oleh

TNI Bersama Warga Melakukan Penambalan Jalan Yang Berlubang

Bener Meriah Baranewsaceh.co – Dianggap membahayakan pengguna jalan dan pengendara, puluhan Anggota TNI dan Tokoh pemuda serta masyarakat melakukan penambalan jalan berlubang lintas Provinsi Pante Raya – Bandara Udara Rembele Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah. Rabu (26/6).

Aksi penambalan jalan tersebut merupakan inisiatif Wadanyonif Raider Khusus 114 Satria Musara dan sejumlah Tokoh Masyarakat serta Pemuda Panteraya.

“Pemuda sempat ingin melakukan penanaman pohon pisang dengan harapan  pemerintah melakukan perbaikan namun setelah ada inisiatif dari Wadanyon untuk melakukan penambalan kami mengurungkan niat dan ikut melaksanakan penambalan”, ungkap Kamal Khairi Ketua Pemuda Pante Raya.

Akibat sangat membahayakan dan sering terjadi kecelakaan, pihaknya mengaku kembali melakukan  penambalan. “Sebelumnya kami sudah melakukan penambalan sebanyak tiga kali dan Allhamdulillah untuk kali ke empat ini dibantu penuh oleh batalyon”, ujarnya.

Ia berharap, kedepannya untuk melakukan perbaikan jalan tidak lagi dilakukan oleh masyarakat lagi dan pemerintah juga harus jeli serta segera melakukan perbaikan jika jalan sudah rusak dan membahayakan keselamatan penggunanya.

Menurutnya, antusias masyarakat untuk mendukung penamabalan jalan tersebut sangat tinggi hal itu terlihat dari banyaknya warga yang membantu dan Hamba ALLAH yang menyumbangkan beberapa sak semen. “Kita berharap jalan ini dapat ditutup selama dua hari menunggu semen kering agar kekuatannya dapat terjamin”, tegasnya.

Sementara itu Wadanyonif Raider Khusus 114 Satria Musara mengaku sangat khawatir terjadinya kecalakaan terhadap keluarga dan dirinya sendiri yang hampir setiap hari melintasi jalan tersebut.”Ini merupakan jalan utama bagi keluarga kami apabila berpergian sehingga kami berkoordinasi dengan pihak pemuda dan sesepuh untuk melakukan penambalan”, ujarnya.

Disebutkannya, atas dasar keselamatan  para pengguna jalan tersebut pihaknya, melakukan aksi dan melakukan penambalan. “ Tidak ada maksud lain dan pada intinya hanya untuk keselamatan bersama”, tegas Wadanyon.

Selain itu, menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai-nilai positif yang dapat digali yaitu berupa kebersamaan antara pemuda Panteraya dengan masyarakat sekitar seperti halnya warga Wih Pesam dan Wonosobo serta TNI.

Ia mengaku, meski tidak  ada perintah dari atasan secara khusus untuk menjalankan aksi gotong royong tersebut namun hal itu katanya merupakan wujud perintah yang sudah digariskan. “TNI menyatu dengan masyarakat walaupun memang di tingkat Batalyon tidak memiliki Staf Teritorialyang berdiri sendiri, kami dituntut harus mampu menyatu dan bersama dengan masyarakat”,terangnya.

Disebutkannya, terkait kegiatan lain yang harus dilaksanakan oleh anggota Batalyon Infanteri Raider Khusus 114 Satria Musara maka pihak Batalyon hanya menerjunkan 10 anggota dan dibantu oleh 20 orang pemuda panteraya serta masyarakat sekitar.

Ia berharap, Persatuan dan Kesatuan betul-betul terwujud sehingga tidak ada batas yang negatif antara TNI dan Masyarakat, Kepemerintahan dan instansi lainnya. “Ini hanya terkait kebersamaan dan kita bukan hanya sekedar teman atau sahabat melainkan saudara”, tuturnya.

Sementara itu salah seorang tokoh masyarakat yang juga Mantan Kepala Kampung Wonosobo, Sugino mengucapkan terimakasih kepada anggota TNI yang sudah bersedia melakukan perbaikan jalan sehingga dengan mudah dilewati.

“Tanpa didukung dan tanpa dibarengi kami tidak mampu untuk melaksanakan secara maksimal, untuk itu kami mengucapkan terimakasih kepada TNI yang sudah memperbaiki jalan yang sangat rawan terjadinya kecelakaan ini”, ungkapanya.

Ia menambahkan, mewakili masyarakat Panteraya, Wih Pesam dan Wonosobo sangat mengapresiasi kinerja TNI  dan berharap kedepannya Pemerintah dapat mengalokasikan anggaran untuk ditingkatkan sebab jalan tersebut saat ini merupakan jalan utama menuju Bandara Rembele dan Ibu Kota Bener Meriah.(DN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed