oleh

16 Warga Isolasi di BLK dan RSU Muyang Kute Dipulangkan

Redelong Baranewsaceh.co |  Sebanyak 16 warga Bener Meriah terkonfirmasi positif Covid-19 yang selama ini menjalani isolasi di fasilitas
karantina kabupaten (BLK-red) dan RSUD Muyang Kute setelah masa perawatan dan observasi tidak ditemukan lagi gejala dan tanda infeksi Covid-19 dan saat ini dinyatakan sehat dan dipulangkan ke rumah masing-masing.
Kepastian pemulangan sejumlah warga yang sempat di isolasi di BLK Pante raya dan di RSU Mutang Kute disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bener Meriah
Riswandika Putra, S.STP, M.AP, Senin (10-08)

”Hari ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bener Meriah pulangkan pasien konfirmasi positif Covid-19
yang sudah selesai menjalani masa karantina di fasilitas karantina kabupaten BLK Pante Raya, serta RSUD Muyang Kute.

Untuk yang karantina BLK sebanyak 9 orang, untuk yang di RSUD Muyang Kute sebanyak 7 orang, mereka
dipulangkan setelah dilakukan observasi dan sesuai dengan protokol penanganan Covid-19 dan setelah masa perawatan dan observasi tidak ditemukan lagi gejala dan tanda infeksi Covid-19 dan saat ini dinyatakan sehat dan dapat mengakhiri isolasi individual.

Sebagai langkah antisipasi selanjutnya isolasi mandiri selama 7 hari dirumah. Sedangkan
untuk yang lain masih menjalani isolasi di dua tempat tersebut, guna menunggu semakin membaiknya kondisi kesehatannya. Bila dalam masa perawatan dan observasi tidak ditemukan lagi gejala dan tanda infeksi Covid-19 mereka juga akan dipulangkan,” tegas Riswandika.

Berdasarkan pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 edisi 5, kasus konfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala dinyatakan selesai isolasi apabila, sudah menjalani isolasi minimal 10 hari sejak pengembalian spesimen diagnosis konfirmasi dan selama waktu tersebut tidak bergejala. Berdasarkan hal tersebut, maka Gugus Tugas
Percepatan Penanganan Covid-19 mengambil kebijakan untuk mengembalikan pasien ke rumah masing-masing.

Sedangkan menyangkut proses pemulangan, pasien akan terlebih dahulu dilakukan Rapid
test oleh Rumah Sakit Muyang Kute dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah sebagai dasar dikeluarkannya
Surat Keterangan Pemeriksaan. Setelah itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bener Meriah akan membuat surat pengantar untuk reje kampung (kepala desa-red). Kemudian setelah diserahkan oleh gugus tugas ke reje kampung, relawan kampung, dalam hal ini Tim Covid-19 Puskesmas melalui Bidan Desa berkewajiban melakukan pemantauan minimal selama 7 hari dan melaporkan hasil pantauannya ke puskesmas. Selanjutnya laporan tersebut diteruskan kepada Gugus Tugas Kabupaten Bener Meriah.

”Pasien isolasi yang di BLK dan RSUD Muyang Kute terlebih dahulu dilakukan rapit test sebelum dipulangkan, jika
hasilnya reaktif maka akan dilakukan isolasi kembali,” jelas Riswandika.
Untuk seluruh kontak erat pasien konfirmasi positif covid-19 juga akan dilakukan pemantauan akhir oleh
puskesmas/Bides untuk kemudian apabila selama masa isolasi mandiri tidak menunjukkan gejala mengarah ke Covid-19 maka akan dikelurkan Surat Keterangan selesai Isolasi Mandiri,”j
Meskipun demikian, seluruh kontak erat masih harus membatasi aktifitas dan menerapkan protokol kesehatan
secara ketat sembari menunggu keluarnya hasil SWAB yang saat ini sedang diperiksa di Jakarta. ”Terkait hasil pemeriksaan SWAB yang dilakukan pada Tanggal 2 hingga 4 Agustus 2020, gugus tugas masih menunggu hasil dari
Balitbangkes Aceh. Menurut informasi yang diterima kata Riswandika, Balitbangkes Aceh saat ini sedang tidak bisa beroperasi, sehingga hasil spesimen harus dikirim ke Jakarta,” tutupnya. (Ril/Dani).

News Feed