oleh

Analisis perbandingan garis kemiskinan antara kabupaten Aceh Tamiang dan kabupaten Aceh Utara

Nama : Dinda Nanda
Nim : 4012019052
Unit/ Semester : 1/5 pbs
Mata Kuliah : Ekonomi Makro Islam

 

Garis kemiskinan merupakan penjumlahan dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM). Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan dikategorikan sebagai penduduk miskin.
Yang dimaksud dengan Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2100 kilokalori perkapita perharinya. Sedangkan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM) merupakan pengeluaran minimum untuk kebutuhan perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan.
Dan dapat diihat dari grafik diatas garis kemiskinan selama enam tahun terakhir di Aceh Tamiang dan Aceh Utara sebagai daerah pembanding pada tahun 2014-2019 yang didapatkan dari data BPS. Jika diperhatikan sudah terlihat jelas bahwasannya Aceh Tamiang memiliki garis kemiskinan yang lebih tinggi setiap tahunnya dibandingkan dengan Aceh Utara. Bisa diperhatikan pada tahun 2014 jumlah garis kemiskinan di Aceh Tamiang sebesar 336767 sedangkan di Aceh Utara Hanya sebesar 276137. Ditahun 2015 Aceh tamiang memiliki garis kemiskinan 343246 masih lebih tinggi dibandingkan Aceh Utara yang sebesar 280683. Ditahun 2016 Aceh Tamiang memiliki garis kemiskinan sebesar 368691 masih lebih tinggi dibandingkan dengan Aceh Utara yang sebesar 301733. Begitu juga pada tahun 2017 Aceh Tamiang masih Memiliki garis kemiskinan yang tinggi yakni sebesar 389459 dibandingkan dengan Aceh Utara yang hanya sebesar 318729. Pada tahun 2018 masih juga sama aceh tamiang memiliki garis kemiskinan yang tinggi yakni 420841 dibandingkan Aceh Utara yang hanya sebesr 340086. Hingga ditahun 2019 Aceh Tamiang masih juga sama memiliki garis kemiskinan yang tinggi yakni sebesar 437991 dibandingkan Aceh Utara yang hanya sebesar 353856.
Terjadinya kenaikan angka garis kemiskinan disetiap tahaunnya selama enam tahun terakhir dapat disebabkan karena adanya beberapa hal yakni diantaranya disebabkan karena semangkin meningkatnya jumlah pengangguran, dan terjadinya ketidak stabilan pendapatan atau perekonomian masyarakat.
Dampak yang terjadi akibat terus meningkatnya garis kemiskinan selama enam tahun terakhir yang dimana perekonomian masyarakat tidak setabul dan terus meningkatnya bahan – bahan pokok yang dibutuhkan, dapat memungkinkan masyarakat dengan perekonomian yang tidak setabil akan kesusahan untuk membeli ataupun memenuhi kebutuhan harian mereka, atau bahkan sama sekali tidak dapat memenuhi kebutuhan hariannya.
Solusi yang dapat dilakukan untuk menangani atau mengurangi masalah garis kemiskinan yang terus meningkat ini bias dengan cara melakuan program bantuan social seperti pemberian bantuan bahan pokok bagi masyarakat yang memiliki perekonomian yang rendah agar dapat membantu dan sedikit memudahkan mereka dalam memenuhi kebutuhan pokoknya. Serta bias membuka lapangan pekerjaan agar menurunkan angka pengangguran yang ada.
Jadi dapat disimpulkan bahwasannya garis kemiskinan terus meningkat karena disebabkannya ketidak setabilan perekonomian masyarakat serta tingginya angka pengangguran yang ada. Serta harus dilakukannyanya tindakan-tindakan untuk mengurangi tingginya garis kemiskinan yang ada didaerah.

News Feed