oleh

Bang Saf : PLT “Hentikan Pemborosan Uang Rakyat”

Banda Aceh, Barabewsaceh.co – Belum tuntas persoalah masalah pembangunan rumah dhu’afa yang gagal dilaksanakan dari tahun 2018 dan 2019, dan dengan bangganya membeli mobil baru demi prestise sebagai sebuah daerah otonomi khusus walaupun rakyat terus menjerit karena terus terhimpit dalam belenggu kemiskinan akibat kurangnya perhatian dari pemerintah. Rabu, (11/12/2019).

Darnisaf Husnur atau yang akrab disapa Bang Saf yang merupakan mantan Aktivis 99 mengatakan, “terhadap pembelian 4 unit pesawat N219 yang lebih heran lagi wakil rakyat (DPRA) seperti menutup mata terhadap pemborosan anggaran tersebut, mereka (DPRA) hanya diam terhadap kenerja PLT yang semakin hari semakin tidak tentu arah.

“Pembelian 4 unit pesawat N219 dengan alasan konektifitas antar pulau, Plt Nova Iriansyah begitu mudahnya membuat MOU dengan PT.DI dengan program pembeli pesawat N219 baru dan setelah sebelumnya pengadaan mobil baru, padahal selama ini kinerja aparatur pemerintahan sangatlah bobrok,”katanya Darnisaf.

“Penggunaan anggaran yang tidak peduli kepada kepentingan rakyat banyak sangat menyakitkan dengan pembelian pesawat 4 unit pesawat, semakin jelas bahwa PLT tidak layak sebagai duduk pemimpin untuk rakyat Aceh,”ungkap Darnisaf.

1 unit Pesawat mencapai Rp 81 Miliyar, maka pemerintah Aceh akan mengeluarkan anggaran sebesar Rp 324 Miliyar untuk pembelian 4 unit pesawat N219 di kutip dari media klikmerdeka.com.

“Anggaran dengan nilainya hampir 1/2 T tersebut digunakan pada barang yang tidak begitu bermanfaat bagi rakyat, kecuali pengusaha yang super sibuk,”imbuhnya Darnisaf

Darnisaf Husnur menjelaskan, “nah sekarang berapa % yang betul-betul pengusaha di Aceh, kecuali pengusaha kontraktor yang masih menetek pada APBA, itupun bisa kita hitung dengan jari.

“Dalam hal pembelian 4 unit pesawat sekaligus apakah sudah di hitung untung dan ruginya baik dari segi operasional dan perawatan maupun omset yang akan didapatkan, apakah seimbang dan jangan karena uang banyak, dengan seenaknya menggunakan anggaran,”ungkap Darnisaf yang merupakan Aktivis 99.

Darnisaf Husnur juga menambahkan, “Menyukseskan program ACEH HEBAT, bukan dengan membeli fasilitas seperti dipertontonkan sekarang ini dengan pembelian 4 Unit pesawat sekaligus namun kemiskinan di Aceh tidak diperhatikan.

“namun apa yang hendak dikata ternyata nafsu kenyamanan lebih besar dengan fasilitas yang wah, sehingga lupa pada rakyat yang telah memilihnya, yang semakin hari semakin susah.

“gila, memang semakin gila dalam melaksanakan program pemborosan uang rakyat yang hasilnya hanya dinikmati oleh para elit yang rakus pada harta kemewahan tanpa memikirkan efek yang akan ditimbulkan kepada masyarakat kelas bawah, seperti yang dipaparkan oleh Ketua ombudsman Taqwadin beberapa hari yang lalu, publik hanya mendapatkan anggaran 30% , sedangkan pada program peningkatan status kehidupan aparatur negara mencapai 70% ,”jelas Darnisaf.

“Sekarang sudah ada program baru lagi, bagaimana uang sebanyak itu harus dapat mereka nikmati untuk kalangan aparatur pemerintah sebesar-besarnya, tanpa peduli pada kehidupan rakyat miskin, sehingga rakyat hanya dapat bermimpi untuk hidup sejahtera.

“Rakyat tidak butuh pesawat, mobil baru, dan lain sebagainya, yang mereka butuhkan adalah bagaimana 15 program Aceh Hebat dapat terealisasi, sehingga mereka bisa menikmati anggaran OTSUS yang jelas-jelas diperuntukkan bagi mereka seperti tersebut dalam perjanjian MOU Helsinki dan UUPA,”pintanya.

“Plt, bekerjalah dengan mata hati, bapak jadi Plt karena BW tersandung kasus hukum yang sampai sekarang belum jelas, jangan gunakan kesempatan ini untuk mengobok-obok program yang di cetuskan saat kampaye, yaitu 15 program Aceh Hebat, bukan program mengelabui rakyat,”tutup Darnisaf Husnur yang juga tokoh Masyarakat Aceh Besar (RED)

News Feed