oleh

Bermacam Bantuan Disalurkan Baitul Mal Gayo Lues Untuk Kemaslahatan Umat

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO | Baitul Mal Kabupaten Gayo Lues lembaga daerah non struktural yang memiliki pungsi dan kewenangan untuk mengelola dan mengembangkan zakat, waqaf dan harta agama, pada tahun 2020 lalu telah menyalurkan beragam bentuan kepada masyarakat, bertujuan untuk kemaslahatan umat di negeri seribu bukit tersebut. Bantuan yang digelontorkan tentu sesuai ketentaun syari’at Islam.

Diantarnya, Lembaga ini memberikan bantuan modal usaha bagi masyarakat Gayo Lues untuk ekonomi produktif sebesar Rp 6.500.000.000 (enam milyar lima ratus juta rupiah) namun bantuan dana tersebut tidak sepenuhnya disalurkan lantaran tidak semua mayarakat yang membuat usulan dapat memenuhi syarat yang ditentukan oleh sekertariat Baitul Mal, hanya 256 orang saja yang bisa melengkapi berkas dan sesuai keriteria.

Untuk memperoleh bantuan modal usaha ini ada anturannya, terlebih dahulu pemohon harus membuat proposal ke Baitul Mal, surat keterangan usaha dari pengulu desa masing-masing, foto lampiran tempat usaha, fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Jika persyaratan lengkap dan memenuhi unsur saat diverifikasi tim, hanya berselang beberapa bulan langsung dicairkan. Modal usaha ditransfer ke rekening penerima bantuan modal usaha yang bersumber dari zakat, infag dan sedekah (ZIS).

Program bantuan modal usaha bagi warga miskin itu untuk membangkitkan usaha masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang melanda masyarakat lembah leoser ini. Bantuan nantinya diharapkan dapat mensejahterakan ekonomi masyarakat serta untuk menekan angka kemiskinan di Gayo lues khususnya. Bantuan modal usaha dianggarkan setiap tahun dan merupakan pinjam modal tanpa bunga untuk menghindarkan masyarakat dari para rentenir berkedok koperasi.

Pemerintah kabupaten Gayo lues menyerahkan bantuan modal usaha secara simbolis oleh Bupati setempat kepada sejumlah warga ketika itu berlangsung di Kantor Baitul Mal tersebut pada tahun 2020. Hal ini memang sudah menjadi program prioritas terhadap bantuan modal usaha untuk pelaku usaha masyarakat fakir dan miskin, yang sifatnya berupa dana bergulir

Selain itu, berkaitan dengan program pemerintah yang dituangkan dalam Visi Misi Bupati dan wakil Bupati setempat menuju Gayo Lues yang Islami, Mandiri dan Sejahtera, Baitul Mal juga juga menyediakan bantuan untuk santri Hafiz non bording sebanyak 696 orang dengan total biaya Rp 1.252.800.000 (satu milyar dua ratus lima puluh dua juta delapan ratus ribu rupiah).

Yang mendapat beasiswa tersebut dengan hafalan 1-7 juz. Bahkan untuk calon hafidz yang hafalannya 1 juz sebelumnya dilakukan seleksi, sementara calon hafidz yang sudah mampu menghafal diatas 2 juz otomatis semua dapat bantuan beasiswa itu. Penyaluran dilakukan melalui nomor rekening masing-masing para calon hafidz.

Total hafidz dan hafidzah non boarding atau tidak tinggal diasrama menerima bantuan beasiswa dari pemerintah daerah yang disalurkan melalui Baitul mal di Kabupaten Gayo Lues tersebut sebanyak 696 orang, bantuan itu disalurkan oleh Bupati Galus M Amru di aula Kantor Baitul Mal.

Penerimaan bantuan beasiswa tersebut terdiri dari laki-laki (calon hafidz) yakni 86 orang, sedangkan sisanya perempuan (calon hafidzah) 610 orang. Sebenarnya data calon hafidz dan hafidzah non boarding sebanyak 1.443 orang, namun mengingat dana bantuan beasiswa terbatas, sehingga yang tertampung hanya 696 orang berdasarkan hasil seleksi.

Dengan adanya bantuan beasiswa diharapkan pemerintah bisa dijadikan sebagai motivasi para hafidz non boarding yang ada disekolah-sekolah supaya terus meningkatkan hafalannya, begitu juga dengan hafidz yang belum mendapatkan beasiswa agar terus belajar, sehingga jumlah hafidz dan hafidzah terus bertambah di kabupaten berjuluk seribu hapiz tersebut.

Tidak samapai disitu, Biasiswa, untuk pelajar luar negeri, seperti mahasiswa di alazhar Qairo, lembaga ini juga memberikan kepada 14 orang mahasiswa dengan besaran Rp 1.000.000 (satu juta rupiah ) kepada setiap orangnya diberikan selama 12 bulan, dana ini bersumber dari
Infak 9 bulan dan Ibnusabil 4 bulan.

Program beasiswa akan tetap berlanjut, pada tahun 2021, Baitul Mal juga menyediakan beasiswa untuk 25 orang mahasiswa yang kuliah di luar negeri

Kemudian, Baitul Mal juga menyantuni Pakir miskin sebanyak 11.400 Kepala Keluarga (KK), total bantuan dana yang digelontorkan sebanyak 11.200.000.000 (sebelas miliyar dua ratus juta rupiaah, bantuan ini disalurkan dua tahap, tahap pertama tersalur sebanyak 4.700.000.000 (Empat milyar tujuh ratus juta rupiah), dan tahap dua disalurkan sebanyak Rp 6.500.000.000 (enam miilyar lima ratus juta rupiah).

Fakir miskin juga mendapat bantuan dalam bentuk rehap rumah, bantuan ini juga dinilai turut mengurangi angka kemiskinan yang ada di Gayo Lues. seperti program lain yang diberikan kepada masyarakat yang tujuannya meringankan beban dan kemaslahatan umat.

Rumah yang direhab berdasarkan usulan yang didisposisi oleh pemerintah Gayo Lues. Survey kelayakan dilakukan oleh Baitul Mal. Rehab yang dilakukan beragam tergantung keputusan hasil survey dilapangan oleh tim dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Baitul Mal Gayo Lues.

Jumlah bantuan rehap rumah ada 154 unit yang tersebar diseluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Gayo Lues, setiap rumah yang direhap dibantu dana Rp 16.500.000 (Enam belas juta lima ratus ribu rupiah).

Meskipun menurunkan angka kemiskinan tentu tidak mudah dan sudah banyak program bantuan baik tunai ataupun non tunai yang disalurkan Baitul Mal Gayo Lues diharapkan indeks kemiskinan di Gayo Lues bisa menurun melalui program yang sudah dikucurkan Baitul Mal.

Selanjutnya, untuk ketua Baitul Mal kampung seluruh kampung dengan jumlah 145 kampung juga diberikan gaji sebesar Rp , 500.000 (Lima ratus ribu rupiah) setiap orangnya, gaji ini hanya diberikan sekali dalam satu tahunnya. Selain ketua Baitul Mal Kampung, guru ngaji yang ada di desa sipatnya mandiri juga diberikan intensif melalui lemabaga ini.

Bantuan lain sifatnya non pisik seperi dana taktis pada tahun 2020 juga tersedia sebesar Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dana ini diperuntukan membantu korban bencana alam separi kebakaran, puting beliung dan lain sebagainya. Dana taktis juga dipergunakan untuk membantu Mualaf dan musafir.

Di tahun 2020, Baitul mal juga memberikan Bantuan kepada 3 orang warga Gayo Lues yang menderita sakit menahun. Semua bantuan yang direalisasikan bukan semata inisiatif dari piahak baitul Mal, namun berdasarkan rekomendasi dari intansi terkait.

(Redaksi Baranews)

News Feed