oleh

3 Tahun, Kasus Pembakaran Rumah Wartawan Serambi di Agara Belum JugaTerungkap

Poto. Hidayat. Wartawan Aceh Standar. Com. yg bertugas di Bumi Sepakat Segenep Aceh Tenggara.

 

KUTACANE, BARANEWSACEH.CO | Hidayat Wartawan acehstandar.com menuturkan  Genap sudah 3 tahun tragedi pembakaran rumah wartawan serambi indonesia wilayah tugas di Aceh Tenggara.  tepatnya di Kute Lawe Loning Aman Kecamatan Lawe Sigala gala .

Kasus pembakaran rumah wartawan serambi Indonesia Asnawi Luwi  yang terjadi pada bulan Juli tahun 2019 tuga tahun silam tepatnya di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara, (Agara), namun sampai saat ini pelaku nya belum terungkap hingga, sabtu (10/7/2021).

Penulis menceritakan bahwa kasus pembakaran rumah wartawan Serambi Indonesia  Asnawi Luwi mengalami kerugian mencapai Rp 500 juta rupiah. Karena satu unit mobil jenis Honda Mobilio beserta rumah dan seluruh  isinya tidak bisa diselamatkan. Akibat peristiwa itu Asnawi Luwi beserta istri dan anak-anaknya yang masih kecil ,mengalami terauma berat hingga saat ini yang terpaksa rijrah saat ini ke Banda Aceh menghindari trouma dan takut terulang lagi kasus yang lain pada dirinya dan keluarga.

Hingga hari ini Jumat (9/7/21) peristiwa yang menimpa Asnawi Luwi sudah berjalan selama 3 tahun. Walaupun pihak penyidik Polres Aceh Tenggara sudah memeriksa belasan saksi termasuk saksi korban. Namun, sampai saat ini para pelaku pembakar rumah wartawan Serambi Indonesia tersebut belum juga ditangkap, entah dimana serta apa yang menjadi kendala maupun penyebab nya, sehingga kasus ini belum terungkap lamban  dituntaskan dituntaskannya.

Hidayat mengungkapkan ,Berdasarkan amatan awak media perjalanan kasus ini sudah cukup lama dan menjadi konsumsi publik banyak kalangan pun bertanya-tanya  kepada aparat kepolisian yang menangani kasus tersebut. Kemudian banyak kalangan wartawan termasuk penulis berharap kepada Kapolda Aceh untuk dapat membentuk tim, supaya bisa terungkap pelaku serta tangkap  aktor utama Nya. Karena penulis sangat yakin peristiwa pembakaran rumah Asnawi Luwi wartawan Serambi Indonesia tersebut berkaitan dengan karya jurnalistik wartawan dengan sejumlah kasus dugaan korupsi yang pernah di tulisnya di Serambi Indonesia selama ini yang meyeret nama nama orang besar di Aceh Tenggara.

Pengungkapan kasus ini demi menumbuhkan kepercayaan masyarakat luas khususunya korban terhadap pihak kepolisian dan demi tegaknya hukum serta keadilan bagi masyarakat luas. Jadi siapapun pelakunya harus ditindak tegas supaya ada efek zera terhadap kekerasan bagi jurnalis. Karena tugas jurnalis merupakan tugas yang mulia sebagai sosial control terhadap masyarakat.

Karena dalam catatan wartawan acehstandar.com ketika wawancara dengan Asnawi Luwi wartawan serambi Indonesia dalam kasus pembakaran ini, pihak  dari Tim Labfor Forensik Mabes Polri Cabang Medan telah mengeluarkan hasil penyebab terjadinya kebakaran, di akibatkan dibakar oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) serta dikuatkan dengan alat bukti lain yakni satu unit mobil jenis Honda Mobilio, rumah dan keterangan para saksi saksi-saksi dan juga saksi korban.

Karena berdasarkan keterangan Asnawi Luwi sebelum kejadian itu ada kedatangan tamu seorang pria rambut “cepak” yang mengendarai sepeda motor berplat militer datang ke rumah nya, ini dua hari sebelum kejadian. Bahkan pada hari Kamis atau enam hari sebelum kejadian, ada pria yang menanyakan keberadaan rumah saya yang mengendarai sepeda motor. artinya, perkara ini sudah terang dan mengarah kemana dan siapa aktornya. Namun, dalam kasus ini, sudah dua kasat Reskrim dan satu Kapolres dicopot pada saat itu. Namun, kasus ini juga belum tuntas.

Hidayat  salah seorang wartawan  daerah Bumi Sepakat Segenep berharap kepada Kapolres Aceh Tenggara yang baru dibawah komando AKBP Brahmanti Agus Suyono SH MH dan kepada Kasat Reskrim AKP Suparwanto SH mampu Secepatnya mengungkap pelaku penembakan terhadap rumah wartawan serambi Indonesia serta aktor utama Nya dan dapat  di bawa ke meja hijau.

Karena kasus ini sudah jelas fan nya mengarah kemana pelaku nya, namun hanya perlu keseriusan pihak penegak hukum saja untuk menuntaskan nya. Dan kita sangat yakin pihak Kepolisian bisa mengusut tuntas kasus ini. Sebab saat ini Kepolisian mempunyai alat yang canggih yang memakai jejak digital , sehingga kasus ini sudah mengarah kemana dan siapa aktor pelaku nya.(Kasirin Sekedang).

News Feed