oleh

Angkat Topik Privasi dan Keamanan di Dunia Digital, Kominfo Adakan Webinar Nasional Listerasi Digital Kab. Pidie

 

PIDIE BARANEWS ACEH.CO | Bapak Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Ditindak lanjuti oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021. Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Aceh yaitu, Ir. H. Nova Iriansyah, M.T., dan Bp. Presiden RI Bapak Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021, Kamis, 12 Agustus 2021, Jam 09.00 WIB.

ILHAM RAMDANA, S.ST., M.IKOM (Penyiar Radio dan Dosen), pada sesi KECAKAPAN DIGITAL. Ilham memaparkan tema “BAHAYA PENGGUNAAN WIFI PUBLIK DALAM TRANSAKSI DIGITAL”. Dalam pemaparannya, Ilham menjabarkan peretasan data melalui wifi publik, meliputi jaringan situs tidak terenkripsi, penataan wifi yang buruk, serta titik akses penjahat. Ketika melakukan transaksi online, masyarakat memasukan data pribadinya, hal ini memungkinkan penjahat untuk meretas data masyarakat melalui jaringan wifi yang tidak aman. Tips dan trick menjaga agar aman dalam transaksi digital, antara lain tidak membuka akun bank atau kredit, tidak auto konek, tidak mengakses akun email pribadi, serta tidak membagikan file.

Dilanjutkan dengan sesi KEAMANAN DIGITAL, oleh TRESNAWATI, S.PD (Guru Perhotelan dan HUBIN SMK Bahagia Bandung). Tresnawati mengangkat tema “JANGAN ASAL SETUJU, KETAHUI DULU KETENTUAN PRIVASI DAN KEAMANANNYA”. Tresnawati menjabarkan privasi menyangkut privasi terhadap tubuh, privasi terhadap korenponden, serta privasi terhadap data atau informasi. Pentingnya keamanan privasi dalam dunia digital, untuk menghindari kekerasan berbasis gender online, penyalahgunaan data pribadi, pencemaran nama baik, serta pengendalian data pribadi. Hal yang harus dilakukan dalam menjaga keamanan privasi, antara lain pembatasan informasi dan data pribadi, pantang meminjamkan gawai pribadi, perkuat password, perhatikan izin, serta lapor bila terjadi insiden.

Sesi BUDAYA DIGITAL, oleh DRS. H. ABDULLAH AR, M.AG (Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie Provinsi Aceh). Abdullah memberikan materi dengan tema “LITERASI DALAM BERDAKWAH DI DUNIA DIGITAL”. Abdullah memaparkan makna literasi dakwah, merupakan upaya sungguh-sungguh untuk membaca dan menulis apa saja terkait dakwah. Dalam literasi dakwah diharapkan terjadi transformasi besar-besaran dalam metode dakwah selama ini yang masih berkutat pada dakwal bil-insan. Diharapkan dakwah juga dapat bergeser dari dakwah monolog ke dakwah dialog. Sumber materi dakwah meliputi, al-qur’an, hadits, dan  ijtihad. Unsur-unsur dakwah terdiri dari, orang yang mengajak (dai), orang yang diajak (mad’u), pesan, metode, media, dan efek. Nilai-nilai dalam dakwah meliputi, moderat, toleransi, adil, serta tidak radikal.

Tahadap dalam mengajak seseorang untuk dakwah diantaranya, memohon rahmat Allah SWT, lembutkan hati, tidak kasar, memaafkan, mendoakan ampunan atau kebaikan, musyawarah, istiqomah, dan tawakal. Terdapat nilai dakwah makna secara psikologis meliputi, kejujuran, keikhlasan, kesabaran, syukur, istiqomah, tawadu, dan sederhana. Jika seseorang mengubah pikirannya, maka akan merubah harapannya. Jika seseorang merubah sikapnya, maka akan merubah tingkah lakunya.

Narasumber terakhir pada sesi ETIKA DIGITAL, oleh RAHMAT MUSFIKAR, M.KOM (Dosen Pendidikan Teknologi Informasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh). Rahmat mengangkat tema “BIJAK SEBELUM MENGUNGGAH DI MEDIA SOSIAL”. Rahmat menjabarkan dampak positif menggunakan media sosial antara lain, memperluas jaringan pertemanan, menambah pengetahuan dan informasi terbaru, sebagai media penghibur, untuk berbisnis dan menambah penghasilan, serta mempermudah pengelola usaha, organisasi masyarakat, dan lembaga pemerintah untuk dapat berkomunikasi secara cepat. Bijak sebelum menggunakan media sosial dengan menerapkan, mengetahui konten yang ingin diunggah tidak menyebar hoax atau kebohongan, mengunggah konten yang bermanfaat bagi orang lain, bertanggung jawab pada konten yang diunggah, konten yang diunggah dapat membantu orang lain, serta mengunggah konten secara bijak dan sopan.

Cara lain untuk bijak dalam media sosial antara lain, tidak mengumbar data pribadi atau terlalu berlebihan membagikan sesuatu, memahami jika jejak digital susah dihapus, mengikuti akun yang bermanfaat, tidak mengumbar permasalahan pribadi, tidak mengumbar rencana besar, tidak mengunggah saat sedang emosi, serta lakukan detoks media sosial secara berkala.

Webinar diakhiri, oleh JANE YARISAL HUSNA (Konten Kreator dan Influencer dengan Followers 11,7 Ribu). Jane menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber, berupa tips dan trick menjaga agar aman dalam transaksi digital, antara lain tidak membuka akun bank atau kredit, tidak auto konek, tidak mengakses akun email pribadi, serta tidak membagikan file. Hal yang harus dilakukan dalam menjaga keamanan privasi, antara lain pembatasan informasi dan data pribadi, pantang meminjamkan gawai pribadi, perkuat password, perhatikan izin, serta lapor bila terjadi insiden.

Terdapat nilai dakwah makna secara psikologis meliputi, kejujuran, keikhlasan, kesabaran, syukur, istiqomah, tawadu, dan sederhana. Jika seseorang mengubah pikirannya, maka akan merubah harapannya. Jika seseorang merubah sikapnya, maka akan merubah tingkah lakunya. Cara lain untuk bijak dalam media sosial antara lain, tidak mengumbar data pribadi atau terlalu berlebihan membagikan sesuatu, memahami jika jejak digital susah dihapus, mengikuti akun yang bermanfaat, tidak mengumbar permasalahan pribadi, tidak mengumbar rencana besar, tidak mengunggah saat sedang emosi, serta lakukan detoks media sosial secara berkala. (RED)

News Feed