oleh

Amri Sinulingga Aktivis Anti Korupsi di Kriminalisasi dan Dijerat UU ITE

 

(Kutacane), BARANEWSACEH.CO  – Setelah batal memberi keterangan kemarin Senin (29/07/2019). Hari ini Selasa (30/07/2019) Amri Sinulingga Aktivis Anti Korupsi di Aceh Tenggara (Agara), memenuhi panggilan di Mapolres Agara.

Kedatangan pegiat anti korupsi untuk didengar keteranganya sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana “Penghinaan dan atau pencemaran nama baik”
M Ridwan, yang Saat ini menjabat Sekda Agara.

Amri Sinulingga aktivis anti korupsi Ketua LSM Gerakan Peduli Lingkungan & Anti Korupsi (GPLAK) menyebutkan, proses dirinya menjadi tersangka berawal saat dirinya memposting berita melalui akun facebook untuk mempertanyakan tindak lanjut limpahan kasus dari KPK ke Kejati Aceh. Setelah mantan Bupati Agara H. Armen Desky divonis pengadilan tipikor menyangkut kasus korupsi APBD Agara Tahun 2004 – 2006 senilai Rp 21,4 miliar.

Dalam berkas perkara kasus Armen Desky, Marthin Desky dan Ibnu Hasyim (mantan Bupati Gayo Lues) ada pihak- pihak yang mengembalikan uang kepada negara termasuk M Ridwan Sekda Aceh Tenggara saat ini yang saya pertanyakan kenapa ada yang dihukum dan sebagian lainya belum dieksekusi. “Saya posting hal tersebut, pada saat itu ketika saya buka facebook, muncul pertanyaan “Apa yang Anda pikirkan? ”, saya menjawab pertanyaan dari facebook itu dengan jujur, karena hal itu yang sedang terpikir oleh saya permasalahan kasus korupsi tersebut, maka hal yang terpikir itu yang saya posting,” ujar Amri Sinulingga.

“Karena saya menjawab pertanyaan dari facebook dengan jujur dan jawaban saya tidak HOAX saya menjadi tersangka.
Kalau kasus korupsi APBD Agara Tahun 2004-2006 tersebut diselesaikan oleh KPK / Kejati Aceh saya tidak akan pernah menyandang status tersangka”, sebut Amri kecewa.

Laporan Polisi tersebut bernomor LP/B/133/VII/2018/ACEH/RES AGARA, tanggal 22 Juni 2018 lalu tentang pencemaran nama baik di Polres Agara dengan pelapor M. Ridwan. Setelah penyidik mengambil keterangan saksi-saksi masing-masing Mahadi Pinem, Husaini Amin. Konon katanya dikuatkan keterangan dari saksi ahli dari Lhokseumawe, Aceh maka penyidik menetapkan status Amri Sinulingga sebagai tersangka.

Amri Sinulingga dibidik, sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 Ayat (3) Yo pasal 27 Ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau pasal 310 Yo 311 KUH Pidana.

Amri Sinulingga yang dikenal cukup berani meneriakan kasus korupsi di Agara dalam menjalani pemeriksaan, tampak mendapat dukungan moral dari rekan-rekan LSM. Diluar ruang penyidik tampak beberapa ketua LSM duduk menunggu diantaranya Mukhlis Arsyad, Noris Ellyfian, Rudi Tarigan, Saleh Selian, Yashut, dan beberapa jurnalis.

“Saya merasakan sejak awal diperiksa dalam kaitan masalah ini ada terasa saya dikriminalisasi, saya dizholimi dan saya sudah posting diakun faceebook pribadi. Ada konspirasi jahat terhadap diri saya selaku aktivis anti korusi Aceh Tenggara”, kata Amri.

Terkait persoalan yang membelit Amri Sinulingga ini anggota komisi III DPR RI, Muslim Ayub dari PAN, dan Nasir Jamil dari PKS. Mewanti-wanti agar polres Agara berhati-hati menerapkan pasal 27 ayat 3 UU ITE, pasalnya ujar Muslim Ayub diminta juga kecermatan Jaksa untuk menerima P21 persoalan Amri ini, bahkan bila mempedomani keterangan saksi ahli sebab jumlah saksi ahli ada puluhan bahkan ratusan dengan intreprestasi yang berbeda .

Sementara Nasir Jamil untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya pembungkaman terhadap aktivis anti korupsi di Aceh Tenggara, Nasir Jamil akan meminta Kapolri Tito Karnavian agar memprioritaskan perhatianya dalam kasus yang ditangani Polres Agara.

Sementara Amri Sinulingga yang sempat dites urine karena surat kaleng yang diterima Kapolres, Senin (29/7) dengan hasil negatif. Kepada media Amri Sinulingga menyebutkan dia akan meminta Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh (Kajati Aceh) dipanggil sebagai saksi yang meringankan pasalnya kasus Korupsi APBD Agara Tahun 2004 – 2006 itu diserahkan KPK tanggal 05 April 2012 kepada Kejati Aceh untuk memproses para pelaku lainnya. (NS)

News Feed