oleh

BI Bantu Petani dan Pengrajin Kerawang di Gayo Lues

 

GAYO LUES, BARANEWS | Bank Indonesia (BI) gelar Focus Group Discussion (PGD) Pembentukan Klaster Industri Kreatif dan Klaster Ketahanan Pangan di Wilayah Kabupaten Gayo Lues, Diskusi ini berlangsung di ruang Op Room Sekdakab Gayo Lues, Kamis (14/10/21).

Acara turut dihadiri Wakil Bupati Kabupaten Gayo Lues, H. Said Sani, Kepala Unit BI Cabang Lhoksumawe Zetra Lez Zaputra beserta rombongan, Asisten II, Kadis Prindakop, Kadis Prindustrian, Kadis Pertanian diwakili Sekertarisnya Dedi Hamdani, SP, Camat Blangpegayon Wahiddin SPd, Camat Blangkejeren, Ena Malikussaleh, perwakilan anggota kelompok tani dan perwakilan anggota kelompok pengrajin kerawang.

Tahap awal pembentukan klaster Industri keratif dan industri pangan tersebut rencananya diberlakukan untuk dua desa, pengrajin kerawang di desa Sere Kecamatan Blangkejeren. Sedangkan untuk sektor pertanian yaitu Budidaya tanaman Bawang merah pada kelompok tani jongok Desa Belang Bengkik Kecamatan Blangpegayon.

Seperti yang disampaikan Manager BI cabang Lhoksumawe Zetra Lez Zaputra, Bantuan yang diberikan kepada Pengrajin Kerawang berupa bahan baku berupa kain dan benang, sedangkan untuk para petani bawang merah akan diberikan sarana Produksi (Saprodi) diantaranya benih, pupuk, obat-obatan serta saprodi lainnya, diberikan secara cuma-cuma atau hibah, namun demikan penerima manfaat harus membuat pertanggungjawaban.

Disamping itu, lembaga Negara ini (BI) akan mefasilitasi dan kerja sama dengan kelompok pengrajin kerawang dan Kelompok tani selama 3 tahun, namun para penerima manfaat tersebut harus membuat kesepakatan dengan BI secara tertulis. Demi keberhasilan program BI juga akan membuat pelatihan penguatan kelompok dengan mendatangkan mentor dari luar daerah.

Tidak hanya di hulu, pihak BI juga akan membantu dalam pemasaran akan bila perlu melakukan pembinaan dalam bentuk produksi turunan, di sektor pertanian misalanya petani akan dibina dalam pemasaran bawang goreng.

Dalam hal ini Zetra Lez Zaputra, juga menyampaikan pihaknya perlu menjalin kerja sama dengan pemerintah kabupaten Gayo Lues dan petani maupun pengrajin kerawamag, demi untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Terkait dengan apa yang menjadi program BI disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, seperti yang disampaikan Wakil Bupati setempat H. Said Sani, pihaknya akan mebantu semaksimal mungkin demi untuk meningkatkan kemabali usaha kecil menengah dan usaha dibidang sektor pertanian, sebab sudah cukup lama Gayo Lues didera Covid-19, yang berdampak terhadap ekonomi masyarakat.

Wabup Said Sani mengharapkan, dengan Bantuan Bank Indonesia ini bisa meningkatakan ekonomi masyarakat serta mampu mengentaskan kemiskian atas terciptanya lampangan kerja, terutamapada desa sasaran program.

Walaupun baru mulai, pemberdayaan ekonomi berbentuk klaster, juga diharapqkan nantinya bisa menjadi contoh dalam mengetaskan kemiskinan di Gayo Lues, dalam upaya meningkatakan kemabali usaha kecil menengah.

“Kita harapkan setelah Pembentukan Klaster Industri Kreatif dan Klaster Ketahanan Pangan bisa meningkatakan daya saing dengan daerah luar, baik di bidang UKM, maupaun sektor pertaniannya (SYUKRI)

News Feed