oleh

BaraJP Desak Polres Gayo Lues Turunkan Tim Audit BPKP Aceh untuk Penghitungan Kerugian Negara Terkait DSI

Gayo Lues. Baranewsaceh.co – Berdasarkan pemantauan BaraJP bahwa selama kurang lebih dua bulan Unit Tipikor telah melakukan serangkaian penyidikan dan melakukan pemeriksaan terhadap puluhan saksi baik dari Pihak pengelola pondok pesantren Dikabupaten Gayo Lues maupun dari Dinas terkait.

Dan setelah Pulbaket udah seharusnya juga Unit Tipikor Satreskrim Polres Gayo Lues untuk segera menurunkan tim audit dari BPKP Aceh untuk segera melakukan penghitungan kerugian negara terkait dugaan Korupsi makan minum karantina Hafizh tahun anggaran 2019 yang menelan Anggaran 9 milyar lebih,Tegas Ketua BaraJP Gayo Lues Norman Sembiring.(Senin10/08/2020).

Dimana diberitakan sebelumnya bahwa polres Gayo Lues telah melakukan Lidik terhadap 3 dugaan kasus korupsi digayo Lues yaitu kasus dugaan Korupsi makan minum karantina Hafizh tahun anggaran 2019, Hibah KONI 2018,dan Hibah PKK 2018,kita juga mau ketiga kasus dugaan Korupsi yang dilidik Polres Gayo Lues itu ada titik terangnya setelah dilakukan Lidik.tambah Norman Sembiring.

Dimana sebelumnya terkait dengan Dugaan Korupsi Makan Minum Karantina Hafizh tahun anggaran 2019 yang nilainya mencapai milyaran rupiah, Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada, MPhil melalui Dikrimsus Kombes Pol Margiyanta.SIK mengatakan via WhatsApp kepada media ini akan cek ke kasubdit dulu ya,ujar Dirkrimsus Polda Aceh (Jumat,03/07/20) kemarin

Senada dengan Praktisi Hukum M Purba SH menambahkan,jika memang sudah pulbaket yang dilakukan penyidik selama kurang lebih dua bulan ini kita pantau maka sudah seharusnya pihak penyidik unit Tipikor Satreskrim Polres Gayo Lues menghadirkan tim audit BPKP Aceh ke Gayo Lues tegas praktisi ini,Dimana dalam hal ini setelah kerugian negaranya dihitung untuk segera melakukan penetapan status hukum kepada yang terlibat dalam penyalahgunaan penggunaan anggaran tersebut.Tegasnya. (Red)

News Feed