oleh

Sopir Dump Truk Demo di Gedung DPRK Gayo Lues

banner 300x250
image_pdfimage_print

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO –  Ratusan Sopir Dum Truk pengangkut material pasir dan batu (sirtu) serta tanah timbun melakukan demo di Gedung DPRK Gayo Lues , Kamis (30/08/2018).

Mereka melakukan  aksi damai dari aliansi/kelompok yang menamakan dirinya Dam Truck (DT) Gayo Lues Transport yang diikuti oleh sekitar 100 Orang awak dum truck yang ada di Kabupaten Gayo Lues dengan membawa kendaraan dam truck dan hardtop pengangkut pasir sekitar 75 kendaraan masuk ke dalam halaman kantor DPRK Gayo Lues.

Pantauan Media ini kuat pam pada aksi damai sekitar 60 Orang yang terdiri dari sat sabhara Polres Gayo Lues dan Sat Pol PP Kabupaten Gayo Lues, DPP Kabag Ops Polres Gayo Lues Kompol Masri.

Dalam orasinya dipimpin oleh Sukri mereka menuntut agar para anggota DPRK mendengar dan memperjuangkan aspirasi yang di sampaikan dengan Memberdayakan para pekerja dum truck yang ada di Gayo Lues karena dari pekerjaan tersebut mereka mencari nafkah untuk menghidupi keluarga.

Sukri mengatakan agar menertibkan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat yang mengklaim dan merasa memiliki sungai yang ada di Gayo Lues karena dampak dari masalah ini rekan kami ada dua orang (sopir dan kenek dam truck) yang menjadi korban penganiayaan oleh masyarakat.

Dia meminta agar membentuk Pansus mengenai perumusan aturan galian-C dan meninjau ke lapangan tempat pengambilan pasir dan Menunjukkan kepada pekerja dam truck tempat mana yang diperbolehkan untuk mengambil pasir serta  Mengeluarkan aturan dan regulasi yang jelas tentang galian-C.

Menanggapi hal itu Wakil ketua DPRK H Rajudin menyampaikan akan menindaklanjuti tuntutan aksi dan akan memanggil kepala Dinas yang terkait yaitu dinas lingkungan hidup, Dinas Pertambangan dan Kepala Kantor Perizinan.

Sekitar pukul 11.30 WIB DPR menerima 20 Orang perwakilan dari peserta aksi untuk berbicara menyampaikan tuntutan dengan syarat menjaga ketertiban di dalam dan menyampaikan dengan kata kata yang sopan.

Anggota DPRK yang dipimpin oleh wakil Ketua DPRK Gayo Lues H Rajudin beserta 10 Orang Anggota DPRK lainnya menerima 20 Orang perwakilan dari peserta aksi di ruang sidang DPRK.

Ditempat yang sama Kabag Ops Polres Gayo Lues Kompol Masri menyampaikan kepada para peserta aksi yang lainnya dipersilahkan masuk ke tribun ruang sidang DPRK Gayo Lues dengan terlebih dahulu meletakkan sajam ataupun barang berbahaya lainnya di luar/dalam kendaraan dan agar menjaga ketertiban di dalam ruang sidang.

Dalam pertemuan di ruang Sidang DPRK Gayo Lues wakil ketua DPRK Gayo Lues H Rajudin menyampaikan “ Kami sebagai Anggota DPRK adalah merupakan perpanjangan tangan dari masyarakat,  Kami telah menghubungi Bupati dan sedang tidak ada ditempat karena ada kegiatan di luar daerah.

Sebagai perwakilan dari pihak pemerintah sekarang telah hadir perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perizinan, Dinas Pertambangan dan dari Sat Pol PP.

Kami usahakan dalam pertemuan ini ada penyelesaian/kesepakatan dari tuntutan yang disampaikan peserta aksi. Dan Kami tidak akan pulang sebelum masalah ini tuntas/blm ada kesepakatan., jelasnya.

Senada dengan hal itu perwakilan aksi Sukri (Ketua komunitas dam truck Gayo Lues) mengatakan Roda 10 dilarang beroperasi karena merusak badan jalan yang merugikan masyarakat dan hanya menguntungkan kontraktor.

Roda 10 hanya boleh beroprasi untuk hal hal tertentu seperti mengangkut alat berat ke lokasi, apabila perusahaan belum ada izin sudah bisa melakukan penggalian kenapa kami masyarakat tidak bias, tuturnya.

Terkait dengan hal tersebut pihak Dinas Pertambangan Kabupaten Gayo Lues mengatakan bahwa “ Dalam pelaksanaan galian C yang sekarang bernama galian batuan diatur dalam UU No. 23 Thn. 2014”.

Untuk perizinan galian pengurusannya ke Provinsi, dan untuk perusahaan yang ada di Gayo Lues yang sekarang melakukan penggalian sedang dalam proses pengurusan izin di provinsi, jelasnya.

Dari kesepakatan tersebut dalam koordinasi /rapat  maka di sepakati bersama kedepan untuk melakukan Sosialisasi kepada Masyarakat Kabupaten Gayo Lues tentang Pemanfaatan potensi kekayaan alam untuk seluas-luasnya kemakmuran ralkyat (sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945).  Untuk kurun waktu 10 (sepuluh) hari Lokasi Galian C yang dapat dimanfaatkan untuk wilayah Kecamatan Blangkejeren adalah Mulai dari Palok s.d Leme; dan untuk wilayah kecamatan lain dilaksanakan melalui musyawarah dengan Aparat Kampung setempat, Dalam pelaksanaan pengambilan Bahan Material (Galian C), dapat menggunakan 1 (satu) buah Alat Berat, pada masing-masing lokasi pengambilan Galian;  Komunitas DT-GL Transport bersedia melakukan kerjasama dengan Aparat Kampung setempat dan berkewajiban menjaga Lingkungan dan Pasilitas Umum Truk Roda 6 masih bisa mengerjakan  Untuk kendaraan Truk Roda 10 (sepuluh) untuk tidak beroperasi sepanjang DAS. Selama Dump Truk Roda 6 masih bisa mengerjakan, Ketentuan lain yang menyangkut Teknis, akan dituangkan secara rinci kedalam berita acara keputusan ini serta Hasil kesepakatan ini akan disampaikan kepada Bupati Gayo Lues dan Ketua DPRK.  (ABDIANSYAH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed