oleh

Beli Pupuk Subsidi Wajib Pakai Kartu Tani

Ilustrasi/net

 

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO | Pemerintah memberikan pupuk bersubsidi kepada para petani dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional. Pemberian pupuk bersubsidi ini haruslah memenuhi enam prinsip utama yang sudah dicanangkan atau disebut 6T, yakni tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, dan tepat mutu.

Agar bisa memenuhi prinsip 6T, Kementerian Pertanian (Kementan) terus kawal dan membenahi sistem pendistribusian pupuk subsidi. Di antaranya lewat e-RDKK dan penerapan kartu tani serta memperketat pengawasan.

Mengenai pupuk bersubsidi ini diatur dalam Surat Keputusan Menperindag No. 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003, tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian.

Terkait dengan hal tersebut Pemerintah menerapkan kebijakan penebusan pupuk subsidi harus menggunakan Kartu Tani (KT). Hanya saja, kebijakan penyaluran subsidi tertutup ini akan diberlakukan secara bertahap karena saat ini belum semua petani memiliki KT.

Dilansir dari finance.detik.com, pada  (27/02/2021) disebutkan PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan petani tetap bisa membeli pupuk bersubsidi dengan mudah meskipun belum memiliki Kartu Tani. Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana menuturkan produsen dan distributor pupuk tetap dibolehkan menyalurkan pupuk subsidi kepada petani.

Namun, dengan catatan petani yang mau membeli pupuk subsidi wajib terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) yang dikelola Kementerian Pertanian.

“Asalkan terdaftar dalam Kelompok Tani dan e-RDKK, tetap dapat menebus pupuk bersubsidi secara manual,” kata Wijaya melalui keterangannya, Rabu (23/9/2020).

WIjaya mengatakan semua distributor dan Kios Pupuk Lengkap (KPL) ketika menyalurkan pupuk bersubsidi, akan mewajibkan petani melakukan pengisian formulir pembelian yang berisikan data diri petani. Mulai dari nama, NIK, nama kelompok tani, dan jenis serta volume pupuk yang dibeli.

“Formulir tersebut penting untuk pendataan agar pupuk bersubsidi yang disalurkan betul-betul tepat sasaran dan tidak terjadi duplikasi,” ujar Wijaya.

Sementara itu PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Kabupaten Aceh Utara Tahun 2021 tingkatkan produksi Pupuk Urea bersubsidi  sesuai kebutuhan para petani di Aceh, Kamis 25 Februari 2021.

Direksi PT Pupuk Iskandar Muda Yanuar Budinorman,melalui Manager Humas Pim,Nasrun SH,Mengatakan,Peningkatan produksi Pupuk kali ini, sesuai dengan surat keputusan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh dengan alokasi pada Tahun 2021 mencapai 76.006 ton,Ungkapnya.

“Jumlah ini meningkat 7.046 ton atau naik 10,21 persen dibandingkan tahun sebelum nya sebanyak 68.960 ton,”.

Ia menambahkan,penambahan produksi Pupuk Urea bersubsidi tahun ini ,nanti nya akan disalurkan ke sejumlah Kabupaten,yaitu Aceh Selatan sebanyak 3.000 ton, Aceh Tenggara mencapai 6.073 ton, Aceh Timur sebanyak 6.500 ton,Aceh Tengah 2.100 ton, Kabupaten Aceh Barat, 2.000 ton, dan untuk Aceh Besar berjumlah 8.042 ton.,Kabupaten Pidie sebanyak 8.000 ton,Aceh Utara 12.000 ton, Simeulue 857 ton,Aceh Singkil 1.550 ton, Bireuen 3.100 ton, dan Aceh Barat Daya 4.600 ton.  Selanjut nya Kabupaten Gayo Lues 1.500 ton, Kabupaten Aceh Jaya 2.100 ton, Kabupaten Nagan Raya 3.260 ton, Kabupaten Aceh Tamiang 2.305 ton, Kabupaten Bener Meriah 3.500 ton,  Sementara Kabupaten Pidie Jaya 2.999 ton, Kota Banda Aceh 10 ton, Lhokseumawe,160 ton, Kota Langsa  550 ton,serta Kota Subulussalam sebanyak 1.800 ton.

Harapan kami berkomitmen  untuk upaya pencapaian visi yang dicanangkan menjadi perusahaan pupuk dan petrokimia yang kompetitif untuk para petani yang memerlukan kebutuhan pupuk Urea subsidi tepat sasaran sesuai target, jelasnya. (RED)

News Feed