oleh

Alat Peraga Listrik Air Garam Cetusan Guru SMK Dari Aceh Mulai Dipasarkan

 

BANTEN, BARANEWSACEH.CO – Berawal dari cetusan guru SMK Negeri 2 Kutacane, Provinsi Aceh dan diprakarsai oleh guru SMK Negeri 2 Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, kini telah tersedia Alat Peraga Energi Listrik Air Garam perdana di Indonesia dan mulai di pasarkan, ujar Tarmizi Age di Banten, Senin (18/1/2021)

Alat perga energi baru terbarukan yang fundamental dan esensial ini, merupakan media pembelajaran energi alternatif untuk digunakan di SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK,

Alat tersebut sangat sangat spesifik-multiguna, scientific approarch, berspektum luas mendukung kajian literatur opsi tepat sarana eksperimen guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan siswa di laboratorium dan ruang praktek siswa untuk materi ajar energi listrik alternatif baru terbarukan yang dihasilkan dari reaksi kimia reduksi oksidasi air garam atau air laut yang non-mekanikal, ujar alumni sekolah AMU Aalborg, Denmark

Sebagai sumber belajar yang impresif, Alat didesain selaras dengan wujud implementasi Kurikulum 2013 berbasis tematik integratif dan praktek langsung dari teori yang di pelajari, sangat membantu guru IPA dalam memperkaya wawasan tentang potensial, pesan tersembunyi dan kekuatan air garam atau air laut sebagai sumber energi listrik,

Air laut melimpah, mengandung daya energi, penuh pesan pembelajaran, yang selalu mengajak kita untuk ” Tetaplah ingin tahu, tetatplah mencari tahu, tetaplah berbagi ilmu,” sebut Tarmizi yang ikut terlibat memajukan penemuan ini,

Kita ingin setiap sekolah di Aceh memiliki Alat peraga Listrik Air Garam ini,  dengan dukungan pemerintah Aceh dan kabupaten/kota, apalagi pencetusnya berasal dari Serambi Mekkah, harap Tarmizi Age,

informasi Alat Peraga Listrik Air Garam,
Langka teknologi baru yg dipergunakan sebagai alat peraga utama materi ajar energi listrik alternatif baru terbarukan, khususnya peranan dan atau potensial air garam atau air laut sebagai penghasol energi listrik dari reaksi kimia reduksi oksidasi

Bagi guru IPA alat peraga energi baru terbarukan (EBT) adalah sesuatu yang fundamental dan esensial, bukan hanya sebagai komplementer media pembelajaran, selaras juga dengan wujud implementasi kurikulum 2013 yang berbasis tematik integratif dan praktek langsung dari tiori yang di pelajari sehingga kom pentensi dan subkompetensi(KI/KD) dapat terjapai secara efektif,

Piranti energi iistrik air garam (ELAG) tepat sebagai opsi dan solusi alat peraga spesifik di SD/MI, SMP/MTs,  SMA/MA dan SMK karena memiliki konten sistematik mulai daari pengenalan pada jenjang SD/MI samapi rekayasa fisika termasuk sistim kerja dan pemanfaatan energi listrik pada jenjang SMP/MTs, SMA/MA dan SMK,

Piranti tersebut dapat membantu guru IPA memperkaya wawasan tentang potensial, pesan tersembunyi dan kekuatan dari air garam atau air laut yang berkorelasi dengan pemanfaatan dan pengenbangan energi baru terbarukan (EBT),

Karena multiguna, maka piranti ELAG dapat digunakan sebagai sarana pendukung praktik kerja produktif, kepramukaan, PMR, Kokurikuler, kegiatan prinsipil dan strategis sekolah lainnya terutama mendukung kajian literatur,

Teknologi pembawa pesan pembelajaran dimaksud didesain, dirancang, disusun, dirangkai, dan diproduksi dengan prinsip dan konsep dasar listrik NON-MEKANIKAL berspirit  edikasi yang scientific approarch dan secara praktis dapat di kembangkan, dimodifikasi serta dijadikan bahan eksperimen guru dan siswa di laboratorium dan Ruang Praktek Siswa (RPS)

Spesifikasi Merek ELAG, Type/Seri HD-IS01, Negara Asal Indonesia, Dimensi Panjang 60 Cm, Tinggi 40 Cm, Berat 7 Kg, Frame Bahan MDF Warna Merah,

Lampu Air Garam Type SWL01, Merek HEI 1 Unit, Panel Display Bahan Acrylic 1 Unit, Display Drivet dan PCB LED 8 Titik x 0,2 Watt 1 Set, Tabung Modul 4 Set, Botol Takaran Air Garam 2 Pcs, Voltmeter & Amper Meter1 Set, Luxmeter 1 Unit, (Merek Opsional), Jobsheet SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK 1 Paket, Buku Petunjuk Operasional dan Kartu Garansi 1 Set,

Harga Rp. 9.500.000,- Per Set belum termasuk ongkos kirim dan PPH/PPN

(MK)

News Feed