oleh

Belum Juga Usai, Dugaan Pemalsuan IPK di Unimal Terancam Pidana

 

Lhokseumawe, Baranews  | Pemilihan Raya Mahasiswa Universitas Malikussaleh (Pemira Unimal) ternyata belum mendapat keabsahan dari pimpinan kampus karena disinyalir adanya indikasi kecurangan soal data adminstrasi.

Seperti belum lama ini, beredar di beberapa media, statement dari UPT Kehumasan Unimal dan Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Unimal yang mengakui BEM Unimal belum mendapatkan SK definitif dari Rektorat.

Sebelumnya, salah satu Paslon PEMIRA Unimal mengaku telah mengajukan gugatan pada DPM, namun gugatan tersebut ditolak yang dinilai tanpa alasan dan hukum yang jelas.

Disamping itu, Salah seorang mahasiswa Unimal pun turut berkomentar, menurutnya Keabsahan PEMIRA kemarin pun terancam.

“Jika Pemalsuan IPK ini memang benar, jadi ada ancaman si Paslon atau yang terpilih ini bisa didiskualifikasi,” ujar salah seorang mahasiswa, yang tak ingin namanya disebutkan,” Jumat (3/9/2021)

Mahasiswa ini juga menilai, Pemalsuan ini bukan masalah ringan, tetapi bisa masuk dalam ranah hukum.

Tak sampai disitu, ternyata salah satu Paslon yang di gugat yakni Paslon A sudah dilaporkan ke Satuan Reserse Kriminal Umum (Satreskrim) Polres Lhokseumawe.

Paslon A dituding memalsukan IPK demi memuluskan syarat administrasi saat hendak mencalonkan sebagai calon ketua BEM Unimal Periode 2021-2022.

Tak sampai disitu, PEMIRA Unimal yang masih bermasalah ini ternyata masuk dalam ruang pidana. Bahkan pihak yang keberatan, yang awalnya menggugat kemudian melaporkan ke satuan reserse kriminal (Satreskrim) polres Lhokseumawe.

Hal itu, dibenarkan oleh, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, S.IK,M.H.
Menurut Kapolres, saat ini tengah pemeriksaan saksi-saksi.

“Sudah ada laporan, lagi diperiksa saksi-saksi,” kata AKBP Eko Hartanto, (10/09) sekira pukul 09.33.

Tahapan tersebut diperkirakan terus berlanjut, dan pihak media belum dapat mengkonfirmasi terkait ancaman hukuman terkait dugaan Pemalsuan IPK di Unimal.

Namun pihak media coba konfirmasi terkait ancaman dan perkembangan dugaan Pemalsuan tersebut, hingga berita ini tayang belum mendapatkan balasan. (Munawir)

News Feed