oleh

Asisten II Buka Acara Jemput Pasung Gangguan Jiwa

banner 1155x168

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO  – Bupati Gayo Lues melalui Asisten II Muhammad Nuh, SP.d membuka acara Jemput Pasung bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang diselenggarakan Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh, di Aula Dinkes Selasa (30/04/2019).

Dalam sambutannya Asisten II menjelaskan, jemput pasung bagi orang dengan gangguan jiwa atau disingkat dengan ODGJ berat bertujuan untuk meningkatkan sinergi pemerintah dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang memiliki keluarga dengan gangguan jiwa.

Muhammad Nuh melanjutkan, kesehatan jiwa adalah bagian yang terintegrasi dalam semua aspek kehidupan, baik itu kesehatan, pendidikan, hukum, perlindungan anak dan perempuan, sosial politik dan keamanan. Gangguan jiwa berkaitan dengan prilaku yang membahayakan seperti bunuh diri. Undang-undang nomor 23 tahun 1966 tentang kesehatan jiwa menyatakan bahwa pasien dengan gangguan jiwa yang terlantar harus mendapatkan perawatan dan pengobatan pada suatu tempat perawatan.

Ia menerangkan, surat Menteri Dalam Negeri nomor PEM.29/6/15, tertanggal 11 November 1977 yang ditujukan kepada Gubernur Kepala Daerah tingkat 1 seluruh Indonesia meminta kepada masyarakat untuk tidak melakukan pemasungan terhadap penderita gangguan jiwa dan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menyerahkan perawatan penderita di rumah Sakit Jiwa. Surat tersebut juga berisi instruksi untuk para Camat dan Kepala Desa agar secara aktif mengambil prakarsa dan langkah-langkah dalam penanggulangan pasien yang ada di daerah.

“Untuk kabupaten Gayo Lues jumlah OGDJ pada tahun 2019 ada 221 orang, 6 OGDJ berat, 2 sudah dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh, 2 OGDJ berat akan dijemput pasung, 2 orang masih terpasung karena menolak dijemput pasung, artinya kita masih mempunyai tugas berat dalam pembebasan pasung di Kabupaten Gayo Lues,” Terangnya.

Muhammad Nuh menyebutkan, prioritas untuk kesehatan jiwa mengembangkan upaya kesehatan jiwa berbasis masyarakat (UKBJM) yang ujung tombaknya adalah Puskesmas dan bekerja sama dengan seluruh sektor untuk mencegah meningkatnya gangguan jiwa di masyarakat. Upaya pendekatan pada ODGJ bisa dilakukan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang diselenggarakan secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan oleh pemerintah daerah dan masyarakat.

“Seseorang dengan gangguan jiwa sering berhadapan dengan stigma, diskriminasi dan marginalisasi. Stigma menyebabkan mereka tidak mencari pengobatan yang sangat mereka butuhkan, atau mereka akan mendapatkan pelayanan yang bermutu rendah,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan orang dengan masalah kejiwaan yang dipasung dan terlantar, diperlukan upaya yang komprehensif dari segala aspek, kesehatan, ekonomi dan sosial. Upaya tersebut dikenal dengan program Menuju Indonesia Bebas Pasung. Upaya ini mengatur Pemerintah dan masyarakat.

” Peran masyarakat diharapkan mampu mengenali kasus-kasus gangguan jiwa di masyarakat, menghindari pemasungan dan mendorong anggota masyarakat untuk berobat dan melakukan kontrol, sehingga Gayo Lues bebas Pasung. Harapan kita bersama dengan kegiatan ini setiap dinas terkait bisa memberikan dukungan terbaiknya untuk mewujudkan masyarakat Gayo Lues yang Islami, Mandiri dan Sejahtera, Salam sehat jiwa,” tandasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kadis Kesehatan, Direktur RSJ Banda Aceh, Direktur RSUD Gayo Lues, Forkompinda, Staf ahli, Perwakilan Kepala Dinas Sosial, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekdakab, Kapolsek Kuta Panjang, Kapolsek Blangkejeren, Camat, dan Kepala Puskesmas Kabupaten Gayo Lues. (J.PORANG)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed