oleh

4 DESEMBER MILAD KPA/PA DI ADAKAN DENGAN ZIKIR DAN DOA BERSAMA

LHOKSEUMAWE, BARANEWSACEH.CO |  Dalam kesempatan kali ini Para Sejumlah PA/KPA wilayah kuta Pasee di adakan zikir bersama karena menyangkut dengan keadaan keamanan dengan Petugas di tempat kediaman gampong Alue Awe Muara Dua kota Lhokseumawe Jumat 4 Desember 2020.

Kegiatan hari ini di hadiri sejumlah Mantan Eks Kombatan GAM/PA beserta Anggota DPRK bapak Ismail A. Manaf, Pakeh, M. Husaini POM Beserta jajaran lain ikut dalam acara milad Gam-KPA ke 44 -1976 – 2020 Kuta Pase serta santunan anak yatim syuhada sekitar ada Empat Puluh orang yang hadir di kediaman Dayah Kemuliaan dan sehubungan dengan hujan maka acara diadakan seperti alakadarnya yang penting berjalan dengan lancar.
Tgk sulaiman, sebut tgk Suloy sebagai ketua harian MUNA,Majelis ulama Nanggroe Aceh mengatakan pada media BaranewsAceh, dalam menyambut hari milad Gam-KPA ke 44 beserta Pengurus-pengurus masyarakat kota lhokseumawe khusus nya kuta Pase dalam Rangka membaca do’a dan amanah wali Nanggroe Tausiyah dan santunan anak yatim yang ada di gampong alu awe.

Lanjutnya, Hari milad Gam-KPA ke 44 mengenang jasa-jasa orang tua kita para perjuangan yang mereka lakukan akan membuahkan hasil yang baik, yaitu untuk kita masyarakat Aceh keseluruhan, Katanya

Berharap kedepan, dengan momen hari lahir gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini Pemerintah Pusat dan juga pemerintah Aceh harus benar-benar ada komitmen, Bagaimana kedepan perdamaian ini benar di isi dengan keiklasan, Dalam Arti banyak sekali Poin Perjanjian yang kita lihat belum Terliasasi di lapangan sehingga lambat laun akan jadi hal hal yang menyebabkan Aceh akan konflik kembali, ungkapnya.

Muchtar hanafiah(Ableh) selaku ketua KPA wilayah kuta Pase membaca isi maklumat wali Nanggroe yang selama 5 tahun sampai tahun 1942 saat Belanda dipaksa meninggalkan Aceh Perang Aceh berlangsung selama 70 tahun sebagai perang 100 tahun di abad ini untuk mata dan memakannya setelah digabung oleh pemerintah Republik Indonesia RI ke dalam provinsi Sumatera Utara pada tahun 1955 dianggap mengingkari janji presiden ketiga itu rumah tangga yang melaksanakan syariat Islam kan ini terjadi hanya dalam waktu 2 tahun setelah janji itu diucapkan di hadapan masyarakat

Aceh pada Tahun 1948 terjadi pada tahun 1953 sampai tahun 1962 pada 4 Desember 1976 sampai 15 Agustus 2005 yaitu konflik bersenjata dengan sampai dengan ditandatangani antara Gerakan Aceh Merdeka dengan pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 2015 dengan dukungan masyarakat Eropa masyarakat dunia, sangat penting dalam sejarah perjuangan bangsa Aceh dan sejak itu perjuangan rakyat memasuki babak baru dalam dalam perjuangan politik sejak tanggal 15 Agustus 2005 yang lalu sampai dengan hari dalam tahun 2020 ini sudah 15 tahun usia dalam perjuangan politik sebuah perjuangan dengan metode baru. Tutupnya
(Munawir_Dewantara)

News Feed