oleh

Ada Begitu Banyak Terjadi Penikahan di Usia Dini Yang Diakhiri Dengan Adanya Perceraian, Mengapa Hal Itu Bisa Terjadi? Mari Kita Ulas

Ilustrasi/net

.

Penulis : Abdul Haris Rajab,  Mahasiswa Jurusan Hukum Keluarga Uin Ar Raniry Banda Aceh

Menikah adalah momen bahagia  bagi sepasang kekasih, dalam hal ini menikah merupakan momen yang paling di tunggu oleh setiap kekasih  dalam sebuah hubungan yang sekian lama telah bersatu sebelum dalam ikatan yang dikatakan sah. pernikahan yakni bukanlah akhir perjalanan cinta. Akan tetapi dalam ikatan perkawinan atau pernikahan bisa saja berujung kepada  perceraian. salah satu penyebab perceraian terbesar ialah menikah di usia dini atau usia muda. Baik itu disebabkan oleh faktor perbedaan pendapat, merasa tidak ada kecocokan lagi atau faktor lain sebagainya.

menikah di usia muda  sangat beresiko terjadinya suatu perceraian. Begitulah pendapat dari sekian orang, mengapa ini bisa terjadi. Bukan berarti pernikahan muda suatu hubungan yang tidak bisa berakhir, ada banyak faktor yang menjadi alasan pemicu perceraian dalam pernikahan dini. Diantanya ialah tingkat emosional dari pasangan  belum stabil untuk mengkontrol emosinya. Sulit untuk membina hubungan yang baik dengan pasangan jikalau  belum bisa bersikap dewasa. Keluarga bahagia dapat diraih dengan menciptakan suasana harmonis.

Kanwil kemenag juga pernah membahas masalah penikahan dini dalam sebuah artikel untuk menghimbau kepada masyarakat agar dapat menghindari diri dari pernikahan dini. karena pernikahan  dini rentan terjadi kekerasan dalam rumah tangga hingga berakhir dengan perceraian. menikah tidak hanya bermodal kesiapan fisik saja, tetapi kita juga harus benar-benar siap dalam segala hal untuk dapat bertanggung jawab dalam menjalin ikatan perkawinan.Yang seharusnya mereka masih bersekolah atau bermain dengan teman-teman seangkatan malah sangat disayangkan masa itu terlalui begitu saja. Apalagi sosok perempuan yang dinikahkan  ia mengalami perceraian dalam rumah tangganya maka tentu saja ia menjadi seorang janda di usia muda. Dan Jikalau pasangan dini menikah dengan keadaan putus sekolah atau berpendidikan rendah dan belum memiliki pekerjaan yang baik maka angka kemiskinan akan meningkat.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 tahun 1974 pasal 6 telah  mengatur batas minimal usia untuk menikah, di mana pernikahan hanya diizinkan jika pria sudah mencapai usia 19 tahun dan pihak wanita sudah mencapai usia 16 tahun. Akan tetapi dari sisi medis dan psikologis, usia tersebut masih terbilang dini untuk menghadapi masalah pada pernikahan. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa pernikahan dini di usia remaja lebih berisiko untuk berujung pada perceraian.

Tak hanya itu Untuk menekan angka perceraian, pemerintah aceh telah membuat suatu program bimbingan tiga hari sebelum menikah agar suatu rumah tangga dapat tertata dengan baik. walaupun bimbingan nya tersebut terbilang sangat singkat, setidaknya nya calon suami dan istri  mendapatkan nasehat atau arahan serta bimbingan dalam membina rumah tangga yang harmonis dan damai. Maka oleh karena jika belum ada kesiapan mental dan belum memiliki sifat kematangan pada diri janganlah terlalu cepat untuk membina rumah tangga karena dapat beresiko kepada perceraian.

News Feed