberikan kemudahan dalam penggunaan pupuk dan pengendalian hama pengganggu tanaman.

Cara tanam sistem jajar legowo untuk tanaman padi diantaranya (2:1), (3:1), (4:1), (5:1), (6:1) atau tipe lainnya, namun dari hasil penelitian, tipe terbaik untuk mendapat bulir gabah berkualitas benih adalah dengan legowo 2:1.

Di Kecamatan Kutapanjang, Sabtu (20/04/19 tepatnya di lahan kelompok tani Blang Tampeng Desa Tampeng, budidaya padi Percontohan yang di buat oleh PPL sistem legowo 2:1

Dengan sistem jajar legowo 2-1, maka tanaman padi di area tengah persawahan akan menerima lebih banyak intensitas sinar matahari dibandingkan dengan tanaman padi pada sistem tegel.

Intensitas sinar matahari yang lebih tinggi dapat dimanfaatkan lebih banyak untuk proses fotosintesis. Terciptanya kelembaban yang lebih rendah akibat meningkatnya intensitas sinar matahari, maka perkembangan penyakit pada tanaman padi dapat juga ditekan.

Pada lahan yang lebih terbuka, serangan hama khususnya tikus juga dapat ditekan.
Pemupukan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman menjadi lebih mudah dilakukan. (J.PORANG)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed