oleh

Akibat Menolong Warga Rohingya Terdampar Dilaut, Putusan Majelis Hakim PN Lhoksukon Sebuah Bentuk Tidak Ada Keadilan Hukum

 

BARANEWS | Putusan hakim terhadap nelayan yang menolong warga Rohingya yang terdampar di Perairan Aceh, sangat tidak kemanusiaan dan Disini Menjadi Tanda tanya besar apakah Majelis hakim PN lhoksukon seorang yang tidak punya hati Nurani (17/06/2021)

Majelis hakim Seharusnya menjadikan hukum yang adil untuk keseimbangan negara ini bukan menjadikan hukum sebagai alat untuk menghakimi Rakyatnya Sendiri

Nelayan yang menolong warga Rohingya di Aceh timur seharusnya kita apresiasi karena mengingat arti sebuah kemanusiaan untuk menolong sesama

Tiga terdakwa yang dihukum masing-masing 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta, subsidair satu bulan kurungan ini merupakan bentuk tidak adilnya Hukum di Negeri Ini

Akibat menolong orang Rohingya di laut, sehingga Pada hari senin 14 Juni 2020 Mereka divonis oleh majelis hakim PN Lhoksukon atas kasus Menolong warga Rohingya di tengah laut Aceh Utara dua hari lalu, (14/6/2021)

Bukhari Ketua Umum Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Malikussaleh Mengecam Pengadilan Negeri (PN) lhoksukon untuk membebaskan Nelayan dari kasus tersebut tanpa syarat.

Dan jika tidak di bebaskan maka kami seluruh mahasiswa aceh Utara dan lhokseumawe akan melakukan aksi demonstrasi di gedung Pengadilan Negeri (PN) lhoksukon, Aceh Utara

 

(BA)

News Feed