oleh

Beasiswa Untuk Santri Oleh China, Srategi Jebakan Baru Bagi Generasi Muda Islam

UPDATE COVID-19 NASIONAL

Global

2738
Confirmed
221
Deaths
204
Recovered
Santri membawa perlengkapan untuk dibawa pulang saat libur Maulid di Pondok Pesantren Tahfidz Al Quran Al Amin, Sumenep, Jawa Timur, Kamis (7/11/2019). Dalam kalender pendidikan pesantren yang dikenal hingga negara-negara tetangga itu, berlaku dua kali liburan yaitu Maulid dan Ramadhan. ANTARA FOTO/Saiful Bahri/ama.

China tawarkan beasiswa untuk santri Indonesia.beasiswa tersebut di tawarkan oleh china pada program santri untuk perdamiaan dunia.pemerintah china menawarkan beasiswa tersebut untuk memperdalam ilmu pengetahuan dan teknologi.indonesia yang tergabung dalam program santri untuk perdamaian dunia dan berkunjung ke negeri yang di juluki negeri tirai bambu tersebut.program ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah china dan di terima secara resmi oleh kementrian luar negeri china di baijing.

Program beasiswa ini sekilas kelihatan bagus dan kesannya membantu kemajuan genersi muda bangsa ini,khususnya kalangan santri.namun seharusnya tidak serta merta program beasiswa diterima tampa melihat dari segi kepentingan Negara yang memberikan ,apalagi yang memberikannya adalah china yang beridologi marxis-leninis.bagi saya tidak mungkin ketulusan membantu,beasiswa hanyalah sekedar pencitraan atau ada tujuan yang lebih jauh .program-program beasiswa luar negeri yang di tawarkan dan telah berjalan,pada hakikatnya adalah sebuah jebakan bagi generasi muda ini,khususnya generasi muda islam.hal berikut dapat kita lihat dari dari poin berikut :

Pertama,program-program yang sudah berjalan di Indonesia sangat banyak dari luar negeri.namum untuk kalangan pelajar dan pendidikan islam seperti pesantren  dan PTAI,ada dua program kerjasama pendidikan dengan luar negeri yaitu amerika dan Australia.amerika dan Australia meluncurkan beasiswa pendidikan untuk para santri dan pelajar muslim di PTAI.tidak hanya beasiswa program-program ini di mulai dengan kegiatan “changed student” dan “studi banding” untuk menarik minat mereka kelak sekolah di kedua Negara tersebut.selama kurang lebih 2 minggu dari program changed student,midset santri berubah 180’ terhadap barat.sesuai dengan di harapkan oleh Negara-negara barat (Amerika  dan Australia).

Kedua ,program beasiswa dari barat cenderung bermuatan pemikiran bukan saintek.karena jika program saintek,prosedur masuknya sangat susah,apalagi pelajar santri dan PTAI adalah pendidikan berwajah pemikiran bukan saintisdan teknologi,jurusan yang di tawarkanpun juga berbau sosial,politik,budaya,dan hokum yang di mana kita tau mengandung pemahaman sekuler,liberal,kapitalis demokrasi dan ham ala barat.hingga hilanglah nilai-nilai islam dan keyakinan terhadap islam sebagai hokum tertinggi yang wajib di terapkan.

Ketiga,kini china menyusul langkah amerika an Australia.namun bahasa china lebih mencurigakan dengan mengatakan pemberian beasiswa untuk santri sebagai wujud perdamaian dunia.perdamaian mana yang di maksud tersebut? Apakah semua santri bisa belajat ke china? Bukankah beasiswa tesebut hanya segelintir orang yang dapat menikmati? Bagi saya ini hanya propaganda. china ingin menjebat generasi muda ini dengan program beasiswa,sebagaimana bara telah menjebak di awal dan melahirkan orang-orang liberal untuk perpanjangan kepentingan mareka di negeri yang kita cintai ini. Begitu juga china ingin memamfaatkan santri sebagai “corong” penyampai kepada dunia bahwa mereka bukanlah “teroris” bahwa mereka tidak memperlakukan muslim china sebagaimana media memberitakan di seluruh dunia,bahwa muslim Xianjiang baik-baik saja.tentulah jika para santri yang mendapat beasiwa ini yang bicara pada dunia,pasti akan memberikan pengaruh yang luar biasa,kalau china yang berbicara mungkin tidak akan di dengar,tapi kalau alumni santri yang bicara dan menyampaikan kondisi saudara muslimnya di Xianjiang baik-baik saja makan ini akan mengubah pandangan dunia terhadap china dan kejahatanya.tentu ini keberuntungan luar biasa yang di dapatkan oleh china.

Penerimaan beasiswa oleh suatu Negara adalah bukti kegagalan Negara tersebut dalam mengelola pendidikan dan juga membina kaum mudanya,oleh karena itu hannya islam lah solusi untuk mendidik generasi agar tidak melek terhadap barat ataupun china,tidak salah belajar sains dan teknologi ke luar negeri, tetapi bukan untuk belajat tsaqofahnya.oleh karena itu solusi yang tepat untuk memutus beasiswa yang penuh dengan jebakan ini adalah dengan menerapkan syariat islam secara totalitas.bukan aspek spiritual atau pendidikan saja,tetapi juga di bidang ekonomi,politik,kesehatan,sosial,budaya dan keamanan.

Penulis : ROZI USLIZA SAPUTRA

Mahasiswa ilmu politik,uin ar-raniry banda aceh.

[COVID-19]

News Feed