Buher Petani Cabe Mandiri Yang Sucses Tidak Menunggu Kepastian

by


Simeulue,Baranewsaceh.co – Buher adalah seorang generasi muda serta petani yang ulet. Mandiri, rajin dan inovatif dalam melaksankan profesinya sebagai petani cabe yang berani, dia yakin sukses itu akan diraih.

Di lokasi lahan pertanian cabe seluas 5 hektar, yang ada di Desa Suak Lamatan, kecamatan teupah selatan, kab, simeulue, Isalardi yang akrab disapa dengan Buher yang berusia 40 tahun.

Di lokasi Perkebunan cabe milik Buher Desa Suak Lamatan.Kec.Teupah Selatan. Kab.Simulue, senin,13/11. pukul.10:15.Wib dengan penuh semangat menceritakan semua kisahnya tentang bagaimana kronologis pembukaan lahan yang sedang dia garap untuk ditanami cabe saat ini kepada media,” sudah lama profesi petani ini dia geluti dan hampir semua jenis tanaman dia coba seperti, jenis kacang – kacangan, ubi – ubian,gambas, tomat ,semangka, wortel, bawang serta cabe yang saat ini sedang digarap dalam dua tahun ini, pengakuannya semua aktifitasnya ini belum ada yang supot baik dari instansi terkait maupun dari yang lainnya dan ianya tidak pernah mau meminta – minta atau menadakan tangan untuk profesinya ini, tetap semangat dan harus mandiri saja, karena menurutnya ukuran sucses itu bukan karena hasilnya berlimpah ruah, tapi berhasil dalam artikata kegiatan ini bisa terus berjalan sesuai rencana dan menjadi motifasi bagi rekan – rekan petani agar kita jangan menunggu – nunggu, (menanti kepastian) taka Ahmad Abar, candanya.”Akunya.Buher.

Buher juga menambahkan,” hasil kerja keras dan semangatnya, sudah berapa kali panen cabe Insya Allah hasilnya bagus dan memuaskan, ini semakin memacu sengatnya untuk terus bergiat, bayangkan saja dari 1 hektar itu ianya menadapatkan hasil panen cabe nya berkisar 600 kg sampai 800 kg, nah waktu itu simeulue kebetulan sedang putus cabe, harga enceran di pasar berkisar sampai harga Rp. 120.000.- penjualan nya ke agen kisaran harga Rp. 80.000 sampai 90.000 / kg, inikan sudah lumayan dan Alhamdullah rezki nya ada,

Ianya berharap kiranya bagi kawan – kawan petani agar kita giatlah dalam menggarap lahan – lahan tidur yang ada disekitar kita di desa – desa kita di simeulue, agar kita tidak terus berharap dan menunggu, selanjutnya kepada pemda setempat ianya berharap agar kiranya adalah petani – petani ini yang benar – benar dibina, bukan dibinasakan, penyuluhan yang rutin bersifat trus menerus guna memacu dan memotifasi masyarakat petani, jika ada program dari instansi terkait untuk bantu petani mbok iya tepat sasaranla, jangan bantuan pertanian malah yang dapat peternak dan nelayan inikan agar lucu aja.”Tutur.Boher.

Buher ingat waktu itu yang pernah membantunya adalah Bapak Kapolres Simeulue.AKBP. Satria Yudha Prakasa, pada awal tahun 2017 Sebesar Rp. 40.000.000.- (empat puluh juta) jutaan gitulah kalau diuangkan namun Pak Satria tidak kasih uang kontan beliau bantu melaui pembuatan pagar, beli bibit, pukuk dan lain lain, ya itulah yang ada mungkin beliau tersetuh atau terkesan melihat suasan lahan yg luas yang sedang digarap ( arb).