oleh

Alaidin Abu Abbas : Kopi Gayo Sedang di Fitnah.!

Bener Meriah Baranewsaceh. co – Menyikapi masalah kopi Gayo yang sedang dilanda isu tak sedap. Anggota DPRA provinsi Aceh Alaidin Abu Abbas saat di konfirmasi media Baranewsaceh. co melalui hand phone selulernya. Minggu (13/10). Dengan tegas putra Pegasing ini mengatakan, bahwa kopi Gayo sedang di fitnah.!

Alaidin juga menyatakan bahwa masyarakat petani kopi di wilayah Gayo tidak perlu resah karena isu kopi Gayo terindikasi mengandung zat kimia glyfhosat.

“Saya melihatnya isu itu sengaja dihembuskan karena ada persaingan bisnis kopi di tingkat dunia, Fitnah di sebarluaskan agar kreatif para petani dalam merawat Kopi semakin menurun”.

Menurut saya, peristiwa “fitnah” zat kimia di Kopi Gayo sama dengan isu yang dihembuskan Eropa terhadap sawit di Indonesia dan Malaysia, akibatnya harganya menjadi turun.

“Kita tidak perlu khawatir yang berlebihan, dan tetap bertahan dengan pasar yang ada termasuk pasar diluar Eropa, karena aroma kopi Gayo memang paling unggul di dunia,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, sejauh ini isu yang dihembuskan juga tidak terbukti, akibatnya pelaku Kopi lebih berbicara pada persoalan Zat, bukan pada persoalan kreatifitas dan kualitas kopi.

Untuk itu Alaidin berharap, bila ada kopi dari luar yang diseludupkan ke daerah Gayo, perlu ada tindakan tegas, jangan sampai kopi berkualitas rendah menggantikan mutu kopi Arabica Gayo yang sudah menjadi trade mark terbaik dunia. Ungkapnya.

Sementara Ketua Partai Demokrat Bener Meriah Sapri Gumara juga menyampaikan hal yang sama. Hendaknya apa yang sedang terjadi dengan nama besar kopi Gayo bisa dijadikan pelajaran. Agar kedepan persoalan tersebut tidak akan terulang kembali. Semoga kejadian ini merupakan gerbang bagi kita sebagai daerah penghasil kopi ini, untuk mulai belajar mawas diri. Selanjutnya mari kita tindaklanjuti dengan mempersiapkan rancangan qanun (Raqan) terkait regulasi masalah kopi. Mari mengambil hikmah dan sisi positifnya. “Ini adalah pelajaran penting dari benua Eropa bagi kita para petani kopi Gayo”.

Semoga dengan adanya hal semacam ini, kiranya lebih memotivasi kita bersama, untuk memulai dan menerima masukan dari masyarakat sebagai draf rancangan qanun tentang kopi. Entahkah itu bentuknya berupa usulan dari pihak eksekutif maupun legeslatif.

Gumara juga memahami kegundahan dan keresahan masyarakat. Ia menilai hal tersebut adalah suatu hal yang wajar. Karena apapun bentuknya kopi Gayo merupakan urat nadi perekonomian masyarakat di wilayah tengah khususnya dataran tinggi Gayo. Untuk itu Sapri Gumara menghimbau agar masyarakat tetap berlaku tenang. (DN)

News Feed