oleh

Warga Kembali Soroti Adanya Dugaan Penyimpangan Penggunaan DD Dan Silpa Tahun 2017

image_pdfimage_print

 

Aceh Timur, Baranewsaceh. Co – Masyarakat desa bandar baroe, kecamatan indra makmu, kembali menyoroti adanya dugaan penyimpangan dana desa (DD) tahun anggaran 2016-2017, serta simpang siur kebenaran penggunaan pagu dana silpa tahun 2017 semakin lama semakin jelas, bukan seperti laporan tahunan atau pertanggung jawaban dana (LPD).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun awak media selasa (7/8/2018), dari sejumlah tokoh diantaranya tokoh agama, tokoh masyarakat, beserta masyarakat setempat menyebutkan, dana silpa tahun anggaran 2017 dalam LPD hanya tercantum senilai 20 juta, Namum nilai sebenarnya mencapai 100 jutaan.

Edi Saputra salah seorang warga desa bandar baroe yang berhasil ditemui awak media mengatakan, terkait adanya dugaan penyimpangan APBG Tahun 2017 serta praktik penggelapan penggunaan anggaran diluar perencanaan dari Dana Silpa APBG 2017 menjadi bahan perbincangan hangat ditengah-tengah masyarakat.

Dalam hal ini, ” Para oknum pengelola merasa dirinya telah berhasil melakukan pembohongan publik, termasuk kepada tim media yang telah melakukan konfirmasi langsung kepada mereka ” . ujarnya.

Saya mendapat informasi dari sejumlah tokoh bahwa, dana silpa tahun 2017 ternyata senilai 100 jutaan rupiah, ” disinyalir ada kelebihan anggaran dalam perehapan jalan desa yang volumenya kurang lebih 1.400 meter dengan pagu 180 juta rupiah dan silpa senilai 80 juta rupiah plus silpa kegiatan bangunan tower air bersih dengan pagu 51 juta rupiah, silpa 7 juta rupiah ” . ungkap Edi Saputra.

Hal serupa juga disampaikan oleh tokoh masyarakat setempat, ” dana silpa tahun 2017 yang nilai anggarannya mencapai 100 jutaan, serta sisa yang 80 juta tersebut dibawa kemana ” . terangnya.

Berdasarkan keterangan dari pihak pengelola anggaran 2017, yang dilaporkan kepada Negara (LPD) hanya 20 juta rupiah. Saya menilai kinerja oknum para pengelola anggaran desa patut diduga adanya unsur korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Furqan Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) desa bandar baroe, kecamatan indra makmu kepada awak media saat dirumah keuchik setempat mengatakan, ” Dana silpa Tahun 2017 desa bandar baroe sebesar 20 juta rupiah sudah kami laporkan, dan dananya sudah dikembalikan ke Rekening Kas Desa (RKD), katanya rabu (1/8/2018), keterangan tersebut disampaikan dihadapan keuchik.

Ketika disinggung dana silpa dikembalikan oleh pelaksana kegiatan rehab jalan desa dikerjakan salah seorang kepala dusun Cut Lem, Furqan menjelaskan, Sebenarnya kalau bapak sudah tau dana tersebut.

” ada kelebihan dana dari Cut Lem sebesar 30 juta dan sudah dikembalikan. uang tersebut saya beli mesin untuk pompa air atas permintaan dusun BPM seharga 14 juta rupiah, karena mesin tersebut tidak ada dalam APBG, rencananya sisanya uang akan dipergunakan untuk kebutuhan lainnya yang tidak ada dalam APBG tahun 2017 ” . ungkapnya.

Sebenarnya masih sangat banyak lagi persoalan dan temuan dugaan penyimpangan anggaran di desa bandar baroe alias Bohtren, kecamatan Indra makmu. Kami masih terus mendalami temuan tersebut hingga semua terkuak praktik yang merugikan keuangan negara. (SSS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed