oleh

Asisten III Ir. Bambang Waluyo Buka Kompetisi Kerawang Dan Fashion Show

WhatsApp Image 2019-10-27 at 10.44.28(1)
WhatsApp Image 2019-10-27 at 10.44.25
WhatsApp Image 2019-10-27 at 10.44.27
WhatsApp Image 2019-10-27 at 10.44.28(2)
WhatsApp Image 2019-10-27 at 10.44.26
WhatsApp Image 2019-10-27 at 10.44.28
WhatsApp Image 2019-10-27 at 10.44.27(1)

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO –  Asisten III Ir. Bambang Waluyo membuka kompetisi Kerawang dan Fashion Show di Blae Musara dihadiri oleh Muspida Plus, Para Camat dan peserta penjahit terbaik dan Fashion Show berlangsung di Blae Musara Minggu (28/10/2019).

Asisten III Ir. Bambang Waluyo mengatakan, motif yang terdapat pada kerawang milik Kabupaten Gayo Lues menjadi salah satu motif paling digemari saat ini yang terdiri dari Leladu, rempelis, emun berangkat, desirung, cabang tige, tulen iken, bunge kipes, mata itik, gegaping,
tampuk manis, bunge lapan, bunge panah, sede rino, puter tali, bunge tabur, pucuk rebung.

Tujuan mengadakan kompetisi Kerawang dan fashion show untuk menggali motif-motif Kerawang serta mengembangkan Kerawang Gayo, hal ini dipopulerkan saat Kabupaten Gayo Lues berdiri sehingga sampai saat ini sudah dikenal mulai dari dalam dan luar negeri.
Menurutnya, perkembangan kerawang dari tahun ke tahunpun semakin meningkat, pakaian kebanggaan masyarakat daerah berjuluk Negeri Seribu Bukit ini sukses mendapat perhatian mulai dari masyarakat Provinsi Aceh, Indonesia, bahkan ditingkatk internasional. Daya tarik, warna dan motif serta identitas tari Saman yang mendunia menjadi faktor pendukung kenapa motif kerawang Gayo Lues begitu digemari khususnya para wanita.

Kerawang Gayo adalah nama sebutan terhadap motif-motif ukir pada suku Gayo di Provinsi Aceh. Motif yang terdapat pada kayu bangunan rumah, bahan anyaman, gerabah, logam, dan kain merupakan kerawang. Dalam perkembangannya yang panjang, motif kerawang diukir juga pada gading, kayu dan disulam pada kain sebagai pelengkap rumah adat suku Gayo,” jelasnya.

Ketua Panitia Khalidin S.Pd mengatakan, secara harfiah, kata kerawang berasal dari dua kata yaitu “iker” yang berarti dasar buah pikiran, dan “rawang” yang berarti ramalan. Jadi Kerawang dapat diartikan ramalan sebuah pikiran pemagar adat, penambahan kata Gayo merupakan bentuk identitas dari suku Gayo yang bermukim di tanah Gayo.
Jumlah hadiah yang diperlombakan kompetisi Kerawang dan Fashion Show dua puluh satu juta rupiah, pelaksanaan nya selama dua hari jumlah peserta kerawang 15 orang dan peserta fashion show 15 orang yang terdiri dari kampung-kampung dan sekolah,” jelasnya singkat. (Teuku Saidi Ramli)

News Feed