oleh

Banyak Proyek Fisik di Aceh Tenggara Disinyalir Asal Jadi

*Karena survei lapangan, perencanaan, kurang diperhatikan
*Tahapan pekerjaan kurang diperhatikan

Oleh: Januar Pagar M.Lubis

Beberapa tahun belakangan ini, karena Penulis bekerja sebagai Wartawan, dan sering berkunjung ke lapangan(lokasi proyek); Banyak Proyek yang disinyalir asal jadi, atau tidak berkualitas, sesuai dengan rancangan anggaran dan biaya(RAB), ataupun bestek.

Hal yang membuat Proyek fisik ini, dinilai kurang bermutu menurut penulis adalah, karena kurangnya perencanaan, survei lapangan, material bangunan, kecakapan tukang, mandor lapangan, dan pengawasan, dll.

Salah satu contoh yang perlu diperhatikan adalah, adanya survei lapangan.Bagaimana sebenarnya keadaaan tanah, tempat lokasi proyek yang akan dibangun.Apakah tanah itu, tanah yang rata, tanah yang miring, tanah liat, tanah yang berbatu-batu; Lahan kering, atau lahan basah.Juga, apakah tanah lokasi proyek yang akan dibangun, di pinggir jalan, di persawahan, di tempat pemukiman penduduk, jauh dari kota (pedalaman), dsb.Semuanya memerlukan survei lapangan, yang akan mempengaruhi perencanaan, proses pembangunan, dan kualitas bangunan.

Ditambah lagi, dalam proses pembangunan proyek fisik, harus juga memperhatikan kualitas material, ukuran material bangunan, kecakapan Tukang, mandor, dan pengawasan dari internal(CV), serta pengawasan dari dinas terkait(eksternal).

Biasanya, Proyek-proyek fisik yang dikerjakan tiap tahun, di Kabupaten Aceh Tenggara, berasal dari Dinas Pekerjaan umum dan penataan ruang(PUPR), Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan pertanahan, Dinas pendidikan dan kebudayaan, dan dari Dinas kesehatan.

Dari Pantauan Jurnalis Media online Baranews.aceh di lapangan, beberapa tahun ini, banyak proyek di Aceh Tenggara, yang dinilai kurang bermutu, karena diduga kurangnya survei lapangan, perencanaan, kualitas material bangunan, tanggung-jawab pelaksana bangunan, dan pengawasan.

Beberapa proyek fisik di Aceh Tenggara, yang disinyalir aneh dan kurang bermutu, hanya bertahan beberapa bulan, dan tahunan; Adalah Proyek fisik pembangunan jalan Lawe Tua-Lawe Serke, Proyek Pemadam kebakaran di Kecamatan Leuser, Proyek saluran drainase di desa Sejahtera menuju desa Perdamaian Kecamatan Babul Makmur, Proyek pembangunan Puskesmas-puskesmas tahun 2016, yang tidak ada air, dan Mesin pendaur ulang limbah tidak berfungsi, dll.Semoga kedepannya, hal-hal ini diperhatikan oleh pelaksana bangunan, para pemangku kepentingan (stakeholders), untuk menjaga kualitas bangunan.Dan, dana yang digelontorkan untuk proyek pembangunan fisik, efektif, efisien, dan ekonomis Semoga…!!!

Penulis: Jurnalis media online Baranews.aceh

News Feed