oleh

BNPB Gelar Bimtek Fasilitator SPAB Berbasis Gugus Depan Aceh Besar

Foto : BNPB melalui Direktorat Mitigasi Bencana menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Satuan pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang dilaksanakan selama tiga hari, pada 10 – 12 November 2020 di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. (Direktorat Mitigasi Bencana)

ACEH BESAR, RADAR NEWS  – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Mitigasi Bencana menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Satuan pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang dilaksanakan selama tiga hari, pada 10 – 12 November 2020 di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.

Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan daring terlebih dahulu sebelum mengikuti bimtek ini. Para peserta berasal dari dinas di lingkungan Kabupaten Aceh Besar, seperti dari BPBA Provinsi Aceh, BPBD Aceh Besar, Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar, Kwarda Aceh, Kwarcab Aceh Besar, Pembina Penegak, Pembina Penggalang dan Pembina Siaga.

Pada sambutan pembukaan, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Aceh Besar, M. Ali, S.Sos., M.Si menyampaikan bahwa upaya pengurangan risiko bencana harus dilakukan secara komprehensif dengan berbagai strategi karena ancaman bencana yang dihadapi tidak hanya bencana alam namun juga bencana nonalam, yaitu pandemi COVID-19.

“Upaya pengurangan risiko bencana harus dilaksanakan dengan komprehensif yang didukung berbagai strategi karena tantangan yang dihadapi Kabupaten Aceh Besar tidak hanya ancaman bencana seperti gempabumi, banjir, longsor dan erupsi gunung api, tetapi juga ancaman pandemi COVID-19, untuk itu sangat penting pengetahuan tentang kebencanaan guna mengurangi dampak yang merugikan apabila terjadi bencana,” ujar Ali.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Mitigasi Bencana BNPB yang diwakili oleh Kasubdit Mitigasi Nonstruktural, Meilina Wulandari menyampaikan bahwa situasi dan dampak akibat berbagai kejadian bencana perlu disikapi secara serius dengan dukungan upaya seluruh pihak.

“Edukasi kebencanaan menjadi salah satu ikhtiar yang wajib dilakukan sesegera mungkin dan bersama-sama. Edukasi ini juga menjadi arahan direktif dari presiden secara terbuka yang disampaikan pada saat rakornas BNPB-BPBD pada 2 Februari 2019 lalu, yakni memasifkan edukasi kebencanaan berbasis sekolah dengan dukungan para kepala sekolah dan guru,” jelas Meilina.

Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu kabupaten implementasi SPAB pada tahun 2020 oleh BNPB dari target pelaksanaan di delapan kabupaten/kota sebagai wujud konkrit tindak lanjut kerja sama antara BNPB, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Pramuka pada tahun 2020 di Kabupaten Aceh Besar dalam memperkuat edukasi kebencanaan di Indonesia melalui kegiatan ekstra kurikuler pramuka serta memasifkan edukasi kebencanaan kepada para pembina pramuka melalui penyelenggaraaan bimtek fasilitator.

Tindak lanjut yang diharapkan dari peserta adalah dapat mengimplementasikan pelaksanaan SPAB di sekolah masing-masing secara mandiri dan berkelanjutan sehingga edukasi kebencanaan yang dapat disebarluaskan secara masif, efektif dan melibatkan banyak pihak akan tercapai.

SPAB menjadi salah satu strategi edukasi kebencanaan bersama yang dicanangkan oleh berbagai pihak, antara lain BNPB, Kemendikbud, Kementerian Agama dan para pemerhati pendidikan di Indonesia melalui Kampanye Bersama Satu Juta Sekolah Aman Bencana yang digaungkan dengan fokus pada penguatan tiga pilar, yaitu fasilitas pembelajaran yang aman bencana, manajemen bencana di satuan pendidikan dan pendidikan prabencana yang terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran.

Perwujudan pelaksanaan SPAB juga dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan di luar pembelajaran formal seperti kegiatan intrakurikuler, nonkurikuler maupun ekstra kurikuler. (RJ)

News Feed