oleh

1 Warga Aceh Tenggara Meninggal Dunia Terkena Covid 19 Korban Meninggal Dikebumikan Sesuai Dengan Protokuler

  

Baranewsaceh.co.(Kutacane)- Ketika media ini mendapatkan informasi bahwa ada warga Aceh Tenggara terkena covid 19 meninggal dunia, kemudian media ini langsung mengkonfirmasi melalui whatssap Direktur Rumah Sakit Umum H.Sahudin Kutacane.

Dr Buhari membenarkan isu tersebut atas nama inisial M.B. (9bulan) masuk melalui IGD di rsud H.Sahudin Kutacane pada Tanggal 12 Juli 2020 dgn keluhan Sesak Nafas,Demam.
Berdasarkan arahan dari dokter anak Pasien inisial M.B di anjurkan untuk di Rawat Inap di ruangan anak sejak tanggal 12 Juli 2020 s.d tanggal 23 Juli 2020.

Pasien inisial M.B pada tanggal 22 Juli 2020 berdasarkan anjuran dokter anak akan di rujuk ke Medan,dikarenakan itu maka di lakukan lah pemeriksaan rapid kepada pasien tersebut.

Hasil Rapid inisial M.B ternyata Reaktif sehingga tidak jadi di rujuk ke medan,,. Tim Penanganan di Rsud H Sahudin Kutacane memutuskan untuk melakukan swab terhadap M.B karna merujuk dari Hasil Rapid yg reaktif pada tanggal 23 Juli 2020,,setelah hasil rapid di dapat pihak keluarga meminta isolasi mandiri di rumah dan akn mengikuti seluruh instruksi dokter.pungkas Dr Buhari

Lanjut Dr Buhari Setelah swab dikirim oleh dinas kesehatan kabupaten,ke provinsi Aceh pihak dinas kesehatan kabupaten dan provinsi Aceh meminta agar dilakukan swab terhadap kedua org tua dikarenakan usia inisial M.B yang masih Balita,Pada tanggal 24 dan 25 Juli 2020 di lakukan pemeriksaan swab terhadap ibu pada tanggal 24 Juli 2020 dan 25 Juli 2020.

Pemeriksaan Swab terhadap ayah di lakukan pada tanggal 25 Juli 2020
Ayah hanya di lakukan pemeriksaan swab 1 x, hasil swab positif,dikarenakan si ayah pada pemeriksaan pertama yg di jadwalkan sedang berdagang di BlangKejeren penuturan ibu inisial M.B.

Kebijakan gugus kabupaten Aceh Tenggara saat ini, bapak dan ibu akan dirawat di ruang isolasi RS H Sahudin 14 kedepan, dan akan dilakukan swab terhadap semua petugas medis yang pernah kontak dengan bayi tersebut.demikian laporan sementara satgas covid 19 RS H Sahudin.kata Dr Buhari.

Tanggal 29 Juli 2020 Pasien KG dirawat di RSUD H Sahudin kutacane dengan keluhan Jantung dan Sesak Nafas di sarankan untuk di rawat inap di ruang kelas 1.
Pada tanggal 31 Juli pasien KG di rujuk ke medan krn keadaan tidak membaik.
Pada tanggal 5 Agustus 2020 sore hari nya sekitar pukul 17.00 wib pasien KG masuk kembali ke RSUD H Sahudin kutacane melalui IGD dengan keluhan sesak.nafas,pheumonia,jantung,berdasarkan hasil screening.

pasien di rawat di isolasi karna baru kembali dari zona merah dan dilakukan pemeriksaan rapid dan hasilnya reaktif IgG dan IgM.

Sambung Dr Buhari Saat pasien di isolasi di dapatkan keterangan dari salah satu keluarga ( istri ) bahwa pasien PAPS ( pulang atas permintaan sendiri ) dari salah satu rs di medan ( RSU SUFINA AZIZ ) di karenakan hasil rapid pasien Reaktif IgG dan IgM nya dan akan diperlakukan sebagai pasien covid 19 tetapi keluarga dan pasien menolak untuk diperlakukan sebagai pasien covid 19 dan memilih untuk PAPS.

menurut keterangan istri KG mereka kembali ke kutacane tanggal 5 Agustus 2020 tetapi pukul berapa tidak ada keterangan lebih lanjut.

Sekitar Pukul 20.00 wib Tanggal 5 Agustus 2020,pasien di nyatakan exit dan di kebumikan secara covid di karenakan berpedoman pada hasil rapid pasien yang reaktif.

Data Sementara Per 06 Agustus 2020
Kontak Erat = 6 org Kasus Konfirmasi Tanpa Gejala = 3 org
Selesai Pemantauan s.d 06 Agustus 2020 = 111 org.Tutup Dr Buhari(BM)

News Feed