oleh

Anggaran Pelatihan meningkat Capai Setengah Triliun, Hasil Sekarat

Aceh Besar, Baranewsaceh.co –Dari hari ke hari Pemerintah Aceh makin menjadi-jadi dalam pemborosan anggaran uang rakyat pada tempat yang kurang bermanfaat, salah satunya sekarang ini seperti yang kita ketahui para SKPA mengusulkan anggaran pelatihan sebesar Rp 573 Miliyar yang mana sebagian bersumber dari dana Otsus. Selasa (21/01/2020).

Seperti dikutip dari harian Serambi Indonesia pada senin (13/1) melalui MPO (Masyarakat Pengawal Otsus) Aceh menyebutkan total anggaran pelatihan yang diusulkan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dalam APBA 2020 mencapai setengah Triliun rupiah lebih, dana pelatihan ini terdiri dari berbagai nama mata anggaran.

Darnisaf Husnur, atau yang akrab disapa Bang Saf selaku tokoh Masyarakat Aceh besar mengatakan, “Sebelumnya pemerintah Aceh juga telah memprogramkan anggaran pembelian mobil Dinas, serta pengadaan 4 unit pesawat N219.

“Begitu mengejutkan ketika Dana Otsus yang dikucurkan triliunan rupiah, yang seharusnya dialokasikan untuk kepentingan rakyat agar bisa bangkit dari keterpurukan namun sekarang malah lebih banyak dialokasikan kepada kepentingan para ASN yang tidak ada manfaatnya untuk rakyat, terutama rakyat yang semakin hari semakin susah, sekarang sedang diusulkan lagi anggaran pelatihan sebesar Rp 573 Miliyar,”ungkap Darnisaf.

Lebih lanjut, Darnisaf menambahkan, “yang jadi pertanyaan, anggaran pelatihan yang sebesar itu apakah bermanfaat untuk rakyat dan seperti yang kita lihat dari beberapa sumber, anggaran pelatihan dihabiskan pada tempat yang tidak bermanfaat sama sekali.

Lanjutnya, “sebagai contoh anggaran sewa gedung/Kantor/tempat
mencapai Rp 210,140,650,000. kalau gedung saja harus disewa untuk apa dibangun gedung-gedung pertemuan selama ini dibangun diberbagai instansi oleh pemerintah,”ungkapnya.

“Seterusnya biaya uang saku peserta, yang dilatih siapa. ? ASN, atau masyarakat, jika ASN yang dilatih bukankah mereka sudah mendapatkan jerih payah yang resmi dari uang saku sampai tunjangan.

“Selama ini pelatihan selalu dibuat dengan bermacam-macam program tapi hasilnya apa, kecuali peserta pelatihan mendapatkan sertifikat bagi mereka yang ikut serta dalam program tersebut, bagi ASN mungkin ada hasilnya karena dengan mendapatkan sertifikat dan mereka bisa menaikkan nilai dalam kenaikkan pangkat atau jabatan, sedangkan bagi masyarakat apakah berguna selembar sertifikat jika tidak ditindak lanjuti dengan pendapingan dan pemberian modal sesuai dengan program pelatihan yang diikuti,”ucapnya Darnisaf.

“Jika pemerintah melanjutkan pelatihan dengan anggaran yang mencapai setengah Triliun, maka tunjukkan dulu hasil dari pelatihan dan implementasi nya selama 3 tahun terakhir, apakah setelah dilatih mereka dapat hasil yang diharapkan dan diimplementasi kepada program peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) bagi yang sudah pernah mengikutinya, apakah dapat meningkatkan mutu atau bahkan sebaliknya,”tegas Darnisaf.

Lanjutnya lagi, “mengapa angka kemiskinan semakin tidak tertangani, ya karena pemerintah membuat program hanya untuk menghabiskan anggaran, bukan karena serius ingin memberantas kemiskinan, alangkah bijaknya jika Pemerintah Aceh membuat program program yang dapat memandirikan rakyat dalam berbagai bidang kehidupan, bukan membuat program untuk kepentingan elit semata, sedangkan peningkatan ekonomi masyarakat semakin jauh dari harapan,”tambah Darnisaf.

“jika terus seperti ini lebih baik program pelatihan bagi ASN dihentikan saja dan alihkan biaya pelatihan ini ke pemberdayaan masyarakat dan Rumah Dhuafa,”harapnya Darnisaf yang merupakan tokoh masyarakat Aceh Besar. (RED)

News Feed