oleh

AIM Imbau Netizen Tak Intervensi Kasus Benih Illegal

Banda Aceh, Baranewsaceh.co – Direktur Eksekutif Aceh Intellectual Movement Irhas F. Jailani mengatakan sebaik masyarakat ataupun netizen di dunia maya tak meng-intervensi kasus benih illegal IF8 dengan menggiring opini publik, menghujat atau bahkan menyebarkan hoack bahwa penyelidikan kasus tersebut direkayasa. Dan akan menggiring opini publik serta mengganggu pihak kepolisian dalam penyelidikan kasus tersebut.

Demikian disampaikna Irhas kepada Media ini melalui siaran Realesenya, Selasa (30/7-2019).

Irhas berharap kasus Toke Munirwan dapat menjadi beacon atau suar bagi semua pelaku usaha bisnis benih padi tanpa sertifikat. Terlebih pelaku usaha tersebut merupakan aparatur pemerintah desa yang mempunyai pengaruh untuk menjual benih tersebut.

Disamping itu, Irhas juga menghimbau agar aparatur desa tidak bermain proyek supaya tidak habis semua aparatur desa ditangkap karena korupsi.

“Kita berharap kepada Toke Munirwan agar mengikuti proses hukum yang berlaku, dan tidak mencari simpati publik dengan narasi istri sendirian di rumah, ” ujarnya.

Lebih lanjut, sebut Irhas, “Polda Aceh harus kerja ekstra ditengah-tengah dukungan kepada Toke Munirwan. Penyidikan ini tidak boleh diintervensi oleh opini publik yang akan mengganggu profesionalitas polisi dalam menangani kasus tersebut, ” jelasnya.

Kepada pihak yang telah menuduh dan menghujat kepala dinas pertanian dan perkebunan, tentang melaporkan Toke Munirwan ke Polda dan berbohong agar segera minta maaf. Begitu juga kepada tokoh politik agar segera mundur dari jabatannya masing-masing karena sudah melakukan tuduhan tanpa bukti yang mencemarkan nama baik orang lain, ” pungkasnya.

News Feed