oleh

Akibat Penggundulan Gunung Mbarung Banjir Terus Mengamuk di Desa Muara Lawe Saraf Pulo Gadung Agara

WhatsApp Image 2021-05-13 at 12.50.56_resize
WhatsApp Image 2021-05-13 at 12.50.56(1)_resize
WhatsApp Image 2021-05-13 at 12.50.57_resize
WhatsApp Image 2021-05-13 at 12.50.58_resize
WhatsApp Image 2021-05-13 at 12.51.00_resize
WhatsApp Image 2021-05-13 at 12.50.59_resize
WhatsApp Image 2021-05-13 at 12.51.17_resize
WhatsApp Image 2021-05-13 at 12.51.02_resize
WhatsApp Image 2021-05-13 at 12.52.14_resize
WhatsApp Image 2021-05-13 at 12.52.13_resize
WhatsApp Image 2021-05-13 at 12.52.14(1)_resize
WhatsApp Image 2021-05-13 at 12.52.16_resize
WhatsApp Image 2021-05-13 at 12.52.17_resize
WhatsApp Image 2021-05-13 at 12.52.17(1)_resize
WhatsApp Image 2021-05-13 at 12.52.18_resize
WhatsApp Image 2021-05-13 at 12.52.20_resize
WhatsApp Image 2021-05-13 at 12.52.21_resize

 

 

Kutacane, Baranews Aceh.co |  Indikasi Akibat merebaknya alih pungsi di atas tetangga gunung Lawe saraf ke gunung Mbarung Agara, banjir petaka terus menggusur desa tetangganya desa Pulo gadung Lawe saraf
muaranya di duga keras tanpa AMDAL yang tidak jelas, kata…pemerhati Publik ..Bung Nasrulzaman, kepada Media ini, sehingga pihak terkait agar dapat kroscek ulang atas musibah tersebut, serta dapat membantunya atas terkena Musibah tak di inginkan itu, ujarnya.

Petaka banjir kiriman itu telah terjadi sejak Selasa,11 Mei 2021 hingga hari lebaran ini 13, dan 14 .Mei 2021, air bah kiriman serta koral pasir kiriman telah berhasil menimbun sejumlah pasilitas irigasi ratusan juta, dan tidak terlihat lagi hingga mengirim air pegunungan itu ke beberapa rumah warga desa Lawe saraf Pulo gadung kec.lawe Alas Aceh Tenggara itu hingga menderita terkena petaka musibah tersebut, dan membawa duka malang, serta terkesan Para Dinas terkait sepertinya kurang respek memonitor peduli terhadap sejumlah petaka warga Malang itu,katanya.

Sementara tokoh masyarakat berinisial J (51.th),sudah berusaha selama ini mengusul kan agar gorong-gorong kecil pasar hitam di buatkan berupa renovasi jembatan agar arus air Pegunungan dari wilayah Areal Mbarung yang berubah pungsi air tidak terserap air di pohon diatas bisa tidak mengganggu perumahan warga di bawah, ujarnya dengan nada kecewa serta bila pejabat Aceh Tenggara tak mampu merenovasinya pelebaran irigasi, dan jembatan agar pihak Tingkat 1 Aceh maupun APBN P pusat dapat melihat nasib kami warga terkesan di abaikan kan ucapnya lagi.

Selanjutnya di harapkan pihak terkait dia berharap agar peduli
Merenovasi kondisi irigasi,serta jembatan arus air, dan Jalur air pegunungan tersebut tidak mengancam jiwa warga di akhir komfirmasinya itu.(Sadikin)