oleh

Alternatif Pola Sekolah Dalam Social distancing Dan Physcal Distancing

Bener Meriah,  Baranewsaceh.co –  Sejak diberlakukan social distancing dan physcal distancing oleh pemerintah, yang disusul Instruksi tegas Mendikbud tanggal 20 Maret 2020 dan Surat Edaran Kementerian Agama tanggal 24 Maret 2020 serta Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpanrb) Nomor 19 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Instruksi dan surat edaran tersebut terkait dengan proses pembelajaran yang intinya proses pembelajaran dilaksanakan dirumah untuk menghindari dan memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).

Lebih kurang telah 20 hari seluruh sekolah diluburkan dalam arti proses pembelajaran dilaksanakan dengan online. Guru memberikan materi pembelajaran menggunakan media elektronik dan jasa internet.

Kendati belajar secara online di Bener Meriah telah berjalan hampir 1 bulan, namun sampai saat ini belum ada pola dan sistem sebagai petunjuk pelaksanaan pembelajaran online. Insya Allah dalam waktu dekat akan dikeluarkan petunjuk teknis (juknis) belajar online tersebut ungkap Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah Saidi B. M. A, kepada media ini. Senin, 6/03

Saidi B menambahkan, saya sudah perintahkan Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Agama Islam (Pendis) untuk mengatur dan membuat konsep tentang pembelajan online sebagai juknis agar dapat dipedomani dan dilaksanakan seluruh guru sehingga memiliki keseragaman dalam pembelajaran setiap sekolah. Insya Allah dalam waktu tidak terlalu lama petunjuk itu akan ada, pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Bener Meriah Sukur, S.Pd., M.Pd saat di hubungi media ini melalui Whatshapnya menjelaskan. Pelaksanaan proses belajar mengajar di rumah yang dilaksanakan dengan sistem belajar Daring (Dalam Jejaring), guru menyiapkan materi belajar mengajar secara online (e-learning) yang dikirimkan melalui HP/Whatshap kepada para siswa melalui HP atau WhatshAp orangtua. Pihaknya sampai hari ini, belum membuat petunjuk pelaksanaan (juklak) maupun petuntuk teknis (juknis) pelaksanaan belajar online dimaksud.

“Kita belum membuatkan secara spesisfik petunjuk pelaksanaan (juklak) maupun petuntuk teknis (juknis) pelaksanaan belajar online (e-learning) dimaksud, mengingat memang penerapan sistem belajar ini tidak direncanakan dan semuanya secara mendadak untuk menindaklanjuti instruksi Gubernur Aceh yang dilanjutkan dengan instruksi Bupati Bener Meriah seiring dengan diterapkannya social distancing dan physcal distancing, sehingga tidak memungkinkan melakukan perencanaan dan melakukan sosialisasi serta pertemuan dengan kepala sekolah”, jelas Sukur.

“Sehingga secara teknis pembelajaran online ini diserahkan kepada guru dengan memanfaatkan berbagai sumber, yang penting pembelajaran selama 6 hari tercaper dalam belajar online, namun tidak mesti sesuai jam pelajaran disekolah”, ujar mantan sekretaris MPD tersebut.

Mantan Kabag Humas Pemda Bener Meriah itu juga mengatakan, tentu jika dibuat juklak maupun juknis belajar online akan membuat guru terlalu kaku untuk berkreasi, merasa terbebani dan direpotkan karena tidak adanya sosialisasi dan pembekalan, untuk itu memberikan kesempatan dan keleluasaan kepada guru untuk berinovasi dan berkreativitas dalam menyampaikan pelajaran dengan menggunakan whatshap atau media lainya, walau ada beberapa alamat alterbatif kelas online yang dapat mereka kunjungi seperti mengakses Rumah Belajar dengan mengunjungi :

https://belajar.kemdikbud.go.id; Kelas Pintar di
https://kelaspintar.id; Ruangguru Gratis: https://sekolahonline.ruangguru.com; Gratis Belajar Online Sekolahmu: https://www.sekolah.mu/tanpabatas; Zenius: https://zenius.net/belajar-mandiri serta sejumlah sumber belajar lainnya”, tambahnya lebih rinci

Wen Kenara Kabag Perencanaan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah juga turut memberikan tanggapan. Dalam kondisi social distancing dan physcal distancing ini merupakan bentuk antisipasi situasi kepada K3S. “Libur memang gure tetapi nume bergegure” artinya libur memang senang tetapi bukan untuk bersenang senang”

Ia juga menyebutkan, belajar secara online ini, masih banyak yang belum dipahami guru, begitu juga informasinya banyak yang tidak sampai kepada masyarakat, sehingga libur yang semestinya dalam kondisi belajar dirumah tidak menjadi perhatian orang tua, jelas mantan kepala SD Kebun Baru itu.

Wen Kenara juga menambahkan, sebaiknya selain tugas belajar online, guru juga dapat menerapkan pembelajaran berbasis kearifan lokal seperti belajar berkebun, mengolah makanan tradisional, belajar memasak juga dapat menjadi materi pungkasnya.

Beberapa orang tua yang enggan disebut namanya kepada media Baranewsaceh.co juga menyampaikan harapanya, disebutkannya selama belajar online, hendaknya para guru tidak monoton dengan pemberian tugas semata, melainkan di barengi dengan pembelajaran lain seperti hafalan dan lainnya. Tentu dapat dibayangkan dalam 1 hari ada beberapa tugas yang harus dikumpulkan saat bersamaan. Takutnya kita anak-anak menuai stres dalam menghadapi tugas tersebut.

Sejalan dengan itu, kami sebagai orang tua dengan kondisi ekonomi lemah terasa semakin berat harus mengisi paket internet. Namun di balik semua itu, kami harus mengakui tugas guru memang sangat berat, selain memberi tugas online juga harus membimbing anaknya sendiri untuk belajar, kami dalam membimbing anak sendiri sudah kuwalahan, apalagi guru membimbing anak dengan berbagai tipe, beragam kemampuan, beragam beban psikologi, beragam tingkah dan prilaku sanggup dihadapinya

Berdasarkan beberapa pendapat diatas, perlu kiranya dapat dibuat suatu pemahaman, untuk memudahkan guru dan peserta didik dalam menjalankan tugas mulia ini ditengah situasi covid-19.

Disamping itu, orang tua masih banyak yang belum memahami cara mengajar dan membimbing anak dirumah secara baik dan benar. Tetapi ada suatu pemahaman pada diri orang tua yaitu, dapat merasakan betapa payah dan susahnya mengajar dan membimbing anak dengan berbagai latar belakang. Semoga peran serta orang tua dalam membimbing anak tidak hanya dalam situasi social distancing dan physcal distancing ini, melainkan berlanjut ketika pendidikan sudah normal kembali. Ungkap Turham AG, S. Ag, M. Pd, praktisi, akademisi juga salah seorang anggota terpilih Majelis Pendidikan Daerah Kabupaten Bener Meriah. (DN/T)

News Feed