oleh

Angin Segar Mulai Menyapa Masyarakat Gayo di Pedalaman Aceh Timur

 

Aceh Timur Baranewsaceh.co- Kendati dengan segala bentuk keterbatasan anggaran yang di miliki, Pemkab Aceh Timur tetap berusaha mengeluarkan masyarakatnya dari bayang bayang keterisoliran. Seperti halnya masyarakat yang berada di lintas hulu sungai Tamiang, Melidi, Pante Kera, Tampur Paluh, Tampur Bur dan Trans HTI dan Ranto Naru.

Camat Simpang Jernih Rahmadsyah SH SPD saat di konfirmasi melalui telpon selulernya kepada media ini menyampaikan. Jumat (27/05/2022). “Untuk tahun 2022 Pemkab Aceh Timur telah mengalokasikan anggaran sebesar 1,6 miliar yang bersumber dari APBK Kabupaten Aceh Timur. Dana tersebut nantinya akan di pergunakan untuk pembukaan jalan dari desa Pante kera menuju ke desa Melidi selanjutnya ke dusun Perjot dan Desa Tampor Paloh.


Rahmadsyah juga meminta kesabaran masyarakat khususnya yang berada daerah pedalaman Aceh Timur, Insya Allah sekira bulan Juli nantinya sudah ada pelaksanaan kegiatan pembuatan jalan tersebut. Ungkapnya.

Kemudian terkait lintasan jalan alternatif Atu Katak, Camat kelahiran Lukup Serbe Jadi ini juga menegaskan. Pada tahun pertama beliau menjadi camat, Ia sudah mengusulkan anggaran untuk pembuatan jalan alternatif di Riam Atu Katak. Namun hal tersebut di tentang oleh tim arkeolog dan situs cagar budaya, mengingat Riam Atu Katak adalah tempat sakral bagi masyarakat setempat. berikut latar belakang sejarah masa penjajahan dahulu, dan juga harus di lindungi dan di jaga sebagai Situs cagar budaya. Ucapnya.

Lewat media ini juga camat Simpang Jernih Rahmadsyah.SH.SPD, juga berkeinginan dalam kepemimpinannya sebagai camat Simpang Jernih akan terus berupaya untuk membebaskan masyarakat Gayo yang berada di pedalaman Aceh Timur dari bayang bayang keterisoliran. Untuk itu Rahmadsyah meminta masyarakat bersabar dan tetap mendukung program dari pemerintah.

Ia juga menambahkan bahwa untuk tangga lintasan alternatif di Riam Atu Katak, biarlah masyarakat setempat saja nanti melakukan Gotong royong agar jalan tersebut dapat di lalui kembali seperti biasa. Tutupnya.

Hal senada juga di sampaikan Bupati Aceh Timur H. Hasballah bin H, Muhammad Thayib SH. Selaku kepala daerah, saya sudah melakukan langkah langkah percepatan pembangunan dalam kawasan Aceh Timur khususnya di simpang jernih. Namun semua itu butuh proses, dan butuh dukungan semua pihak agar dapat terealisasi dengan baik. Tandasnya. (Hamdani)

Jangan Lewatkan