oleh

Termakan Fitnah, Istri Petugas Rutan Terlibat Kasus Pengrusakan dan Penganiayaan


Aceh Timur. Baranewsaceh.co – Diduga termakan fitnah seorang istri petugas Rutan di Idi Rayeuk, Aceh Timur melakukan pengrusakan dan penganiayaan terhadap keluarga narapina yang sedang mengejuk saudaranya yang sedang sakit di rutan Idi, kamerin malam Rabu 03 Januari 2019.

Kejadian itu bermula dari kesalahfaman yang berakhir dengan keributan dan penganiayaan antara keluarga narapidana cabang rutan Idi Rayeuk dengan salah satu Istri petugas rutan yang bernama Masrifa, ” kata Martini kepada media Baranewsaceh.co melalui press releasenya, Sabtu (05-01-2019).

Jelas Martini, kejadian itu bermula dari adanya salah satu nara pidana An. Syawaluddin yang sedang menjalani masa pidana 8 bulan penjara. Saat itu saudara Syawaluddin sedang mengalami sakit dan sedang di rawat di klinik cabang rutan Idi, kondisinya sudah semakin parah dan harus di rujuk ke Rumah Sakit Graha Bunda.

Pihak keluarga di minta oleh pihak Rutan untuk membawa Kartu keluarga (KK) dan KTP serta BPJS agar bisa segera di rujuk untuk penanganan yang lebih memadai di rumah sakit terdekat, ” tuturnya.

Kebetulan, lanjut Martini yang kini seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) kakak kandung napi tersebut adalah sahabatnya, yang bernama Juliana. Saya bersama Marwan alias Cirik dan satu teman yang lain diajak oleh saudari Juliana untuk menemani-nya mendatangi cabang rutan Idi untuk melengkapi data-data yang diminta agar dapat merujuk adiknya ke Rumah sakit, ” pungkasnya.

“Kami bertiga tidak turun dari mobil sambil menunggu proses administrasi selesai, ” ujarnya.

Namun, ungkap Martini. Pada saat itu sekira pukul 22.30 Wib, Masrifa yang diketahui istri salah seorang petugas Rutan Idi di telpon oleh orang yang tidak di kenal dan mengabari bahwa ada satu unit mobil terparkir di halaman rutan Idi dan di dalamnya ada suaminya sedang bersama seorang Wanita, ” imbuh Martini.

Tanpa memeriksa kebenaran informasi tersebut, Musfira alias Fortuna Rifa langsung mendatangi rutan sambil membawa batu dan melempar mobil yang di duga ada suaminya dengan perempuan lain yang sedang terpakir di depan Rutan Idi, ” jelasnya.

Setelah terjadi pengrusakan mobil dan penganiyaan terhadap korban yang berada di dalam mobil tersebut, barulah disadari bahwa yang di dalam mobil itu bukan suami-nya, melainkan adalah keluarga napi bersama dengan temannya yang memilih menunggu di dalam mobil dan posisi mesin mobil dalam keadaan hidup, mereka tidak masuk ke dalam rutan karena malam hari tidak dibenarkan adanya tamu besuk di rutan Idi, ” terang Martini.

Karena terprovokasi oleh penelpon gelap tanpa mengecek kebenaran informasi tersebut, Masrifa telah melakukan tindak kekerasan, dan terjadi kasus pengrusakan mobil Avanza warna hitam milik keluarga napi, serta telah melakukan penganiyaan terhadap seorang anggota DPRA asal Aceh Timur yang kini sedang di rawat di RSU Aceh Timur karena menderita luka dan bengkak di beberapa bagian tubuhnya.

Korban yang tidak terima pelemparan mobilnya dan menganiaya teman nya dengan batu oleh salah satu oknum istri petugas telah melaporkan tindakan tersebut pada pihak kepolisian.

Setelah kejadian tersebut, akhirnya diketahui bahwa pelaku telah melarikan diri, dan sampai saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh pihak Polres Aceh Timur. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed