oleh

Acara Hingga Larut Malam dan Kurang Kondusifnya Pembatas Area, Sekum PK IMM UIN Ar-Raniry sebut Penutupan ACF Ciderai Kampus Syariat di Aceh

Banda Aceh, Baranewsaceh.co –  Sekretaris Umum PK IMM UIN Ar-Raniry Nusrat Mahfudh anggap acara Penutupan Ar-Raniry Creative Fair III (ACF) telah menciderai kampus syariat islam UIN Ar-Raniry.

Dalam acara penutupan ACF terdapat banyak hal yang tak seharusnya terjadi, membludak nya penoton pada acara tersebut juga menjadi salah satu faktornya.

Seremonial acara penutupan tersebut awalnya berjalan lancar dan kondusif serta terjaga. Rektor UIN Ar-Raniry turut hadir dan menjadi orang yang menutup kegiatan akbar tahunan kampus biru UIN Ar-raniry tersebut. Acara formal selesai sekitar pukul 23.00 WIB dan kemudian dilanjutkan dengan acara seremonial yang mulai memicu kurang kondusifnya acara.

Nusrat juga menjelaskan bahwasannya setiap event organizer seharusnya mempertimbangkan kegiatan yang dibuat sesuai norma-norma dan peraturan yang berlaku, terutama di Aceh yang memiliki kekhususan syariat Islam maka setiap kegiatan tentunya harus berlandaskan peraturan syariat yang telah ditetapkan baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kota.

Tulis Nusrat dalam rilis yang diterima pada Minggu (13/10/2019) bahwa “Kampus UIN Ar-raniry merupakan kampus keagaman yang berlandaskan Syariat Islam dan kampus UIN Ar-raniry sudah jelas berada di Aceh yang memiliki kekhususan syariat, jadi hal-hal berupa kegiatan seharusnya berdasar Islam dan seharusnya dapat menjadi panutan baik kampus di Aceh sendiri maupun dalam lingkup nasional, bukan menyelenggarakan acara yang hanya seremonial dan kurang menekankan syariat sehingga kegiatan berlangsung sampai waktu larut malam dan akhirnya menciderai nama besar kampus UIN Ar-Raniry sendiri” jelas Nusrat kepada media, Minggu (13/10/2019).

Selain itu, acara berbentuk euphoria tersebut sebaiknya mendapat pengawasan ekstra dari panitia. Bercampurnya antara wanita dan laki-laki yang menimbulkan citra negative kampus syariat. Pada malam itu memang bukan murni kesalahan panitia namun juga para oknum pelaku yang dengan sengaja berusaha keluar dari area yang ditentukan.
“Jadi, saya juga sebagai mahasiswa UIN Ar- Ranniry berharap dan mengajak agar penyelenggaraan acara-acara akbar kedepannya lebih memandang aspek keagamaan bukan hanya aspek kreativitas semata, karena aspek keagamaan merupakan aspek utama dalam dalam berkehidupan dan sangat penting dijaga sebagai kampus yang berlatar belakang syariat.” tegasnya. (RED)

News Feed