oleh

Suara Populis, Pragmatis, Popularitas dari Caleg, Perlu Dicermati Masyarakat

image_pdfimage_print
*3P harus dicermati, dikritisi masyarakat

Oleh: Januar Pagar M.Lubis

Masih segar dalam ingatan, bahwa pemilihan kepala daerah pada tanggal 27 Juni 2018, yang memilih Gubernur sejumlah 17,Bupati sebanyak 115 Kabupaten, dan Walikota dengan jumlah 39 telah berlangsung dengan aman dan lancar. Ada Gubernur terpilih dari latar belakang  Pejabat, DPR,TNI/Polri,Pengusaha,mantan menteri,dll,dengan sejumlah visi-misi, program,dan diusung beberapa Parpol.

Masyarakat Indonesia beberapa bulan lagi(17 April 2019) akan mengadakan pemilihan umum,untuk memilih anggota legislatif (DPRD Tk.II,DPRD Tk.I,DPR RI,dan DPD),serta pemilihan presiden(Pilpres). Berbagai visi-misi,dan program,serta Parpol pengusung yang memenangkan kandidat sudah kita dengar, juga Partai politik yang menjagokan mereka adalah Parpol yang bersifat nasionalis, agamis,dan gabungan keduanya.

Sebentar lagi, Warga pemilih akan mulai mendengar kata-kata yang sama, yaitu kata “perubahan” dan “melayani” dari bibir kandidat (Caleg-red) yang biasa disebut jargon politik,karena proses pendaftaran sudah dilakukan kepada Komisi pemilihan Umum(KPU),dimana Komisi ini di Provinsi Aceh disebut Komisi Independen Pemilihan(KIP), dan akan berlanjut kepada tahapan kampanye.

Jangan terjebak dengan euforia politik, dan politik uang (money poltics) sebagaimana yang sering terjadi. Masyarakat harus hati-hati, jeli, dan kritis melihat calon legislator yang akan duduk di DPRD kabupaten,DPR Provinsi,DPR pusat,DPD; di Serambi Mekah disebut DPRK,DPRA,DPR,dan DPD.Lihat platform(dasar) Partai politik yang mengusung kandidat tertentu, track record,pengalaman,keahlian,dsb.

Dilarang memilih calon kandidat yang berlatar balakang, Pengusaha nakal, Kontraktor rakus, Politisi busuk, mantan Pejabat korup,dan Orang kaya yang sombong.Siapa itu Pengusaha nakal! Pengusaha nakal adalah orang yang mencari untung(laba) sebesar-besarnya,tanpa menghiraukan ijin usaha,barang kedaluarsa(expired), pajak, mempekerjakan anak dibawah umur. Kontraktor rakus ialah orang yang melaksanakan kegiatan usaha tanpa membereskan ijin usaha(mis. ijin galian C, AMDAL,IPAL), tidak membayar pajak,mempekerjakan anak dibawah umur, tidak menghiraukan lingkungan,menyengsarakan kemanusiaan, dan tidak membayar bantuan sosial (CD/CSR)kepada masyarakat sekitar.

Politisi busuk adalah seseorang yang asyik berwacana dan berdiskusi,tanpa melakukan dan menyerap aspirasi dan penderitaan rakyat. Politisi busuk hanya mementingkan diri sendiri, dan Parpol pengusungnya. Politisi busuk ini juga menjadikan anggota parlemen sebagai tameng untuk memperlancar usahanya yang ada, dan posisi DPRnya dijadikan “pemain proyek”. Orang seperti ini tidak sensitif, responsif, dan proaktif dalam penderitaan warga,seperti kelangkaan Pupuk,Bibit, Gas, BBM,dll.

Mantan Pejabat korup ialah seseorang yang sudah pensiun dari jabatan pemerintahan, seperti Camat, kepala dinas(Kadis), Staff ahli, Asisten, Sekda, Bupati yang banyak ditengarai menyelewengkan Uang negara,waktu; baik secara pribadi, bersama-sama, bekerjasama dengan perusahaan(Korporasi), yang belum ditangkap Aparat hukum/KPK,maupun yang sudah tertangkap.Gaya mewah(borjuis) ada pada mereka; dari mulai Rumah,Mobil, Jam tangan,Pakaian,Perhiasan, Tabungan, dan properti lainnya.

Sebaliknya,jangan memilih Orang kaya yang sombong, adalah sangat jelas,karena mereka akan memakai jabatan Parlemen untuk keangkuhan, dan mengumpulkan pundi-pundi sebanyak mungkin untuk pamer kekayaan, supaya dia diakui dan disegani orang, yang mengandalkan politik uang ( money politics ), SARA.  Masyarakat harus memilih Parpol yang platform nya nasionalis, Visi-misi, dan program caleg harus riil dan terukur, SiCalon harus mengerti  hukum dan perundang-undangan ( legislasi ),mengerti  anggaran(budget), dan fungsi kontrol (pengawasan) terhadap pemerintah (eksekutif).

Informasi tentang caleg ini, di dapat dari media, wartawan, LSM, tetangga, pengamat,Dinas Tenaga Kerja, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kantor Pajak supaya masyarakat pemilih lebih mengetahui kepribadian (track record).

Penulis: Jurnalis Baranewsaceh. Co – Koordinator Barisan Relawan Jokowi Presiden Aceh Tenggara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed