oleh

3 Instansi di Taliabu Didesak Tinjau dan Evaluasi Bangunan Masjid Nurul Yaqin

Bangunan Masjid Raya Desa Nggele (Nurul Yaqin) yang ambruk

  

Maluku Utara, Baranewsaceh.co – Bangunan Masjid Raya Desa Nggele, Kecamatan Taliabu Barat Laut, Kabupaten Pulau Taliabu, dikabarkan rusak, padahal belum lama Masjid tersebut melewati tahap rehabilitas yang menggunakan anggaran dana hibah tahun 2019.

Sebelumnya, pekerjaan rehabilitasi Masjid Nurul Yaqin menggunakan sumber Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Dalam tahap anggaran pencairan pertama sesuai isi Laporan Keuangan Nomor 21.A/LHP/XIX.TER/5/2019
Tanggal 22 Mei 2019 tentang Pembayaran Belanja Hibah kepada Anggota Masyarakat Pembangunan Masjid, atas Pembangunan Masjid Nurul Yaqin Desa Onemay sesuai NPHD
Nomor 450.2/01/PT/I1I/2018 dan 04’PAN-PEL/III/2018, tanggal 06 Maret
2018, 450.2A31/PT/III/2018 dan 04/PAN-PEMII/2018
0336/SP2D- LS/4.01.15/PT/llt/
2018, 09 Maret 2018. Total Nilai dicairkan sebesar Rp. 750.000.000.00.

Kerusakan bangunan Masjid Nurul Yaqin di Taliabu Barat Laut, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara

Dengan demikian, anggaran pencairan tahap kedua pekerjaan rehabilitas Masjid tersebut dikerjakan oleh perusahan CV. Permata Usaha dengan nomor Kontrak. 62.2/64 Kons/Kontrak/PPK/ DPU-PR/ PT/2019 dengan nilai anggaran, 466.043.000.00.

Dalam hitungan matematis penganggaran rehabilitas Masjid tersebut, memakan anggaran sebesar 1 Miliyar lebih, mirisnya bangunan suci itu mengalami kerusakan dari beberapa titik bangunan satu diantaranya adalah plafon masjid. Dan sejauh ini runtuhnya bangunan Masjid Nurul Yaqin itu belum diketahui penyebabnya secara otentik.

Dengan latar belakang kondisi bangunan Masjid seperti itu, Praktisi Hukum, Edi La Madu, SH.MH., juga sebagai Pemuda dan putra daerah Desa Nggele, Kecamatan Taliabu Utara, menganggap bahwa panitia rehabilitas serta pihak rekanan membangun pekerjaan sekedar asal-asalan.

“Mesjid ini sudah dua kali dianggarkan, yakni pertama sebanyak 750.000.000.00, namun saat selesai rehab pertama sudah rusak, kemudian dianggarkan lagi sebanyak 4 ratus juta lebih, yang sekarang malah lebih parah kerusakannya, jadi kami menilai bahwa pihak rekanan bekerja asal-asalan agar anggaran bisa ditilep sebagian,” ungkap Edi selaku Praktisi Hukum, Jum’at (26/6/2020).

Kondisi plafon Masjid Nurul Yaqin yang disoalkan

Atas kajian birokrasi dengan masing-masing Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi), Edi menekankan agar Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Pulau Taliabu, Dinas Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pulau Taliabu serta Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pulau Taliabu, segera meninjau dan melakukan pengawasan terkait persoalan bangunan Masjid Nurul Yaqin yang dinilai asal-asalan itu khususnya pada pekerjaan dan biaya rehabilitas tersebut.

“Untuk itu, Kami Meminta instansi yang terkait DPRD Pulau Taliabu, PU-PR Kabupaten Pulau Taliabu Maupun Kesra (Kesejahteraan rakyat – red), agar kembali meninjau Kondisi Masjid kami di Desa Nggele agar bisa menindak lanjuti baik proses perbaikan maupun penganggaran yang ada,” cetusnya.

Sebelumnya, ketiga Instansi itu pernah melakukan kegiatan peninjauan atas kondisi bangunan Masjid Nurul Yaqin yang terkesan rusak pada tahap pertama, namun menurut Edi, tidak ada keseriusan Instansi yang dimaksud untuk mengevaluasi para pekerja rehabilitas.

“Dari ketiga instansi tadi DPRD, PUPR serta Kesra sudah pernah meninjau Kondisi Mesjid saat kasus kerusakan yang pertama terjadi, tapi seakan akan tidak ada keseriusan dari mereka untuk mengevaluasi pihak rekanan maupun panitia rehabilitas, jadi kali ini kami mendesak untuk kembali meninjau serta mengevaluasi pihak-pihak yang diduga terlibat kongkalikong di tahapan pekerjaan rehab Masjid yang kami cintai ini,” Harapnya.

(L.A.M.H.)

News Feed