oleh

Tradisi Tawar Kampung di Desa Sekuelen Belang Jerango

image_pdfimage_print

Gayo Lues, Baranewsaceh.co – Tradisi adat dan budaya yang terwariskan dari generasi ke generasi adalah budaya peninggalan para leluhur sebagai bentuk kearifan lokal yang masih tetap eksis dan di pertahankan.

Tradisi tawar kampung merupakan wujud rasa sukur dari masyarakat desa sekuelen atas limpahan rahmad dan mohon keselamatan dunia akhirat kepada Allah SWT.

Tradisi ini lebih berorientasi pada upaya ritualitas masyarakat dalam mendinginkan hati, jiwa dan pikiran, serta berharap dapat di berkahi keselamatan bagi seluruh masyarakat

Seperti hanya pada pelaksanaan prosesi ritualitas yang dilaksanakan oleh masyarakat desa Sekuelen kecamatan Blang Jerango Kabupaten Gayo Lues. Prosesi adat ini berlangsung selama 2 hari berturut turut.

Mengawali pelaksanaan tawar kampung terlebih dahulu masyarakat secara beramai ramai mengarak seekor kerbau putih mengelilingi kampung. Kerbau putih yang di maksud oleh penduduk setempat lajim di sebut dengan sebutan “Koro jeget”.

Mursidi (34) kadus Desa Sekuelen”, mengatakan, baru kali ini diadakan Tawar kampung sebagai penyejuk kampung. Sementara tujuan dari tawar kampung ini agar terhidar dari bala dan musibah, dengan harapan di mudahkan rejeki, di beri kesehatan serta hasil tanaman yang melimpah dan masyarakat yang damai dan bersatu.

Selain itu pelaksanaan acara tawar kampung, atau dalam istilah Gayo Lut di sebut Kenduri tulak Bele, nantinya akan di isi dengan parade budaya berupa pementasan seni berupa tari saman, tari bines juga lantunan syair yang bernuanuansa Islami seperti marhaban, dan berdoa bersama.

Karim Ali kepala Desa Sekuelen dalam sambutannya mengatakan. “Tawar kampung biasanya di adakan setiap 20 tahun sekali. Perhelatan ritual adat ini selanjutnya akan kita pikirkan kembali dalam pelaksanaanya kedepan. Karena ritualitas adat ini layak di pertahankan sebagai bagian dari tradisi Gayo Lues sebagai daya tarik pariwisata.

Selain itu tawar kampung terbagi dalam 2 season acara. Malam pertama biasanya di lakukan musawarah kampung atau dalam istilah sekarang lebih di kenal dengan istilah musrembang kampung, menyangkut arah kebijakan kampung kedepan. Sementara pada malam kedua biasanya di lakukan acara sukuran dan doa bersama.

Mengawali pelaksanaan acara tersebut, masyarakat secara beramai ramai melakukan acara mengarak kerbau “nona koro” Munona koro. Pada bagian ini satu orang menarik kerbau dan masyarakat yang lainnya mengikuti dari belakang beramai ramai keliling kampung. Puncaknya seusai acara mengarak kerbau keliling kampung, kerbau tersebut langsung di potong dan dagingnya dibagikan kepada seluruh masyarat kampung Sekuelen.

Pada pelaksanaan Tawar kampung di desa sekuelen turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting daerah diantaranya Bupati H. Muhammad Amru, wakil Bupati. H. Said Sani, jketua DPRK Gayo Lues, Camat Blang Jerango serta sejumlah tamu dan undangan lainnya.

Perjalanan prosesi Tawar Kampunga desa Sekuelen pada intinya adalah wujud rasa sukur, kepada Allah SWT agar jauh dari mara bahaya dengan satu tujuan memohon keridhoannya. Selain itu teknis ritualitas adat tawar kampung di dahului dengan membaca Istigfar, shahadat tauhid dan rasul serta lantunan salawat nabi secara berjamaah.

Ini adalah prosesi budaya dan tradisi adat yang bersipat Wujud. Sementara pelaksanaan zikir, salawat, dan doa bersama adalah aturan hukum yang bersipat kalam.

Banyak pemahaman dari kebiasaan adat seperti ini jarang di lakukan oleh para nabi dan para rasul. Tapi perlu di catat proses perjalan berkembangnya Islam juga di mulai dengan budaya dan perdagangan.

Sebagai acuan seorang ulama besar Syeh Saman melakukan Syiar Islam melalui dakwah dengan cara pendekatan melalui tradisi dan budaya. Sebagai contoh adanya tarian saman yang telah mendunia buah dari tradisi dan budaya masyarakat Gayo Lues. Biasanya mengawali penampilan tarian Saman juga di awali dengan kalimat “Huuu” oleh para ahli magrifat hal tersebut merupakan ungkapan zikir. (J.porang)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed