oleh

AIM ; Hanya 1% Pejabat Aceh yang Kreatif

Banda Aceh, Baranewsaceh.co – Baru-baru ini masyarakat Aceh dihebohkan oleh pernyataan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh di surat kabar harian Serambi Indonesia terkait penyebab status Aceh sebagai provinsi termiskin di Sumatera yang tidak pernah lepas sejak 2017.

Ketua KADIN Aceh, Makmur Budiman mengatakan penyebab Aceh tidak bisa keluar dari kemiskinan karena berdasarkan hasil survei yaitu mindset masyarakat yang kurang kreatif, menurut penuturannya hanya satu persen masyarakat Aceh yang kreatif. Sisanya menunggu.

Menanggapi hal tersebut, irektur Eksekutif Aceh Intellectual Movement (AIM) Irhas F. Jailani kepada media Baranewsaceh mengatakan bahwa masyarakat Aceh akan kreatif ketika mereka mahu untuk kreatif. Untuk membuat masyarakat kreatif harus ada pemimpin yang bisa membuat masyarakat kreatif bukan menyalahkan masyarakat yang tidak kreatif.

Demikian ungkup Irhas melalui press realesenya, Sabtu (10/8/2019).

“Saya pikir kita juga harus sepakat bahwa ada arus anti kreativitas di Aceh. Banyak lulusan luar negeri yang kembali ke Aceh tidak punya tempat dalam mengekspresikan kreativitasnya, ” kata Irhas.

“Seharusnya kita sudah menerima hasil dari fenomena reverse brain drain. Ide-ide kreatif lulusan luar negeri seharusnya bisa menciptakan nilai tambah bagi semua sektor di Aceh. Tentu kita tidak bisa menyamakan aplikasi ilmu yang sudah diteliti di luar negeri dengan apa yang ada di Aceh. Tapi ide-ide kreatif-lah yang bisa memberikan nilai tambah bagi Aceh, ” ujarnya.

Sambungnya, lulusan luar negeri tidak punya tempat di Aceh, umumnya dikarenakan berada di luar pagar dan bukan bagian dari suksesi kampanye.

Terlebih pertumbuhan startup di Aceh terkesan lambat dan kurang diperhatikan. Ide kreatif biasanya terlupakan dalam berbagai inkubator bisnis, ” tambahnya.

Sebagai akademisi dan seorang insinyur, Plt Gubernur Ir. Nova Iriansyah, MT paling tidak harus belajar dan magang pada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, ST, MUD yang juga lulusan Fakultas Teknik dalam hal kreativitas dan cara mensosialisasikan ide kreatifnya kepada publik. Juga cara menumbuh kembangkan kreativitas warga. Selama ini Plt Gubernur terlalu hemat bicara dan tidak social media friendly dalam berkomunikasi. Sehingga ide kreatif hanya numpang lewat di depan beberapa lapis staf humas yang sangat kaku, ” pungkasnya.

Kalau memang benar hanya satu persen masyarakat Aceh yang kreatif itu benar- benar kreatif, maka kemiskinan akan menjadi dongeng bagi generasi masa depan, karena faktanya Bupati dan Walikota di Aceh yang berlatar belakang pengusaha seperti Wali Kota Banda Aceh, H. Aminullah Usman, SE.Ak, MM, Bupati Kabupaten Bireuen, H. Saifannur, S. Sos dan Bupati Nagan Raya H. Jamin Idham, nyatanya tidak layak dikategorikan dalam satu persen warga Aceh kreatif, sebab tidak punya prestasi yang seharusnya diciptakan oleh seorang pengusaha yang kreatif, ” tutupnya. (Adam)

News Feed