oleh

Aktifis HMI Angkat Bicara : Pemerintah Tidak Serius

Takengon Baranewsaceh.co –  Puluhan mahasiswa Kabupaten Aceh Tengah berdiskusi di Pante Menye kecamatan Bintang kabupaten aceh tengah.

Mengingat sampah yang masih banyak terlihat oleh masyarakat, dan juga lanjutan penataan pembangunan jalan Utung Utung, Jalan yang mengaitkan Takengon dengan Bintang yang tertunda sampai saat ini. jembatan Desa Dedamar Kecamatan Bintang dan jalan Bintang menuju Serule yang butuh penataan akibat longsor.

Di dalam diskusi itu turut hadir, Kader Himpunan mahasiswa Islam (HMI),mahasiswa stihmat, Himpunan Mahasiswa Bintang ( HIMBI), alumni Himpunan Mahasiswa Bintang (A-HIMBI) dan turut hadir Edi Syahputra merupakan salah satu kader Hmi yang pada saat itu menanggapi hal ini, di dalam rangka melihat kondisi Kecamatan Bintang.

“Di masa Bupati sebelumnya kenapa banyak aktivis demo, alangkah sayangnya di masa Bupati saat ini Aktivis peduli kampung hilang entah kemana,” ungkap Edi Syahputra.

Hal ini disampaikan bentuk kekecewaan terhadap aktivis yang telah hilang kepedulian nya terhadap lingkungan, serta bentuk kekecewaan terhadap pemerintah daerah yang tidak mampu menata daerah, dan menepati janji 2 Hektar per/KK yang pernah di ungkapkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Aceh tengah.

Saat ini juga Bupati dan Wakilnya dalam kondisi konflik, Artinya pemerintah gagal dalam penataan daerah kabupaten Aceh Tengah di dalam menanggulangi kemiskinan, sekaligus meningkatkan perekonomian Masyarakat Aceh tengah.

“Janji bupati aceh tengah tentang 2 Hektar/kk, Bupati dan wakil bupati yang selalu menunjukkan konflik internal ke tengah masyarakat. Mau dikemakan kabupaten Aceh tengah ini,” Tegas Edi syahputra selaku mahasiswa Htn semeter akhir itu.

“Kami perwakilan Organisasi HMI, bangga dapat berkumpul dengan kawan-kawan mahasiswa, serta seluruh Alumni HIMBI di kecamatan Bintang, harapan kita bersama, untuk memeperhatikan lingkungan kita, tugas kita sebagai agen of change perlu dipertajam kembali,” tutup Edi Syahputra. (Lingga)

News Feed