oleh

19 ASN Penyuluh Pertanian Aceh Tenggara Ikuti Diklat Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian di BAPELTAN Jambi

 

KUTACANE, BARANEWSACEH.CO | Sebanyak 19 orang Aparatur Sipil Negara/PNS Penyuluh Pertanian pada Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian di Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi. Pelatihan dasar sebagai syarat untuk menjadi penyuluh yang kompeten itu berlangsung dari tanggal 15 Januari 2021 sampai dengan 4 Pebruari 2021 atau selama 21 hari.

Pemanggilan peserta berdasarkan surat Kepala Bapeltan Jambi Nomor 30/SM.110/I.19/01/2021 tanggal 7 Januari 2021 berasal dari 4 provinsi wilayah Bapeltan Jambi yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau dan Jambi berjumlah 57 orang terdiri dari kelompok Ahli (sarjana) sebanyak 29 orang dan kelompok Terampil (non sarjana) 26 orang. Kegiatan pelatihan dibuka langsung oleh Kepala Bapeltan Jambi Dr. Ir. Zahron Helmy, M.P. yang diwakili oleh Koordinator Fungsional berhubung kepala balai sedang berada di Jakarta dalam rangka urusan dinas. Dalam sambutannya, kepala balai mengatakan bahwa perhatian Presiden RI tentang pertanian cukup besar karena menyangkut urusan pangan.

Berdasarkan visi dan misi presiden tentang urusan pangan, maka Kementerian Pertanian meluncurkan Komando Strategis Pembanguan Pertanian (Kostratani) dimana Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan sebagai lokasi basis data yang terkoneksi dengan seluruh BPP di Indonesia. Seluruh data petani di Sistim Informasi Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) berbasis kepada Nomor Induk Kependudukan (NIK). Dengan demikian Kostratani menjadi lading sektor Badan Pengembangan Penyuluhan dan Sumber daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian. Karena besarnya peran Kostratani di BPP, maka penyuluh pertanian yang berbasis di BPP harus dioptimalkan kinerjanya melalui peningkatan kualitas sumberdaya manusia melalui pendidikan dan pelatihan.

Materi yang disampaikan pada pelatihan ini terdiri dari tugas pokok dan fungsi penyuluh pertanian yaitu persiapan penyuluhan pertanian, pelaksanaan penyuluhan pertanian dan pengembangan penyuluhan pertanian. Materi-materi tersebut merupakan ilmu dasar yang harus dimiliki oleh seorang penyuluh sebelum melakukan penyuluhan, saat melakukan penyuluhan dan setelah selesai melakukan penyuluhan. Materi disampaikan oleh widyaiswara Bapeltan yang sudah berpengalaman di bidang pelatihan tehnis dan fungsional bidang pertanian.

Diklat Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian dilaksanakan oleh Bapeltan Jambi dengan kuota per daerah yang sangat terbatas. Setiap tahun hanya ada satu angkatan untuk ahli dan satu angkatan untuk Terampil yang masing-masing pesertanya hanya 30 orang. Maka bersyukur bahwa Aceh Tenggara diberi porsi yang cukup besar yaitu 12 orang untuk Ahli dan 7 orang untuk Terampil. Namun masih banyak jumlah penyuluh pertanian pada Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara yang belum mengikuti diklat dasar ini yaitu sebanyak 25 orang terdiri dari 23 orang kelompok Ahli dan 2 orang kelompok Terampil. Mengingat tahun ini tidak ada lagi pelatihan di Bapeltan Jambi karena adanya refocusing anggaran, maka solusinya adalah penganggaran dana diklat oleh Pemkab Aceh Tenggara dan peserta dikirim ke Bapeltan Jambi untuk dilatih, atau dengan cara swadana dengan biaya sendiri dari peserta dan pelatihannya di Jambi. Mengingat diklat ini merupakan syarat dasar untuk menjadi penyuluh sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 6 Tahun 2006 tentang Penyuluhan Pertanian, Perkebunan dan Perikanan.

Adapun peserta diklat dasar fungsional penyuluh pertanian yang berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara yang berjumlah 19 orang semuanya dinyatakan lulus adalah sebagai berikut:

  1. Ir. Muhammad Sragafa, M.Pd., M.Si
  2. Ir. Mohd. Bustamin, M.MA
  3. Ir. Jahirin Pajeri, M.Si
  4. Ir. Munzir
  5. Ir. Kita
  6. Ir. Rosmita
  7. Joliadin, S.P
  8. Raemah, S.P
  9. Jumidan Ependi, S.P
  10. Jusmaedah, S.P
  11. Ibrahim, S.ST
  12. Dewi Lestari, S.Pt
  13. Sabidun
  14. Sakdiah
  15. Zubaidah
  16. Nuraini
  17. Insan
  18. Triyono
  19. Ratnawaty

Penutupan kegiatan pelatihan dilaksanakan hari kamis tanggal 4 Pebruari 2021 oleh Kepala Bapeltan Jambi Dr. Ir. Zahron Helmy, M.P. sekaligus mengumumkan peserta terbaik dari kedua katagori peserta yaitu dari Penyuluh Ahli dan Penyuluh Terampil.

Untuk Peserta Terbaik Kelompok Ahli yaitu Terbaik I Samsul Huda, S.P. dari Kota Dumai Provinsi Riau, Terbaik II Ulfi Widya Sari, S.P. dari Kabupaten Siak Provinsi Riau dan Terbaik III Ir. Muhammad Sragafa, M.Pd., M.Si. dari Kabupaten Aceh Tenggara Provinsi Aceh. Sedangkan peserta terbaik dari Kelompok Terampil adalah Maria Ulfa dari Kabupaten Siak Provinsi Riau sebagai Terbaik I, Ujang dari Kabupaten Kampar Riau sebagai Terbaik II dan Terbaik III Idrawati dari Kampar Riau. Dalam sambutannya, kepala balai berharap agar seluruh peserta yang kembali ke daerah agar tetap terus belajar dan mengasah ilmu, dan ikuti perkembangan zaman terutama terkait dengan penguasaan informasi tehnologi, karena semua informasi saat ini telah terkoneksi melalui jaringan internet. Selain itu kepala balai mengatakan bahwa sebenarnya setelah selesai diklat akan dilanjutkan lagi dengan sertifikasi penyuluih selama 4 hari lagi, tetapi karena adanya pemotongan anggaran di pusat karena adanya refocusing anggaran, maka sertifikasi dibatalkan.

Sebagai mewakili peserta Ahli dan terampil untuk sepatah dua kata perpisahan disampaikan oleh Ir. Muhammad Sragafa, M.Pd., M.Si. peserta dari kabupaten Aceh Tenggara, yang juga dipercaya sebagai Ketua Kelas Ahli. Dalam sambutannya, Sragafa mengatakan bahwa bukan perpisahan yang ditangisi, tetapi pertemuanlah yang disesali. Namun hikmahnya dengan adanya pertemuan maka bertambah saudara, dan jalinan silaturrahmi dapat terus terjalin sebagai sebuah keluarga besar. Banyak pengalaman yang unik dan lucu di alami peserta selama di asrama karena waktu berpisah dengan keluarga yang cukup lama yaitu 3 minggu. Terkahir beliau berharap agar bila ada lagi pelatihan tehnis dan fungsional, maka para alumni ini mohon diprioritaskan untuk diundang.

(Ady)

News Feed