Tokoh Masyarakat Mendesak Bupati Simeulue Copot Kepala Desa Ganting Dan Sekdes Karena Tidak Transparan Diduga Ada Penyelewengan

by

Simeulue, Baranewsaceh.co – Sejumlah Tokoh masyarakat dan Persatuan ibu – ibu Desa Ganting mendatangi Kantor Camat, selanjutnya menjumpai Bupati dan Wakil Bupati Simeulue, guna mendesak Pemkab agar segera mencopot Jabatan Kepala Desa dan Sekdes beserta aparatur desa Ganting karena tidak transparan dalam merealisasi semua ADD (Anggaran Dana Desa), selain diduga ada penyelewan dan sarat dengan unsur KKN.

Sudah sejak tahun 2015 penyakit ini dipendam masyarakat Desa Ganting.

Namun puncaknya pada kamis 21/12 sekira pukul, 14 : 00.wib, di Kantor Camat, kecamatan Simeulue Timur, jln.gk. Di Ujung, Desa Air Dingin, kecamatan Simeulue Timur, Kab.Simeulue, sejumlah tokoh masyarakat dan pemerhati desa ganting, mendatangi dan melaporkan persoalan terkait dugaan – dugaan serta penyelewengan yang ada di desa ganting tersebut.

Seorang warga Desa Ganting Dusun Cendana Saldoni (40) ,”mengusulkan agar kepala desa serta seluruh perangkat di berhentikan, selanjutnya sekretaris desa dipindahkan karena diduga ada unsur kkn”

Jusman ali (44) menyakan kepada Sekcam Simeulue Timur ,”apakah dana desa itu milik pribadi kepala desa, karena semua program dilakukan sepihak tanpa azaz musayawarah bersama masyarakat.”

Bintang (56) juga seorang warga ganting memaparkan, ” pernah tiga kali membuat surat tanah namun kepala desa selalu memimta uang bayaran Rp. 50.000. / admitrasi”

Salman .G, (58) juga turut menuturkan bantuan alat – Alat pertanian dan sarana olah raga pemuda agar di bagi ke masayarakat petani dan pemuda yang benar – benar membutuhkan, tapi kenapa malah disimpan di kantor desa.

Kepala mungkim ujung ganting Rusdi DH. (59) ,”Seluruh proyek fisik tidak sesuai rab dan gambar termasuk volume pekerjaan di lapangan, apapun alasannya kepala desa harus segera di berhentikan dan sesuai pemintaan masyarakat, bahwa sekdes harus segera di pindahkan karena di duga ada unsur kkn dengan kepala desa.

Yusliman.BU, (44) mantan kepala desa priode sebelumnya juga ikut berkomentar, karena menurutnya sekarang ianya sudah jadi masyarakat biasa yang harus mengetahui seluk – beluk penggunaan dana ADD Anggaran Dana Desa, menurutnya,” penggunaan dana dan semua program pembangunan desa tidak transparansi dan tidak ankuntable serta dilakaksanakan tidak melalui musyawarah masyarakat, melainkan dilakukan secara sepihak, bahkan kami sebagai masyarakat dan dan tokoh masayarkat termasuk ibu – ibu tidak pernah di undanga baik musyawarah maupun pencairan dana desa, terbukti dari pemeriksaan inspektorat bahwa diduga anggaran 2016 banyak disalah gunakan bahkan diselewengkan sampai sekarang sudah ditangani oleh pihak kecamatan, Menurut yusliman Kepala BPM Drs. Zulkifli abidin mengatakan bahwa pembangunan jalan terobosan di depan SMK ganting, jangankan manusia ayam saja tidak bisa lewat, apa lagi kendaraan, namun sangat disayangkan tidak ada realisasi atau tindak lanjut yg nyata, Kami berpendapat terjadi pembiaran,

Banyak proyek – proyek yang tidak jelas dan tidak ada azaz manfaat nya bagi masyarakat desa ganting, proyek yang dikerja kan salah satu nya Proyek penerobosan jalan didepan SMK 3 ganting, anggaran mencapai Rp. 110 jt, ianya yakin itu hanya di kerjakan dengan biaya Rp. 50 jt, saja, selanjutnya jalan itu tidak bermanfaat bagi masyarakat desa ganting, malah sekarang sudah menjadi hutan yang subur.” Ungkap Yusliman.

Minggu 24/12, media menanyakan perihal kasak kusuk masayarakat desa kepada kepala desa ganting Kamiruddin, ianya menjelaskan,” tekait tentang apa yang di sangkakan sejumlah tokoh masyarakat itu kepadanya, persoalan bebagai hal, masalah KKN inya tidak membantah, aparatur desa yang sekarang ini memang sudah ada sejak sebelum dia menjabat kepala desa, karena dari tahun 2015 sampai 2017 ianya belum melakukan penggantian atau menyisip aparatur desanya, selain hanya satu orang saja yaitu kadus saja, selanjutnya masalah bantuan yang diterima katanya tidak dibagikan itu salah, pihaknya bukan tidak mau membagikan, tapi buat apa dibagi kalau tidak bisa merata, tentang perlengkapan olah raga untuk pemuda, juga bukan tidak dibagikan melainkan menjadi aset pemuda, inya bermaksud jika ada event – event atau turnament baru ianya akan membagikan, karena kalau dibagi satu pasang satu orang itu tidak cukup, tapi kalau masyarakat mau kita bagi ya uda ayo kita bagi, kemudian katanya ada pungli (pungutan liar) ianya membantah itu tidak benar, pungutan itu dilakukan bedasarkan hasil musyawarah dan kesepakatan masyarakat itu sendiri, mereka yang memberi dan kami tidak minta serta itu diberikan secara ikhlas saja,

Masalah proyek katanya tidak melalui musyawarah dan dikerjakan secara sepihak, itu juga tidak benar, karena semua program ini berdasarkan musyawarah mufakat dengan warga, dan pelaksanaan nya juga sesuai permintaan masyarakat desa ganting, kalau katanya ada yang tidak di undang mungkin mereka sendiri yang tidak mau datang, selanjutnya terkait masalah proyek – proyek yang bermasalah kami sudah dipanggil oleh pihak Inspektorat dan itu sudah selesai, jadi kalau mau kami paparkan yang lebih jelas tunggu nanti pada bulan maret 2018 ini akan kita sampaikan secara terbuka dan transparan, kalau sekarang jelas belum bisa karena LPJ kami aja belum selesai. ” Tutur.Kamiruddin… arb.