Home / BENER MERIAH / PPL Harus Mampu Berinovasi

PPL Harus Mampu Berinovasi

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – “Tuntutlah ilmu sampai ke negerei Cina”  Kata bujak ini sering terdengar dari ucapan seorang penasehat, pri bahasa yang cukup bermakna itu patut di amalkan Oleh Seorang penyuluh Pertanian Lapangan (PPL)

Tidak terlepas dari tanggung jawab seorang petugas pungsional ini, yang menempatkan dirinya sebagai estafet penyampian informasi dan teknologi di bidang pertanian kepada sasaran yang di tuju yaitu petani.

Hal itu sudah di jelaskan dalam undang-undang Nomor 16 Tahun 2006, bahwa salah satu tugas pokok dan pungsi Penyuluh adalah mempasilitasi petani dalam mengakses informasi dan tehnologi di bidang Pertanian.

Untuk itu Penyuluh Harus mampu menempatkan diri, walupun mereka sudah menyelesaikan pendidikan secara akademik, namaun hal itu masih belum cukup untuk di jadikan bekal menyuluh di lapangan, apa lagi penyulahan itu sipatnya poly palen.

Daerah Aceh khususnya. Penyuluh-penyuluh ini terus di latih di Balai Diklat Pertanian (BDP) yang Bertempat di Saree Kabupaten Aceh Besar Provensi Aceh, Para penyuluh di kirim dari Kabupaten kota masing-masing untuk mengikuti Diklat di tempat ini.

Mereka akan di bekali informasi baru tentang ilmu penyuluhan supaya nantinya bisa menerapkanya teknologi itu di Daerahnya masing-masing, tentu yang menjadi Pematerinya Wadia suara yang terlatih dan berpotensi.

Dari 23 Kapupaten kota Provensi Aceh, memiliki kesempatan mengirimkan Penyuluhnya secara bergantian ke BDP ini sesuai dengan jumlah permintaan Panitia Penyelenggara, biasanya Mereka akan memberitahukan dengan mengirimkan undangan secara resmi ke Dinas Kabupaten masing-masing.

Di Tahun 2017 ini BDP Saree sudah melaksanakan Pelatihan beberapa angkatan, Pesertanya merupakan perwakilan Penyuluh dari Seluruh kabupaten se Aceh.

Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues contohnya Instansi ini mengirimkan utusanya sebanyak tiga orang PPL untuk mengikuti tiga jenis Diklat, yaitu Diklat Tematik Tanaman Pangan, Diklat Peningkatan Potensi Penyuluh dan Diklat Dasar THL-TBPP selama 1 minggu lamanya mulai dari 02 sampai dengan 08 Oktober 2017.

Selain mengikuti pelatihan Peyuluh juga harus mampu melatih dan berinovasi, supaya Propesionalisme penyuluh itu semakin meningkat.

Sesuai dengan himbauan Mentri Pertanian (di kutip Dari Media B2B) “Penyuluh pertanian jangan gagap teknologi dan harus memahami media sosial sehingga dapat menyebarkan berbagai informasi pertanian kepada petani, dan kemajuan pembangunan pertanian nasional,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta pada Selasa (12/9).

Kemajuan teknologi akan semakin berkembang seiring berjalanya waktu, seperti sekarang ini, masyarakat sangat mudah mendapatkan informasi melalui media sosial, termasuk ilmu pertanian, jangan sempat Petani lebih duluan tau dari pada Penyuluh tentang Teknologi Pertanian, hal ini akan berakibat Patal bagi seorang Penyuluh.

Menimpa ilmu bagi penyuluh sudah menjadi sebuah keharusan, menjadi Penyuluh itu bukan hal yang mudah, banyak yang mengangap bahwa propesi ini tidak memiliki resiko, tapi sebenarnya mereka juga bisa di Tuntut dan di kenakan pasal 102 Nomor 19 Tahun 2013 apa bila salah melakukan Penyuluhan.

About Mendorong Perubahan

x

Check Also

Masyarakat Blangtemung Bersama Guru Gotong Royong Membuat Pagar SMP Satap Blangtemung

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Masyarakat Blangtemung bersama Guru SMP Satu Atap Blangtemung ...