oleh

Batalyon 114 Satria Musara Bersihkan Bendera Merah Putih Permanen di Puncak Bur Temun

Bener Meriah. Baranewsaceh. co –  Dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI ke 74 Tahun 2019, Batalyon RK 114/SM, membersihkan Bendera Merah Putih raksasa permanen yg berukuran 45×8 meter, yang berlokasi di kampung Bale Redelong, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.

Komandan Batalyon RK 114/Satria musara, Letkol Inf. Valyan Tatyunis, menyatakan, bendera raksasa permanen yang terbuat dari semen dengan ukuran 45×8 meter, memiliki keunikan, sehingga layak untuk kita jadikan sebuah pakta bersejarah. Sebagai lambang persatuan dan kesatuan.

Ini merupakan suatu kelebihan yang patut dibanggakan dari masyarakat dataran tinggi tanah Gayo, sehingga nantinya bendera Merah Putih ini akan menjadi bukti sejarah terhadap generasi penerus bangsa ini. Mengerti dan mengetahui serta menghargai jasa para pahlawannya.

Pembangunan bendera tersebut yang melambangkan semangat juang masyarakat Bener Meriah, merupakan simbul keperkasaan perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan sang Merah Putih, di daerah berhawa dingin ini. Sebut Danyon Valyan.

Selanjutnya, Kadis Kominfo Bener Meriah, Irmansyah, S. STP kepada media ini, sebelum adanya kegiatan pembersihan tersebut, mengatakan, beliau sempat bersilaturahmi ke mako kopassus di cijantung dengan salah satu dari penggagas pembuatan bendera permanen ini, yang sekarang menjadi Wadanjen Kopassus Brigjen TNI Muhamad Hasan.

Dan mendapatkan amanah langsung untuk membersihkan dan pengecatan kembali bendera permanen tersebut, Irmansyah melaporkan kepada Bupati Bener Meriah, Tgk. H. Sarkawi dan berkoordinasi dengan Komandan Kodim 0106 Letkol Inf. Hendri Widodo juga komandan Batalyon RK 114/SM, Letkol Inf Valyan Tatyunis, baru baru ini.

Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, Personil Batalyon RK terjun langsung membersihkan dan dalam beberapa hari kedepan akan kita lakukan pengecatan kembali dengan warna Merah dan Putih, yang di koordinir oleh Wadanyon RK 114/SM, Mayor Seto, hal ini bertepatan dengan peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan HUT RI ke 47 Tahun 2019.Terang Irmansyah.

Bendera tersebut sudah diresmikan tanggal 14 November 2011 oleh Pangdam IM, Mayor Jendral TNI, Adi Mulyono, dan Bupati Bener Meriah, Ir. Tagore Abu Bakar, Dikatakan, bendera Merah Putih yang dibangun di Bener Meriah itu belum ada di daerah lain, sehingga memiliki keunikan tersendiri.

Disamping itu juga Irmansyah mengatakan, dengan adanya bendera permanen tersebut kita seluruh masyarakat dataran tinggi gayo prov Aceh sangat berbangga dengan keberadaan bendera permanen tersebut, karena nilai juang yang dimiliki untuk mengenang pejuang yang telah merebut dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bahwa kita ketahui disaat agresi militer belanda ke II desember 1948- 1949 dari koordinat hutan belantara rimba raya disuarakan bahwa indonesia masih ada dan mengcounter berita Hoaks yg disampaikan melalui radio hilversum milik belanda bahwa republik indonesia sudah bubar, radio perjuangan rimba raya inilah sebagai penyuara terakhir bangsa ini yg menyampaikan kepada dunia bahwa republik indonesia masih eksis dan akhirnya sampai ke konfrensi meja bundar.

Keberadaan Bendera tersebut berada diketinggian 1500 meter dari permukaan laut. Kedepan Selain bukit merah putih ini, akan dijadikan distinasi wisata di Bener Meriah.

Setelah pelaksaan upacara memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan HUT RI ke 74 tahun 2019 kita jg menerjunkan tim paralayang dri puncak merah putih yg membawa bendera yg berukuran 17x 8M yg akan mendarat di lapangan upacara simpang tiga redelong. (Red/DN)

News Feed