oleh

Aktivis IAIN Takengon Tanggapi Pertemuan Rektor dan Bupati Aceh Tengah

Menanggapi pertemuan Rektor IAIN Takengon dengan Bupati Aceh Tengah di Pendopo Selasa (2/6/) terkait perluasan kampus, aktivis IAIN Takengon, Agus Muliara merespon positif pertemuan tersebut.

Menurut Agus, pertemuan itu menghasilkan keuntungan positif yang sangat besar untuk pendidikan tertinggi di wilayah tengah Aceh.

“Setelah di konfirmasi kembali dengan salah seorang anggota DPRK Aceh Tengah, Januar Efendi dari komisi D, bahwa ada 3 kandidat wilayah yang akan di jadikan tempat peluasan kampus IAIN Takengon, yaitu Ketol,Serule, dan juga Linge,” kata Agus kepada media ini.

Dari ketiga tempat yang akan dipergunakan itu, tambah Agus, agar tidak disia-siakan. Karena ini merupakan peluang besar yang diberikan pemda kepada IAIN Takengon.

“Kami berharap, Pemda Aceh Tengah agar lebih memprioritaskan peluasan wilayah kampus ini ke daerah Serule atau Linge,” tegasnya.

Alasannya, sambungnya, untuk menjawab ketertinggalan negeri asal. Karena dengan didirikanya tempat pendidikan perguruan tinggi di daerah Serule atau Linge, maka akan mendapatkan nilai positif yang sangat besar kepada masyarakat disana.

“Seperti pengembangan SDM, ekonomi, dan memajukan daerahnya,” jelas Agus.

Menurut Agus, kalau serule ataupun Linge merupakan jalan lintas kabupaten dan Provinsi. Menurut hemat Agus, didaerah bagian Serule atau Linge masih banyak tanah yang kosong.

“Semoga dengan adanya peluang ini bisa menjawab ketertinggalan daerah asal dataran tinggi tanah Gayo ini,” tutup Agus. (Lingga)

News Feed