oleh

Aktivis Mengapresiasi Kinerja Kepala Kejaksaan Negeri Kutacane yang Telah Menyelamatkan Uang Negara Dari Tangan Para Koruptor di Aceh Tenggara

Aceh Tenggara(Baranewsaceh.co)- Aktivis di kabupaten Aceh Tenggara Masriadil Djadil,SP mengapresiasi Kinerja kepala kejaksaan yang baru Saypulah,SH.MH dalam penanganan dalam pemberantasan Kasus Korupsi Dana Desa Sebudi Jaya,dimana pihak Kejaksaan Aceh Tenggara telah menyelamatkan uang negara sebesar Rp 200 Juta uang Tunai serta senilai Rp 170 Juta dalam bentuk aset tidak bergerak.

Masriadi menambahkan dari tahun 2015 hingga tahun 2020 baru kali ini kasus Kepala Desa yang terjerat kasus dugaan korupsi, artinya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Penegak Hukum Kejaksaan Negeri kutacane sangat bertambah bahkan naik drastis,padahal banyak laporan sebelumnya kepenegak hukum,baik oknum masyarakat maupun LSM Aceh Tenggara tapi sampai hari ini belum ada di publis,padahal beberapa oknum kepala desa terus-terusan di panggil dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi.kata Aktivis ini kepada Media baranewsaceh.

Langkah Kepala Kejaksaan Negeri Kutacane dalam penegakan hukum tak pandang bulu, kinerjanya betul-betul sangat memuaskan, kita berharap Kejati Aceh juga memberi Apresiasi terhadap kinerja jajaran Kejaksaan Negeri Aceh,harap aktivis ini.

Terpisah Syaipulah,SH.MH disaat konfirmasi media ini mengucapkan terimakasih kepada aktivis Aceh Tenggara,yang sudah memberikan Apresiasi terhadap kinerja kejaksaan Negeri Kutacane pada hari ini semoga kita selalu dalam keadaan sehat dan semangat memberantas tindak pidana korupsi di kabupaten Aceh Tenggara ini,ujarnya.

Kepala kejaksaan Negeri Syaipulah,SH.MH menerangkan bahwa” Hari Rabu 19 Agustus 2020 istri oknum kepala Desa telah mengembalikan kerugian negara senilai Rp 200 Juta, sebelumnya kita juga telah menyita aset-aset berharga milik oknum kepala desa berupa surat tanah dan bangunan dengan nilai Rp 170 juta,” Kata Kepala Kejaksaan Aceh Tenggara Syaifullah,dalam media ini kamis(20/08/2020)melalui watssap.

Dijelaskan, adapun uang negara senilai Rp 200 juta diselamatkan oleh Kejaksaan Negeri Kutacane itu merupakan sebagian dari Dana Pembangunan peningkatan sumber jaringan Air Bersih,senilai Rp 441 Juta dan akan disampaikan dalam persidangan nantinya.

Adapun kasus Korupsi Dana Desa Sebudi Jaya, kejaksaan menemukan indikasi kerugian negara senilai Rp 611.810.000. Terdiri dari dana pernyataan modal (Kute) Desa Rp 170 Juta, dan Dana Pembangunan peningkatan sumber jaringan Air Bersih, senilai Rp 441 Juta.

Sementara jumlah total hasil korupsi yang telah berhasil di selamatkan atau dikembalikan oleh ppihak Kejaksaan Negeri Kutacane senilai Rp 370 juta rupiah.

” Adapun dana yang tidak bisa di kembalikan menjadi tanggung jawab oknum Kepala Desa berinisial MS,” jelasnya.

Disisi lain, kasus ini sendiri telah bergulir ke tahap pertama, atau Penyerahan Berkas, dari penyidik ke pihak Jaksa. Seraya menunggu hasil perhitungan ahli total kerugian untuk ditingkatkan ketahap ke dua.

Sebelumnya,diduga karena melakukan tindak pidana korupsi Dana Desa, kepala Desa dan bendahara Desa Sebudi Jaya, Lawe Dua ditetapkan menjadi tersangka, oleh Pihak Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara,pada hari Kamis (23/07/2020).

Saiypulah,SH.MH menambahkan saya sampaikan kembali pada kesempatan ini bahwa laporan dugaan Korupsi yang sudah masuk ke kejaksaan Negeri Kutacane laporan tahun 2020 saya pastikan akan naik atau di tindak lanjut.kami ingatkan kembali jangan coba-coba melakukan membuat kerugian Negara dalam bentuk kegiatan maupun bentuk fisik bahkan non fisik.kalo sudah merugikan negara berarti otomatis merugikan rakyat beserta menyengsarakan rakyat dan insya’Allah akan berurusan dengan HUKUM kami kejaksaan Negeri Kutacane siap memperoses.tutup Kejari Aceh Tenggara

Berdasarkan pantauan Media ini bahwa kepala kejaksaan Negeri Aceh Tenggara baru hitungan bulan bertugas dibumi sepakat sengenap namun sudah melakukan penindakan Terhadap pelaku yang diduga Korupsi ADD.(BM)

News Feed