oleh

Berisi 133 Judul, Buku Lagu Didong Ciptaan Ceh Sali Gobal Akan Terbit

 

ACEH YENGAH, BARANEWS | “Lagu Didong Ciptaan Sali Gobal” yang disusun Abduli, Sukri S, Pependy S, Riansa Ariefa, S.Pd., dan Binta Maela, S.Pd. segera terbit. “Sampai saat ini, alhamdulillah, sudah 133 judul yang terkumpul. Baru ketemu satu judul lagi, yang berjudul kelubung,” kata Binta Maela, S.Pd., putra ceh legendaris Sali Gobal, Minggu (27/11/2022).

Naskahnya, ungkap anak keempat Sali Gobal tersebut, sudah dikirim ke penerbit, Mahara Publishing. “Sebelumnya, berisi 120 karangan Sali Gobal, ada 211 halaman, ukuran A4. Informasi dari penerbit, masih dilayout. Setelah itu, baru diajukan ISBN-nya,” sebut Binta Maela, S.Pd.

Karya-karya Sali Gobal, ungkapnya, sudah pernah diketik ulang dengan menggunakan mesin ketik. Kemudian, diketik ulang menggunakan komputer. “Jadi, ada sedikit perubahan. Terutama, di daftar isi yang sebelumnya belum diurut berdasarkan abjad. Sekarang, sudah alfabetis, kecuali “Urohe” dan “Persalaman.” Sebab, dalam didong jalu (didong yang dipertandingkan semalam suntuk), “Urohe” pertama dilagukan. Lalu, “Persalaman” dan dilanjutkan dengan lagu lainnya,” sebutnya.

Dilanjutkan Binta Maela, almarhum Sanusi Aman Jemara yang merupakan putra sulung Sali Gobal yang paling bersusah payah mengumpulkan lagu-lagu Sali Gobal. “Saya menyaksikan sendiri, bagaimana Bang Sanusi berkali-kali menulis ulang lagu didong Bapak karena sering hilang. Tahun 1988, waktu saya pulang ke Takengon, saya minta ke beliau agar semua catatan lagu ciptaan Bapak saya bawa ke Binjai. Kemudian, mulai saya ketik manual dengan mesin ketik dan selesai tahun 1989,” tuturnya.

Tujuan penerbitan karya-karya Saling Gobal, sambungnya, untuk mendokumentasikan lagu-lagu ciptaan Sali Gobal, terutama yang sudah ada pada keluarga. “Masih ada juga yang belum ada sama kami, walaupun kami sudah berusaha mencarinya dan mengingat-ngingat kembali. Tapi, belum ketemu, terutama pada saat awal berdirinya kelop Kemara Bujang. Pada saat itu, sudah mulai didong semalam suntuk, lagu-lagu didong pun sifatnya hafalan. Jadi, tidak membawa catatan ke arena pertandingan. Namanya hafalan, lambat laun lupa. Lagu-lagu seperti inilah yang tidak ada sama kami, keluarga,” aku Binta Maela.

Ke depannya, harap Binta Maela, lagu-lagu karangan Sali Gobal bisa direkam ulang. Juga, membuat not baloknya. “Termasuk, menerjemahkannya ke bahasa Indonesia, mendaftarkan hak cipta lagu-lagu Sali Gobal,” tegasnya (RED)

Jangan Lewatkan